You are currently browsing the category archive for the ‘Uncategorized’ category.

Selama ber’karir’ di mode dijital RTTY, mode yang digunakan adalah AFSK, audio frequency shift keying di mana data dijital direpresentasikan oleh perubahan pitch pada tone, sementara teknik lain FSK, frequeny shift keying FSK jarang atau belum pernah dijamah. Nah, mumpung IC-7300 support teknik FSK saatnya dijajal pada perhelatan CQ-WPX-RTTY. Software yang dipergunakan tidak lagi MixW yang selama ini menjadi andalan, namun menjajal N1MM+ ditambah dengan MMTTY engine dengan tambahan EXTFSK untuk bisa bekerja dengan teknik FSK.

Sebenarnya apapun teknik yang dipakai FSK ataupun AFSK selama mode rtty-nya sesuai pasti bisa konek dan ber-QSO. Setiap teknik rtty yang dipergunakan memiliki masing-masing plus/minus-nya.

AFSK, dengan teknik ini trik QSY akan lebih mudah bagi pemula, cukup pindahkan kursor cross-hair pada isyarat rtty pada layar waterfall otomatis akan zero-beat. Dengan teknik ini mutlak diperhatikan level audio dengan mengamati level ALC agar sinyal yang ditransmisikan tidak cacat/overmodulated yang akan mengganggu stasiun tetangga, penggunaan built-in filter RTTY tidak bisa dipergunakan. Frekuensi kerja tidak sama antara yang ditampilan di waterfall dengan indikator di radio.

FSK, dengan teknik ini tidak menggunakan keluaran soundcard untuk ditransmisikan, sinyal yang ditransmisikan adalah sinyal rtty langsung dari radio. Soundcard hanya dipergunakan untuk input received sinyal, oleh karena-nya tidak dipusingkan lagi dengan level audio pada ALC indikator. Kelebihan lain, filter yang terpasang bisa dipergunakan untuk meminimalisir gangguan di sekitar working frekuensi; selain itu frekuensi yang dipancarkan sesuai dengan indikator di radio. Bagi pemula mungkin dirasakan kesulitan untuk tune-in lawan QSO, untuk zero-beat dengan cara memutar dial perlahan hingga isyarat rtty tertangkap pada indikator.

Dashboard N1MM+ logger
Dashboard engine MMTTY dengan layar Telnet N1MM+

Nah, berapa pencapaian mengikuti kontes CQ-WPX-RTTY ini? Nggak banyak lah, sekedar having fun saja di 40M, diselingi aktifitas mengantar YD2BUX di Sabtu sore dan Minggu pagi ditambah mati-lampu di hari Sabtu, berhasil dibukukan 70 Q’s di 40m. Rerata di ‘lokal’ Asia dan beberapa sempat lompat ke W-land.

Yang penting sudah bisa nyicipin truely FSK-RTTY.

little pestol

Nah, pengin menikmati FSK RTTY, cobalah….tinggalkan sebentar FT8 dan rasakan nikmatnya yang klasik: RTTY.

NanoVNA

Ada satu ‘adult-toys’ yang barusan diterima, aha, NanoVNA. Bentuknya mungil, seukuran kartu kredit, terdiri atas dua port channel, tombol on-off dan selector. Sumber daya pakai port micro-USB sekaligus sebagai port data apabila disambungkan dgn PC atau smart-phone dengan OTG adapter.

Nah, apa sebenarnya fungsi NanoVNA? Sebagai sebuah Vector Network Analyzer, VNA dapat mengukur beberapa parameter antenna atau kabel coax: nilai SWR, impedance dan Loss.

NanoVNA pun bersifat open-source, sebenarnya bisa saja merakit sendiri namun membayangkan komponen-komponen yg kecil bisa dibayangkan kesulitannya.

Sebenar-nya lcd bawaan NanoVNA-nya sudah cukup memberikan gambaran terhadap alat yg diukur, namun karena bersifat open-source, banyak tersedia software yang berbasis PC maupun Android.

NanoVNA on Android
NanoVNASaver on PC

Contoh tangkupan di atas adalah penggunaan NanoVNA yg disambungkan dgn android yg menjalankan aplikasi nanoVNA. Install aplikasi via playstore dan sambungkab nanoVNA dng kabel OTG.

Sedangkan screenshot yg kedua menggunakan program nanoVNASaver berbasis PC. Silakan dipilih sesuai dengan kepraktisannya.

#25 Indonesia

Berbicara tentang Roundup, pikiran langsung mengarah ke mode RTTY, namun dengan semakin populer-nya FT8, rtty kayaknya semakin tergeser. Bahkan agenda roundup contest pun akhir terdisrupsi oleh FT8.

Yo wis, dicobalah FT8 rasa kontes, terus terang, imho dibandingkan dgn rtty kontes di FT8 agak berbeda suasana emosional-nya (maklum saya pecinta, blais, rtty). Hambar karena full otomatis oleh software.

Fokus cuma di 40m dan low power 20Watt cukuplah mendapat #25.

IC-7300 Waterfall

2019 memang tahun politik, hastag yang kemarin sempat viral dari satu partai, biasalah menjadi gimmick politik, namun bagi amatir hesteg tersebut cukup menginspirasi; jadinya adalah #2019gantiradio.

Nah, alhamdulillah keturutan pula hesteg tersebut; penginnya sih IC-7610 namun Alhamdulillah masih dapat kesempatan mendapatkan IC-7300; yang sama-sama lineup dari ICOM dan merupakan entry level untuk SDR-Transceiver.

IC07300 audio scope

Pada saat radio diterima masih menggunakan firmware versi 1.13 sementara dari website-nya ICOM sudah tersedia versi 1.30; nah sebelum di-explore ke feature lain langkah awal adalah update firmware-nya.

Firmware 1.30

Cukup mudah untuk update firmware-nya….Nantikan posting berikut-nya untuk explore si IC-7300 ini.

8A14JB QSL

Late post; ORARI Daerah Jawa Barat baru menyelenggarakan Musyawarah Daerah, Musda ke-14, nah biasanya pada kegiatan semacam musda diadakan Special Event Station/SES, nah yang menarik ada SES dengan moda SSTV di 40m dan RX-only.

Ya udah, ikutan saja….dipancarkan 6 series pictures yang diambil dari foto kegiatan Musda plus test sending picture dapat dicapture. Moda SSTV menggunakan mode PD90 dan cukup-lah radio di-feed langsung dengan Android yang menjalankan Robot36.

Logged TX7T

Lagi ramai-ramainya diskusi di WA group perihal dx-pedition di Marquesas Island TX7T saat masuk rumah….diinfo baru aktif di 7.056Mhz. Nah, langsung dah menyalakan notebook dan FT857D yang masih terpasang dengan LDG-Z11Pro-II.

Running 20Watt coba tuned di moda FT8, klik mode hound dan fitur split. Ciri khas dx-pedition agar mudah menghandle pile-up adalah dengan working split. Tx di-atur di atas estimasi RX-nya TX7T, kebetulan saya pasang di 1300Hz sementara RX akan mengikuti transmisi TX7T terakhir.

Nah, memang harus ekstra sabar pada kondisi pile-up, namun tiba-tiba terdecode: YB2ECG TX7T -03 ………… wow saya harus teriak demikian. TX7T saya berikan report -16dB sementara dia kasih -03dB…..jhahahaha… cukup sakti juga rotary dipole-ku.

Mranggen – Pasific ndaa….

Penasaran nggak sama TX7T di mana? Di tengah laut Pasific nda…. gile, sekumpulan ham-radio berduyun-duyun ke pulau di tengah Pasific ‘hanya’ untuk bermain radio dan menggunakan mode FT8…… luar biasa!

Sabtu ini sebenarnya ada WAE RTTY contest, namun antenna yg memungkinkan cuma rotary dipole dan radio yg sudah dipasang ft857d dengan Z-11ProII tuner yg maksimal 30 watt untuk dijital mode.

Nah, sudah lama nggak nengok FT8, setelah beberapa QSO di 40m, kok kepingin nyobain lagi JS8Call.

JS8Call sendiri sebenarnya berbasis FT8. Awalnya dikenal dengan FT8Call, namun oleh creatornya, KN4CRD, Jordan Sherer diubah-namanya menjadi JS8Call, dengan mode generik untuk adif adalah JS8.

OM Jordan merasa QSO di FT8 kayak hambar, kenapa tidak diubah nuansanya semacam keyboard-to-keyboard, semacam rtty/bpsk. Nah jadilah JS8Call ini dengan style keyboard-to-keyboard tapi dgn ‘teknologi’ FT8 yg efisien untuk weak signal.

Bandplan di 40m ada di 7.078Mhz, janjian dgn YC2MPF, OM Frans dr Semarang namun kayaknya skip…padahal kalau pakai FT8 lancar jaya….what’s wrong?

Akhirnya nekad CQ-ing saja…hingga akhirnya di-repotin oleh VK8JG, dan akhirnya OM Max, 4F1BYN dr Manila kasih report status di JS8Call.

Blais…akhirnya berhasil juga QSO di JS8.

Typical saya adalah trial-error; nggak masalah, justru dgn metode ini banyak hal yg bisa diambil pelajarannya.

Esensi completed QSO adalah exchange: sent -17, received -18. Aha…..finally logged.

Thanks for Max, 4F1BYN, for my first JS8 QSO.

Wanna try…..ayook.

Pada kegiatan Muyawarah Daeragh ORARI Jawa Barat ke-14 mengadakan Special Event Station/SES 8A14JB.

Salah satu-nya adalah dgn moda SSTV (rx only) di band 40m dgn mode PD90.

Dikirimkan 6 seri pictures dan kebetulan deket dengan radio bisa receive dgn baik, termasuk bonus test pic 😀

Hasil-nya lumayanlah dapat 1 QSL card SES; cuma panitia agaknya lupa kalau RSQ di SSTV tuh maksimal 595 😀

Aniway GL fer Musda.

Ada beberapa type kontester; ada yang serius banget, jauh hari udah persiapan, kondisi propagasi pada hari-H dipelajari, band mana dan beaming ke arah mana yang akan menambah perolehan score, dll diperhitungkan dan direncanakan.

Type lain, termasuk saya pribadi, dgn melihat time-managemen keluarga kayaknya udah nggak mampu sebegitu serius-nya. Jadi-nya masuk-lah ke kategori non-serious contester; yang penting heppy, dan menikmati suasana kontes.

Kalau sempat di-pile-up itu bonus saja, seperti dapat sertifikat kayak di bawah anggap saja sebagai apresiasi diri…

Yang penting heppy nda…

#5 Oceania, #5 Indonesia, Single-Op Assisted 20M band

#1 Oceania, #1 Indonesia, Tribander/Single Element

Ada layanan award gratis dari Paolo Corsetti, IK3GER, salah satu-nya adalah Worked IARU Countries award yang terbagi atas 3 Region IARU; dan terdiri atas 2 class dengan masing-masing persyaratan.

Prosedur/rules-nya cukup mudah, unduh saja file exel-nya terus isi data QSO: stasiun worked, date, time, band dan mode.

Paling mudah ya ambil saja data dr LoTW dan pakai filter berdasarkan country worked-nya.

Kalau sudah lengkapi exell-nya dan kirimkan ke Paolo, dalam 1-2 hari award file akan dikirimkan.

Mau coba? Monggo…search aja IK3GER.

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 66,957 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});