Terus terang, selama ini nggak pernah memakai apa itu namanya jam tangan; selama ini masih mengandalkan informasi waktu dari handphone atau cara termudah ya tengok ke dinding atau tanya ke teman sebelah, he ha…..Seiring waktu kayaknya sudah butuh dan perlu penunjuk waktu di tangan pas di jalan saat ngegowes atau naik bajaj….Bajaj beneran lho Pulsar 200 he he….

Nah, spefisikasi yang dibutuhkan adalah kombinasi analog (dengan moving needle) dan digital; nggak perlu lah altimeter atau barometer berhubung belum perlu dan takut overbudget! Googling di internet sebenarnya naksir Casio serie Edifice namun kok rasanya kurang sreg, nah akhir perhatian tertuju ke seri G-Shock! WOW, jam tangan impian nih. Sampai umur sekarang belum pernah nih ngerasain G-shock di tangan :D

Nah, setelah liat-liat akhirnya terpilihlah type GA100-1A4 warna hitam kombinasi merah! Saat disuruh dinas oleh juragan ke BV-land sungguh kesempatan yang bagus hunting di Toyuan City dan Taipei City; gila pada gerai khusus Casio type ini ternyata SOLD out; adanya tipe GA100 yang full warna merah! Ah, padahal manis bener tampangnya, cuma kok merah total, terlalu ABG dah!

Oke, perburuan lanjuta ke online dan kaskus.us dan akhirnya deal dengan harga yang cukup tergapai (he he….uang saku dinas bo’). Nah apakah kelebihan GA100-1A4? Yang jelas good looking dan mantap di tangan; biasanya kalau pakai jam tangan dengan ikatan karet akan bereaksi dengan keringat dan tangan dan sering gatal; namun dengan GA100 ini dirasakan langsung ‘mak plek’ di tangan. Dengan ketahanan battery 2 tahun dan tahan air 20 bar cukuplah meyakinkan di samping tahan terhadap magnetik. Fungsi stopwatch, timer, dan pengukur speed serta waktu international cukuplah memenuhi kriteria. Dilengkapi lampu LED yang akan menyala apabila tangan membentuk sudut lebih dari 40 derajad.

Satu kekurangan yang dirasakan adalah saat gelap atau malam rada kesulitan melihat jarum hour yang berwarna merah; tetapi beruntunglah masih terbantu dengan display digital-nya.

Bermula dari urusan kompeni untuk mencarikan sebuah handy-transceiver untuk seseorang; gila bener seseorang ini pinter bener ‘meminta’ dan ‘mengarahkan’ alias ‘ngarani’ sebuah handy transceiver double band dan spesifik mengarah ke satu merk dan type: Yaesu VX-7R! ‘the dx-er choice’. Saya juga mau tuh VX-7R!

Dan rasanya di room shack untuk urusan handy transceiver masih belum lengkap; Icom IC-2GAT kayaknya terlalu sering iddle di room shack. Kayaknya perlu handy transceiver, double band dan tentu saja bisa dibawa kemana-mana.

Nah, calling sohib, YD0NGA, rekomendasi yang logis adalah handy transceiver made in China! Wow… dengan pertimbangan budget, sambil nunggu uang tabungan cukup untuk VX-8R, rekomendasi beliau adalah Baofeng UV-3R.

Benar saja, ke CME Solo, ternyata produk ini bener-bener sold out; dan ternyata pula Baofeng ini memproduksi secara custom untuk merk-nya. Bisa jadi tipe Baofeng UV-3R bisa berganti logo Weirwei, atau yang lain, atau kalau Anda mau bisa pesen dengan merk nama Anda! :D

Dan ternyata rekomendasi YD0NGA nyatanya nggak salah, UV-3R ini mendapat respons yang positif di eham reviews. Sila cek di sini. Cukup bagus nilai 4.0/5 he he…. Bahkan om Julian, G4ILO pun sempet menulis di blog-nya cukup positif. Bahkan ada milis khusus UV-3R di yahoogroups.com juga ada thread khusus di kaskus.us yang bertema All About Baofeng UV-3R.  Cukup mengesankan.

  • Frequency Range: 136-174 / 400-470MHz
  • Dual-Band Display, Dual-Standby, Dual Display Output Power: 2 Watts
  • 99 Channels + 1 Emergency Channel 50 CTCSS and 104 CDCSS
  • Built-in VOX Function 1750Hz Brust Tone FM Radio (87.0MHz-108.0MHz) LED Flashlight Large LCD Display Hight /Low Power Switchable
    25KHz/12.5KHz Switchable
  • Emergency Alert
  • Low Battery Alert
  • Battery Saver Time-out Timer Keypad Lock Monitor Channel
  • Channel Step: 5/6.25/12.5/25KHz,
  • Operating Voltage 3.7V Operating Temperature  -30c~+60c
  • Battery (Li-ion) Antenna Impedance 50 ohm
  • Dimension(without antenna&battery(L×W×H) 47*81*23(mm)
  • Weight(with antenna&battery) about 130g
  • Transmitter RF Power Output UHF:2W/  
  • FM Noise 65dB,Adjacent Channel Power 45dB/42dB Receiver
  • Spurious response rejection 60dB
  • Receiver current 400mA Standby Current 75mA

Bener-bener mungil di tangan dan pas masuk kantong. Dengan harga lk 600 rb include ongkir cukup menyenangkan untuk just play arround komunikasi lokal, tambahan featur VOX dan earpiece cukup menyenangkan untuk dipakai bergerak. Antenna bawaan adalah antenna double band, namun dari beberapa review performance-nya kurang dan disarankan menggantinya dengan antenna double band yang lain, dan rekomendasi-nya adalah Nagoya NA-701 (online sekitar 130 rb include ongkir).

So far cukup menyenangkan menggunakan UV-3R (sambil membayangkan memegang VX-3R :) ); dengan fasilitas radio FM dan senter LED (he he…) plus alarm emergency yang akan melengking berbunyi nyaring sangat cocok untuk dibawa jalan-jalan. Mana ada VX-3R dilengkapi senter dan sirine alarm? Yang menarik lagi saat digunakan mendengarkan radi FM transceiver akan berpindah ke kanal VHF/UHF kalau pada frekuensi standby ada sinyal yang diterima.

Terus terang saja kalau yang kemarin minta Handy Transceiver nggak menyebut VX-7R saya berkeyakinan cukuplah dibelikan Baofeng UV-3R Mk-II aja; emang beliau-nya mau bekerja 50 MHz?So, kalau ada rekan-rekan yang membutuhkan sebuah handy transceiver yang kompak dan tiny di kantong dan budget kehadiran Baofeng UV-3R cukup menjanjikan; dibandingkan HT GMRS/FMRS semacam Motorola TalkAbout HT ini lebih berdayaguna karena bisa bekerja di band amatir.

Pengin tambah satu lagi sebenarnya untuk media latihan anak di rumah; tetapi nanti aja dah, barangkali YD0NGA atau YB3TD mendapat gratifikasi dan berkenan mengirimkan ke Semarang. Ha ha…..

Ah, susah amat nih bikin judul :D

Ya, di awal bulan Desember 2011 kondisi propagasi di high-band 10m bener-bener menantang untuk dipergunakan untuk dx-ing dan contesting. Itulah mengapa para jawara contester di W-land dan ARRL menyelenggarakan seri kontes di 10m; dan beruntungnya yb2ecg bisa mengikuti seri 10m contest tersebut.

Contest pertama, pada tanggal 4 Desember adalah 10M-RTTY contest yang diselenggarakan oleh rttycontesting.com  dan disponsori oleh Muns Vineyard, Ed Mun, pengusaha vineyard dari California; dan bahkan top-ten single operator berkesempatan meraih sebotol fine-California vineyard. Mantaf.

Bekerja, eh, berkontes-ria di single band dan single mode sangat menyenangkan; QSY-ing nggak banyak terjadi, tuning antenna juga lebih enak, dan didukung oleh kondisi propagasi yang mendukung dengan SFI-144 cukup menyengangkan; TS450 cukup running 80-90Watt saja, dengan USB soundcard dan homebrew ptt-interface dan tentu saja dengan Acer notebook 4720 dengan wide-screen Samsung LED, wow kokpit di hamshack cukup memuaskan; satu-satu-nya intruder adalah kewajiban ternak alias antar dan jemput anak ke sekolah :D

First run lumayan lah dapat beberapa station di pantai barat termasuk VE-land, British Columbia, Arizona, California, Oregon, Washington dan tentu saja beberapa JA-land. Sampai akhir contest terkumpul 108 QSO’s dengan diselingi family matter. Dan sampai hari ini, berdasarkan log-received Don Hill, AA5AU telah menerima sejumlah 675 logs dari seluruh dunia.

Bagaimana dr YB-land? Dan nampaknya hanya the one and the only, YB2ECG yang nangkring di laman log-received

Kontes yang kedua adalah 10M ARRL Contest pada tanggal 10 Desember; nah dari judulnya sudah jelas penyelenggara-nya adalah ARRL; dengan mode CW/SSB. Pertukaran mirip dengan 10M-RTTY yaitu serial number untuk DX dan country untuk W-land. Diselingi dengan hujan deras dan aktifitas keluarga hanya berhasil mengumpulkan sejumlah 54QSO’s. Hal yang menarik adalah QSO skip antara YB2ECG dan YB2DX OM Hans di Grobogan; cukup sulit ternyata ber-QSO Semarang-Grobogan; barangkali karena antena mengarah ke NA jadinya mesti dua kali kesempatan yang berbeda baru bisa confirm itupun masih diperlukan re-konfirmasi via BBM, ha ha…… Thanks OM Budi.

Secara umum cukup menikmati kesempatan langka dengan dua buah seri kontes di 10m; sebelum siklus SFI-144 yang katanya kembali lagi 11 tahun berikutnya! Jadi cukup beruntung khan?

 

Susahnya kalau kita bertemu, berteman dan bersohib sesama penggila gadget………. siap-siaplah bakal keratjoenan. Demikian juga yang sekarang terjadi. Pada even kunjungan ke Jakarta kemarin dalam rangka Jakarta Ham Festival, secara penuh transportasi dan akomodasi ditanggung oleh sahibul bait YD0NGA alias OM Fitra di Pondok Bambu; menyadari bahwa even Jakarta Ham Fest kurang lengkap dengan techno-workshop akhirnya kami bersepakat untuk nyempal dan berkunjung ke pusat gadget dan hamshop di Glodok.

Selain survey perkembangan teknologi, eh, harga hamshack di Jakarta, menyempatkan pula survey gadget secara langsung di pasar-nya. Yang menjadi perhatian adalah gadget ber-basis droid alias Android; dan beranalogi di QTH-nya YD0NGA ternyata sudah terpasang Android-TV ex SuperSpring dan tablet Android seukuran 7″ ber-stempel Tabulet Octa; nah yang menarik dari dua droid ini adalah konektivitas ke TV LCD/LED via sambungan HDMI, sehingga bisa dirasakan surfing dan akses internet dengan layar lebar 32″ he he…..

Nah, sebenarnya satu minggu setelah HamFest di JCC berlangsung event yang pasti bikin kepala cenat-cenut; IndoComtech 2011 yang salah satu-nya adalah launching produk android dari TabuletPC berukuran 8″ dengan produk Tabulet Octa.

Nah, mumpung hari besar, November 5th segera disusun strategi untuk mengajukan proposal ke XYL dan Alhamdulillah indescent proposal ini langsung di-approve alias disetujui. Segera kirim pesan ke YD0NGA untuk order satu buah Tabulet Octa dari Jakarta; karena store Semarang yang di-rekomendasikan oleh TabuletPC ternyata belum ada stock sama sekali.

Nah, akhirnya dengan layanan sekelas courier internasional dengan selamat Octa sampai di Jl. Simongan.

Dengan layanan YES, Yakin Esok Sampai….ya memang ke-esokan hari-nya si Octa baru nongol setelah bolak-balik menanyakan ke front-office. Mirip bener menunggu kedatangan seseorang yang dirindu….wow!

 Nah, kesan pertama memang bener-bener stylish, dengan casing leather-case kulit aseli bikinan Indonesia,  walau relatif agak berat, lk 600 gram, berlayar 8″ memberikan ruang layar yang relatif lebih lebar dibandingkan pendahulunya tab-troy yang pernah ditimang-timang di QTH YD0NGA. Walau processor agak beda Cortex A8 1 GHz, sudah dilengkapi dengan SD 4 GB, dengan multi-touch dan android Ginger Bread alias Roti Jahe.

Oke dah si Octa sudah di tangan, langkah awal adalah charge full minimal 4 jam rekomendasinya dan pulang dr kompeni langsung mampir ke toko komputer di Semarang walau sempet kehujanan dan kebanjiran dan sempet pula menitipkan si RedPulse ke tempat teman karena macet kena banjir :) si Octa langsung didandani dengan screen-guard dan tambahan external SD Card 16GB… Mantap dah.

Sebuah android-gadget tanpa akses internet ibarat pria yang terkena syndrome disfungsi ereksi; langsung dah dicoba koneksi dengan wifi di rumah yang mempergunakan Linksys WRT54GL. Opps olala….ternyata si Octa bisa berkoneksi dengan Linksys namun tidak bisa masuk ke internet untuk browse ataupun masuk ke android-market. Setelah konsultasi dengan the expert alias YD0NGA dapat diyakinkan bahwa problem utama mesti pada sektor DNS. Dan lucunya kalau kita google dengan keyword “can connect to router but can not browse internet’ akan muncul banyak sekali problem yang dialami oleh gadget berbasis android! dan kalau dikompilasi bisa terkumpul lebih 15 solusi saran dari yang sederhana menghidup-matikan router, ganti |IP static, install AppShare dan rekomendasi rooting.

Akhirnya dengan trial error dengan mengubah setting di router Linksys WRT54GL ke mode G-only, channel-6 , security  single (TKIP/AES only), dan set DNS router di set ke Google PublicDNS  8.8.8.8 dan 8.8.4.4 akhirnya si Octa dapat terkoneksi dan akses internet untuk browse dan install aplikasi di market.

 Nah, sisi menarik dari Octa yang lain adalah kelengkapan fitur 3G di samping layanan Wifi. Nah, uji coba pertama adalah dengan menggunakan layanan dari provider yang menyatakan dirinya operator GSM yang baik dengan paket internet untuk rakyat; AXIS-Pro, dikarenakan coverage di sekitar rumah dan kantor cukup memuaskan.

Uji coba dengan browse dan market tanpa masalah lanjut dengan uji coba aplikasi Ham Radio dengan aplikasi EchoLink untuk akses Indonesia Network di fasilitas EchLink. Dari gambar di sebelah terlihat bisa terkoneksi lancar dengan salah satu link Echolink di Jakarta via YB0DNY dan dapat mengikuti komunikasi dengan lancar.

QSO dapat lancar dengan layanan 3G; tinggal aplikasi lain saja yang perlu diinstal semacam aprs; semacam APRSDroid atau U2APRS yang masih macet.

Sisi kurang dari Octa adalah masalah berat badan yang berkisar 600 gram alias lebih dari setengah kilogram, selebihnya worth to buy apalagi kalau ditenteng dengan leather case-nya. Mantap!

Saya tidak ada interest dengan Tabulet, namun bagi rekan-rekan yang sedang memilah dan memilih tabulet Octa secara pribadi dapat menjadi alternatif mendapatkan gadget tablet berbasis android dengan reasonable-price. Tapi barangkali selepas membaca post-ingan ini omzet tabulet meningkat di kalangan amatir radio; tidak menolak lah kalau dapat tawaran Tabulet-Beat dengan harga menggoda! Hi hi……

Thanks to komendan YD0NGA yang telah bersusahpayah mencarikan Octa di Jakarta serta men-deliver ke Semarang dengan sehat wal afiat.

Mak…aku punya android baru mak!

Salah satu agenda kontes di mode RTTY yang saya pribadi anggap menarik dan masuk kategory 5 Stars Category adalah WAEDC alias Work All Europe Digital Contest yang di-manage oleh DARC (Deutsch Amateur Radio Club).

Apa yang menarik? WAE sebenarnya terbagi atas 3 bagian/mode: seri SSB, CW dan RTTY. Berbeda dengan mode yang lain pada mode rtty berlaku everybody works everybody alias tanpa melihat boundaries contester berada dan feature yang merupakan trade-mark WAE adalah pertukaran QTC.

Nah, memenuhi undangan OM Joerg, DL8WPX yang merupakan contest manager WAE, pagi ini dari Sabtu hingga Senin pagi dijadualkan WAE RTTY contest. Saya sendiri berencana mengikuti kategory single operator all band, low power dan tentu saja pilihan software adalah MixW (demo version).

Nah, cukup dengan Low Power 50 Watt Kenwood TS450S dengan TH2MK-IV siap action didukung oleh Acer 4720 dan LED wide screen Samsung (he he….enak bener contesting dengan layar lebar).

Propagasi nampaknya cukup terbuka untuk 10m dan 15m, dan saya rasakan 20m propagasi cukup berat untuk melakukan kegiatan contesting; jadinya sementara fokus pada 10m dan 15m. Dan untuk mengimbangi peroleh nilai (lho ini khan kontes) saya bermain-main dengan QTC’s sepanjang kondisi band memungkinkan.

Dan, ternyata memang benar 10m dan 15m memberikan andil kontribusi perolehan QSO yang menguntungkan; low band 40/80m sangat tidak berharap, he he…. Minggu pagi merupakan saat yang menyenangkan, untuk sementara melupakan aktifitas gowesing dan kembali menekuni hobby lama contesting di rtty~. Dengan kondisi band yang menguntungkan cukup dengan low power nampaknya cukup berhasil menembus tirai W-land; terbukti dengan pile-up dari W-land. Sempet logged OM Don, AA5AU, seorang avid dan mentor RTTY contesters dan nampaknya juga Don cukup memberikan hasil dengan memberikan spot di dx-cluster! Thanks Don!

Kondisi ini juga didukung oleh komentar W2FB, OM Steve Busono di page Facebook YB Land DX-club dx yang memberikan report solid copy di New Jersey! Thanks Steve!

Nah, di sela-sela contest berseliweran sms perihal WAE contest ini; terutama dari INS-99 OM Kustiono, pelanggan juara WAE series untuk kategory SWL. Saya nggak ngerti walau sudah punya lisensi YD2EEE OM satu ini masih seneng aja ikutan kontes nguping alias SWL-er. SMS yang berikutnya adalah dr YC2LEV yang menanyakan how to handle the QTC’s; pertanyaan menarik dan sebenarnya cukup sering diulas di blog-blog amatir radio.

Nah, jadinya tulisan post ini sekalian aja mengulas perihal QTC’s (seperti janji saya ke YC2LEV via sms).

Beberapa aturan kirim dan terima QTC pada WAE (rtty) antara lain :

  1. Harus dilakukan antar station berbeda continental. Ingat YB-land berada di Ocenia, kita bisa bertukar kirim QTC dengan Asia (pilih JA, 9V1 atau dengan stasiun pada kondisi komunikasi yang cukup reliable).
  2. Sebuah QTC terdiri dari waktu, callsign dan serial number dari QSO yang dilaporkan.
  3. Contoh 0458/YB2EMK/002 berarti bahwa kita telah berhasil ber-QSO dengan YB2EMK pada 0458 UTC dan memberikan serial number 002.
  4. Setiap QSO hanya boleh dilaporkan sekali sebagai QTC dan tidak boleh dilaporkan kembali ke stasiun aslinya.
  5. Sebuah QTC terdiri dari minimum 1 dan maksimum 10 data QSO
  6. Tulisan ini mengacu kepada penggunaan MixW. Untuk awal setting lakukan delete/penghapusan pada folder MixW file QTCTX.log dan QTCRX.log.
  7.  Untuk  MixW sudah disediakan text macro khusus untuk men-generate QTC; tinggal dibentuk menjadi satu kesatuan macro; namakan saja QTC Tx untuk mengirimkan QTC. Text macro untuk generate QTC : <TX><STATS:GENERATEQTC><CALL> QSL de <MYCALL> pse k <RX> akan memberikan kondisi transmit dan mengirimkan QTC dan diakhiri dengan closing dan kembali ke kondisi receive transceiver. <TX> < STATS:REPEATQTC> <CALL> QSL DE <MYCALL> K <RX> akan memberikan perintah pengulangan kirim QTC secara keseluruhan; terkadang kondisi propagasi mengakibatkan tidak sempurna-nya seluruh QTC yang dikirimkan diterima secara lengkap dan sempurna.
  8. Untuk pengulangan sebagian, bersiaplah mempergunakan fungsi copy dan paste dan kirim; cara-nya cukup mudah dengan meng-highlight baris QTC yang diminta diulang, klik copy kemudian paste-kan ke windowt transmit dan lakukan transmit. Lakukan minimal 3 kali untuk mengantisipasi permintaan pengulangan.
  9. Untuk pengiriman QTC masukkan callsign lawan QSO yang akan menerima QTC pada layar WAE Dialog. Layar dialog WAE ini memberikan QTC yang tersedia untuk bisa dikirimkan.
  10. Selesai pengiriman lakukan close QSO dan save log; saving log selain mencatat data QSO juga menyimpan data QTC pada file QTCTx.log
  11. Untuk menerima QTC lakukan informasikan kepada lawan QSO; masukkan callsign lawan ke WAE dialog, setelah QTC lengkap diterima lakukan highlight/blok seluruh QTC dan klik add to statistik. QTC akan tertampil di layar dialog. Apabila ditemukan sebagian QTC tidak sempurna mintalah pengulangan dan lakukan editing dengan membuka file txt QTCRX.log.
  12. Nah, cukup mudah dan menyenangkan dan memberikan additional point bagi perhitungan score.

Dengan mengirim dan menerima QTC akan ditambahkan sejumlah point setara dengan jumlah QTC yang dikirimkan, sehingga dengan jumlah QSO yang relatif sedikit namun dengan memanfaatkan pertukaran QTC dapat diperoleh score yang lebih tinggi.

Untuk pengiriman log, pihak WAEDC tetap mempersyaratkan log dalam bentuk Cabrillo. Jangan lupa pula dikirimkan dua file QTCTX.log dan QTCRX.log sebagai data QTC kirim dan terima.

Pengin merasakan WAE RTTY yang sesungguhnya, cobalah manfaatkan fitur QTC.

Dan saya pribadi, setelah mengulas QTC di WAE ini Anda cukup percaya diri di dalam ikut aktif di dalam aktifitas kontes rtty serie WAE.

Do you have any QTC for me? Maka jawablah dengan yakin Yes, I have QTC for you, pse QRV!

Detail QTC handle pada logger/software yang lain semacam W1FB, N1MM, Writelog bisa ditengok blog-nya OM Phill, GU0SUP di sini.

Anda cuma punya modest-station, dengan hamshack entry level? Nggak cukup dana untuk dialokasikan untuk menambah perbendaharaan transceiver, antenna system? Namun pengin merasakan dan mengoperasikan transceiver yang mungkin tak terbayang untuk dimiliki, semacam Yaesu FT1000MP Mark-V lengkap dengan quad Cubec Antenna?

Nah, cara termudah adalah bergabung dengan seseorang yang memiliki dream-station? Alternatif lain adalah bergabung dengan club station atau club station contest!

Nah, kali ketiga ini pada event CQ WW SSB 2011, YE2R beraktifasi pada event akbar ini. Pada tahun 2009 dan 2010 YE2R aktif sebagai Multi Two station dan kali ini progresive untuk aktif pada kategory Multi Multi.

Kali ini didukung beberapa avid dx-contester dari YB-land yang berasal dari beberapa daerah yang berbeda: YB0AI, YB1AR, YB1HK, YB1TJ,  YB2BBY, YB2DX, YB2ECG, YB2TJV, YB2LSR, YB2TET, YB2VTO, YB3MM, YB3KM, YB3PXF, YB4IR, YB9WZJ.

Beberapa club contest yang lain adalah ‘musuh bebuyutan’ YE2R dari Jakarta YE0X yang kali ini turun pada kategori Multi Two di samping YE2S, club station contest dari Solo Baru.

Dengan didukung transceiver yang komplit didukung penuh oleh Ketua ORDA Jateng YB2AA dan Ketua ORDA DIY YB2WB sangatlah membanggakan diri; transceiver yang digunakan antara lain Yaesu FT1000MP Mark-V 2 unit untuk station 15m dan 20m, Kenwood TS570D untuk station 10m, IC-775 DSP untuk 80m,  agak lupa transceiver mana yang dipergunakan untuk 40m dan 160m, he he…..

Logger tentu saja fully supported dengan N1MM, lengkap dengan country files dan partial data base yang terbaru.

Nah, pengin merasakan hamshack impian? Beergabunglah dengan club-contest yang tentu saja kelengkapan hamshack lebih dari sekedar modest station!

Apa yang terpikirkan dengan istilah HamFest? Secara lateral mungkin yang terpikir adalah tempat berkumpulnya kawanan amatir radio; acara workshop, sharing knowledge perihal ke-amatiranradio, seminar, flea-market dan tentu saja rag-chew secara langsung alias eyeball sesama amatir radio.

Nah, gambaran itulah yang mendorong kaki ini melangkah dan menerbangi jarak Semarang-Jakarta (walau masih agak trauma dengan namanya penerbangan di musim hujan) dengan harapan akan bertemu dan menikmati ragam acara Amatir Radio Hamfest. Lho bukannya hamfest kali ini diselenggarakan di ibukota dan berbarengan dengan even nasional Musyawarah Nasional ORARI yang akan menentukan arah kemana ORARI akan dibawa?

Okelah setelah berdiskusi dengan sohib, YB3TD dan tuan rumah YD0NGA akhirnya terbelilah two-way tickets Semarang-Jakarta-Semarang; walau akhirnya si OM Rivai nggak jadi berangkat ke Jakarta.

Sabtu pagi dengan penerbangan pagi akhirnya nyampai dan dijemput OM Fitra di Soetta dan langsung meluncur ke venue hamfest di lapangan parkir IRTI Monas (saya pikir pelaksanaannya di Monas itu sendiri).

Nah, arena hamfest itu sendiri akhirnya terdiri atas beberapa stand/booth yang berbentuk huruf  ‘U’ dengan centre point panggung yang terpasang organ/keyboard tunggal.

Titik temu pertama adalah booth dari YBDX-club alias club DX-ing dari YB-land yang secara spontan terbentuk via forum Blackberry Messenger; booth yang lain yang menarik adalah antena amatir radio produksi OM Nur, YB1DYU dan stand lokal Jatinegara yang menampilkan eQSO. Stand/booth yang lain tampak peminat Echo-Link dan booth 7.070Mhz. Booth selebihnya adalah booth para aktifis flea-market dan penyedia acesories yang lain; dari tee-shirt, pin, topi dan pelayanan bordir.

Adakah acara workshop? Ya, tertampil pada tenda peleton di ujung arena ada semacam sarasehan lebih tepatnya dibanding acara workshop adalah sarasehan mengenai ORARI Nusantara Net (ONN); sebenarnya cukup menarik sarasehan ini untuk memotret gambaran kegiatan net di Nusantara.

Ada lagi booth yang menarik?

Ya, jelas di ujung tengah/centre point arena adalah panggung gembira yang diisi dengan keyboard/organ tunggal dan diisi partisipasi dari rekan-rekan amatir seluruh Nusantara. Dan, nampaknya yang masih tergiang-ngiang di telinga ini adalah lagu yang lagi booming di Indonesia oleh mbak Ayu Ting-Ting – Alamat Palsu!

Kemana Kemana Kemana………….

Ya, kemana ORARI akan melangkah dan dibawa arah oleh Nakhoda yang baru? Let’s wait and see….~

Kira-kira apa persepsi Amatir Radio (baca: ORARI) di mata Breaker?

Sebenarnya tanpa disengaja bertemu dengan suami-istri di warung kelapa muda langganan kalau pas fun bike untuk sekedar melepas dahaga dan mengganti cairan tubuh; nah suami istri ini kebetulan ketemu bareng di acara fun bike; nah karena sang suami membawa perangkat komunikasi HT 2m iseng-iseng tanya:  wah seneng mainan radio ya? Itu radio apa pak? Di frekuensi berapa? Ikutan organisasi apa? Kebetulan beliau-nya membawa HT made in China single band VHF! (Coba kalau bawa Icom IC-2GAT) :D

Nah, iseng-iseng pula tanya ikutan organisasi yang mana? yang berbaju hitjau atau ORARi terus gimana sih ORARI itu? nah, kali ini yang menjawab adalah istrinya: (rada kaget juga sih karena amplitudo-nya jadi meninggi)

ORARI itu :

  1. Anggota-nya orang intelek
  2. Anggota-nya orang-orang kaya
  3. Anggota-nya nggak suka kumpul-kumpul bersilaturahmi nggak segayeng paguyuban.
  4. Kalau dukom suka telat, susah koordinasi-nya!

Saya sendiri nggak habis pikir kenapa jawaban sang istri demikian sewotnya… ha ha…

Nah, saudara-saudara demikianlah first impression  dari mereka yang sama-sama pengguna frekuensi radio di negeri ini. Mungkin ada benarnya kali bahwa anggota ORARI

  1. Intelek, barangkali  karena pakai ujian amatir radio, langganan majalah CQ atau ARRL, suka nulis di buletin semacam BeON, suka bikin blog tentang amatir radio…. dll
  2. Orang-nya kaya-kaya, ya mungkin sesuai priveledge-nya punya all band transceiver tidak sebatas VHF 2m, antenna-nya tentu saja disesuaikan, belum amplifier, tower antenna, komputer, jaringan internet.
  3. Anggota-nya nggak suka kumpul-kumpul bersilaturahmi nggak segayeng paguyuban; nah ini rada susah juga. Beberapa kali pertemuan hamfest, training dan sharin knowledge rasanya lebih ramai tuh ajang jeng-jeng alias keyboard tunggal-nya, he he….
  4. Kalau dukom suka telat, susah koordinasi-nya! Ya rada bingung juga ya rasanya ‘dukom’ lebaran kemarin cukup ramai di VHF, HF 40m dan di layanan VOIP ada eQSO/iQSO dan echo-link.

Ya, apapun itu komentar dan pembelaan rasanya cukup bermanfaat untuk evaluasi diri. Quo Vadis ORARI Quo Vadis Amatir Radio Indonesia di tengah Law Enforcement tentang Radio Regulation dan Pemanfaatan Frekuensi yang sedemikian amburadul-nya?

Nah, mumpung pada mau ber-Munas di Jakarta besok 21-23 Oktober 2011 eh barangkali menjadi bahan pertimbangan ke mana mau dibawa Amatir Radio ini?

Atau barangkali ada yang menambahkan : Apakah persepsi Anda tentang Amatir Radio (baca: ORARI) di Indonesia? Monggo!

Bermula dari tulisan di laman eham.net jadinya rada penasaran juga untuk mecoba layanan LOTW dari ARRL, di samping rasanya cukup menantang melihat award statistik dari Logger32 untuk mode digital/rtty.

Rasanya cukup menantang pula untuk aplikasi DXCC di segmen RTTY; dan nampaknya di YB-land juga nggak terlalu banyak yang apply dxcc mode rtty/digital.

Okelah. Sesuai dengan instruksi yang diberikan dalam bentuk format .pdf rasanya cukup mudah untuk mengaplikasikan LOTW.

Untuk mengguanakan layanan ini cukup menempuh 6 (enam) buah langkah/step; sila tengok ke sini. Langkah yang utama adalah mengunduh dan menginstall TQSL (Trusted QSL) yang terdiri atas dua program TQSL Certificate dan TQSL.

Langkah berikutnya adalah meminta/request certificate untuk callsign yang kita punyai dengan menggunakan TQSL Certificate dan akan terbentuk file misal YB2ECG.tq5, nah file TQ5 ini perlu dikirimkan via email ke lotw-logs@arrl.org. Langkah berikutnya adalah mengirimkan dokumentasi via pos/surat ke ARRL yang berupa fotocopy IAR dan dokumen yang lain semisal KTP/SIM.

Sampai tulisan ini terbentuk saya pribadi masih menunggu kiriman email yang berisi balasan dan lampiran file YB2ECG.TQ6 yang berupa certificate untuk aktifasi langkah berikutnya.

Apakah fungsi LOTW?, yang pasti adalah digunakan untuk aplikasi award yang dikeluarkan oleh ARRL; sampai hari ini valid untuk aplikasi DX-CC (DX-Century Club),  WAZ (Work All Zone) dan VUCC (VHF/UHF Century Club) secara elektronik/digitalize tanpa perlu verifikasi QSL card secara riel (walau LOTW ditujukan tidak untuk menggantikan kartu QSL).

Kepingin aplikasi DXCC dan WAZ secara elektronik dan relatif cepat proses-nya? Cobalah LOTW!

Amatir Radio, biasanya (dulu), identik dengan malas gerak (olahraga), kuat merokok dan kuat minum kopi. Dengan paduan ini dapat dipastikan akan betah untuk ngobrol di depan radio sekedar ragchew, kontesting bahkan mungkin sambil bermain solder. Akibatnya barangkali kebugaran akan berkurang. Tubuh pucat, rambut berdiri, bukan karena emisi RF namun lebih karena tidak imbang antara kegiatan fisik terhadap tubuh.

Anda mesti tetep fit alias bugar. Nah, dari alasan inilah si OM sekarang aktif bergowes-ria; yang memang terkadang agak berbenturan dengan agenda amatir radio, tapi demi fitalitas dan kebugaran serta menekan cholesterol serta nilai TGE yang semakin tinggi mutlak harus bergerak. Nah, pilihannya adalah gowes dan sekalian ber-B2W.

Nah, aktifitas B2W (Bike To Work) memang menyenangkan dan menyehatkan. Namun melihat kondisi lalu lintas dan perilaku pemakai jalan yang kurang ber-edukasi yang suka srunthal-srunthul dan sepeda merupakan alat transportasi yang ter-marjinal-kan memang perlu tindakan pencegahan.

Belajar dari risk analysis mutlak diperlukan tata cara bersepeda yang baik. Yang jelas kondisi sepeda harus fit dan sehat, pergunakan safety device yang cukup : helm dan sarung tangan serta lampu depan/belakang pada saat nite-ride.

Tetep stay on left, dan pergunakan tanda-tanda/signaling untuk isyarat berbelok serta jangan lupa kartu identitas diri.

Nah, beberapa waktu yang lalu sempet kejadian di Semarang, satu orang pesepeda ditabrak oleh pengemudi mabuk habis pulang dugem. Pesepeda tentu saja meninggal, namun sangat disayangkan pesepeda ini tidak membawa kartu pengenal sehingga terpaksa jenazah berdiam dulu di kamar jenazah sambil menunggu proses identifikasi.

Berkaca dari pengalaman di atas, dan terkadang suka ketinggalan dompet di saku celana, diperlukan id-device yang cukup; ya semacam tag yang dipunyai para tentara GI atau semacam dog-tag.

Pilihan di internet akhirnya tertuju pada produk wrist-id buatan RoadID.com; harga relatif dibandingkan manfaatnya. Informasi yang diperlukan dapat dicetak dan digrafir dengan teknologi laser pada gelang. Dengan 5 (lima) baris dapat dicetak kustomise apa yang dikehendaki.

Anda seorang biker, pegowes, pelari, atau atlit yang beraktifitas di jalan raya? Nampaknya produk RoadID ini bisa menjadi pelengkap piranti safety di jalan raya. Untuk order silakan klik link banner di sebelah kiri.

Happy gowes dan keep safe.

 

Me Myself

Road ID

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 24,658 hits

Follow Me

By: TwitterButtons.com

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4 other followers

The Guest

Top Rated

Visitor Clusters

Free counters!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.