IC-7300 Waterfall

2019 memang tahun politik, hastag yang kemarin sempat viral dari satu partai, biasalah menjadi gimmick politik, namun bagi amatir hesteg tersebut cukup menginspirasi; jadinya adalah #2019gantiradio.

Nah, alhamdulillah keturutan pula hesteg tersebut; penginnya sih IC-7610 namun Alhamdulillah masih dapat kesempatan mendapatkan IC-7300; yang sama-sama lineup dari ICOM dan merupakan entry level untuk SDR-Transceiver.

IC07300 audio scope

Pada saat radio diterima masih menggunakan firmware versi 1.13 sementara dari website-nya ICOM sudah tersedia versi 1.30; nah sebelum di-explore ke feature lain langkah awal adalah update firmware-nya.

Firmware 1.30

Cukup mudah untuk update firmware-nya….Nantikan posting berikut-nya untuk explore si IC-7300 ini.

8A14JB QSL

Late post; ORARI Daerah Jawa Barat baru menyelenggarakan Musyawarah Daerah, Musda ke-14, nah biasanya pada kegiatan semacam musda diadakan Special Event Station/SES, nah yang menarik ada SES dengan moda SSTV di 40m dan RX-only.

Ya udah, ikutan saja….dipancarkan 6 series pictures yang diambil dari foto kegiatan Musda plus test sending picture dapat dicapture. Moda SSTV menggunakan mode PD90 dan cukup-lah radio di-feed langsung dengan Android yang menjalankan Robot36.

Logged TX7T

Lagi ramai-ramainya diskusi di WA group perihal dx-pedition di Marquesas Island TX7T saat masuk rumah….diinfo baru aktif di 7.056Mhz. Nah, langsung dah menyalakan notebook dan FT857D yang masih terpasang dengan LDG-Z11Pro-II.

Running 20Watt coba tuned di moda FT8, klik mode hound dan fitur split. Ciri khas dx-pedition agar mudah menghandle pile-up adalah dengan working split. Tx di-atur di atas estimasi RX-nya TX7T, kebetulan saya pasang di 1300Hz sementara RX akan mengikuti transmisi TX7T terakhir.

Nah, memang harus ekstra sabar pada kondisi pile-up, namun tiba-tiba terdecode: YB2ECG TX7T -03 ………… wow saya harus teriak demikian. TX7T saya berikan report -16dB sementara dia kasih -03dB…..jhahahaha… cukup sakti juga rotary dipole-ku.

Mranggen – Pasific ndaa….

Penasaran nggak sama TX7T di mana? Di tengah laut Pasific nda…. gile, sekumpulan ham-radio berduyun-duyun ke pulau di tengah Pasific ‘hanya’ untuk bermain radio dan menggunakan mode FT8…… luar biasa!

Sabtu ini sebenarnya ada WAE RTTY contest, namun antenna yg memungkinkan cuma rotary dipole dan radio yg sudah dipasang ft857d dengan Z-11ProII tuner yg maksimal 30 watt untuk dijital mode.

Nah, sudah lama nggak nengok FT8, setelah beberapa QSO di 40m, kok kepingin nyobain lagi JS8Call.

JS8Call sendiri sebenarnya berbasis FT8. Awalnya dikenal dengan FT8Call, namun oleh creatornya, KN4CRD, Jordan Sherer diubah-namanya menjadi JS8Call, dengan mode generik untuk adif adalah JS8.

OM Jordan merasa QSO di FT8 kayak hambar, kenapa tidak diubah nuansanya semacam keyboard-to-keyboard, semacam rtty/bpsk. Nah jadilah JS8Call ini dengan style keyboard-to-keyboard tapi dgn ‘teknologi’ FT8 yg efisien untuk weak signal.

Bandplan di 40m ada di 7.078Mhz, janjian dgn YC2MPF, OM Frans dr Semarang namun kayaknya skip…padahal kalau pakai FT8 lancar jaya….what’s wrong?

Akhirnya nekad CQ-ing saja…hingga akhirnya di-repotin oleh VK8JG, dan akhirnya OM Max, 4F1BYN dr Manila kasih report status di JS8Call.

Blais…akhirnya berhasil juga QSO di JS8.

Typical saya adalah trial-error; nggak masalah, justru dgn metode ini banyak hal yg bisa diambil pelajarannya.

Esensi completed QSO adalah exchange: sent -17, received -18. Aha…..finally logged.

Thanks for Max, 4F1BYN, for my first JS8 QSO.

Wanna try…..ayook.

Pada kegiatan Muyawarah Daeragh ORARI Jawa Barat ke-14 mengadakan Special Event Station/SES 8A14JB.

Salah satu-nya adalah dgn moda SSTV (rx only) di band 40m dgn mode PD90.

Dikirimkan 6 seri pictures dan kebetulan deket dengan radio bisa receive dgn baik, termasuk bonus test pic 😀

Hasil-nya lumayanlah dapat 1 QSL card SES; cuma panitia agaknya lupa kalau RSQ di SSTV tuh maksimal 595 😀

Aniway GL fer Musda.

eh, ada yang ketinggalan……..

British Amateur Radio Teledata Group, Sprint Contest 2018, #219 World Single-Op All Band 100W

Ada beberapa type kontester; ada yang serius banget, jauh hari udah persiapan, kondisi propagasi pada hari-H dipelajari, band mana dan beaming ke arah mana yang akan menambah perolehan score, dll diperhitungkan dan direncanakan.

Type lain, termasuk saya pribadi, dgn melihat time-managemen keluarga kayaknya udah nggak mampu sebegitu serius-nya. Jadi-nya masuk-lah ke kategori non-serious contester; yang penting heppy, dan menikmati suasana kontes.

Kalau sempat di-pile-up itu bonus saja, seperti dapat sertifikat kayak di bawah anggap saja sebagai apresiasi diri…

Yang penting heppy nda…

#5 Oceania, #5 Indonesia, Single-Op Assisted 20M band

#1 Oceania, #1 Indonesia, Tribander/Single Element

Ada layanan award gratis dari Paolo Corsetti, IK3GER, salah satu-nya adalah Worked IARU Countries award yang terbagi atas 3 Region IARU; dan terdiri atas 2 class dengan masing-masing persyaratan.

Prosedur/rules-nya cukup mudah, unduh saja file exel-nya terus isi data QSO: stasiun worked, date, time, band dan mode.

Paling mudah ya ambil saja data dr LoTW dan pakai filter berdasarkan country worked-nya.

Kalau sudah lengkapi exell-nya dan kirimkan ke Paolo, dalam 1-2 hari award file akan dikirimkan.

Mau coba? Monggo…search aja IK3GER.

 

Dr. Owen Garriott W5LFL. Owen died on April 15th, 2019 at the age of 88.
During his rich career, he was responsible for radio communications (CapCom) with the astronauts of the Apollo 11. In another period he was the deputy director of the Space Flight Center in the USA. Owen participated in the flight to the Skylab 3 orbital station (1973) and in the Columbia shuttle flight STS-9 mission (1983). Owen’s mission aboard the shuttle in 1983 turned out to be a milestone for amateur radio. According to AMSAT, he operated the world’s first amateur radio station from space W5LFL. It starts a new era of spaceflight combined with amateur radio. Since then, a lot of shuttle flights have been taking place, flights to the MIR space station and now to the International Space Station (ISS) with the participation of astronauts and cosmonauts serving and using radio amateur equipment.
SSTV transmissions from the International Space Station are possible thank to the involvement of many people – ARISS volunteers from around the world.

Cukup simple dan tegas mengenai siapa Owen Garriott, W5LFL yang secara khusus diselebrasi dari tanggal 1-4 Agustus 2019 dengan memancarkan image via SSTV dari stasiun ISS modul Rusia (RS0ISS).

Cukup beruntung dari last minnute, tanggal 3 Agustus 2019 pukul 23.26-23.30 saat stasiun ISS melintas 72 derajad di atas OI52fx. Cukup mudah untuk menerima transmisi di 145.800 MHz mode FM dengan mode PD-120. Sinyal lumayan luber.

Walau sedikit gerimis dan dikerubutin nyamuk, cukup menyenangkan melihat line-by-line Robot36 mendecode image SSTV.

Sama dengan pengalaman beberapa tahun yang lalu, sila flesbek ke sini, mendecode image sstv dari ISS cukup mudah; langkah yang harus dipersiapkan adalah (note: saya mempergunakan Android phone, Xiaomi Redmi Note-4, software yang dipergunakan tersedia di google-play)

  1. Cari perkiraan waktu ISS melintas di QTH Anda; saya mempergunakan ISS Detector Pro. Simulasikan laju pergerakan dari AOS/Acquisition Of Signal, TCA/Time of Closest Approach dan LOS/Loss oSignal
  2. Install Robot36 dan set mode ke PD mode-120 (konfirmasi ke pengumuman dari ISS)
  3. Saya mempergunakan dual band moxon-yagi yang biasa dipergunakan untuk komunikasi via satelite sehingga mudah untuk mendapatkan sinyal yang cukup.
  4. Setelah terdengar nada sstv dekatkan speakder dengan mikropone-android phone; segera akan terdecode image sstv yang dikirimkan. Atur arah antenna untuk mendapatkan solid-copy sinyal ISS.
  5. Setelah terdecode sempurna segera simpan hasil decode tersebut; image akan disimpan dengan format .png
  6. Segera submit untuk mendapatkan award.

Cukup mudah khan?

 

IO-86, sebuah satellite punya negeri sendiri, Lapansat-A2 sebenarnya sudah mengudara lama, dan dilengkapi dgn payload amatir cross-band VHF/UHF.

Mungkin faktor antena kali ya, karena 3 tahun yang lalu belum punya antenna analyzer di rentang UHF/VHF.

Sebagai bagian roadmap ke EME rasanya kebutuhan analyzer ini sudah mendesak. Akhirnya didapatkan Surecom SA-250.

Akhirnya dimulailah menggarap moxon yagi dual band antenna yang secara praktis simple membuat dan aligning matching-nya.

Dengan bahan batang aluminum, pipa conduite dan tee jadilah Moxon-Yagi dual band.

Setelah terpasang, dengan sedikit alignment spasi elemen moxon-nya didapatkan swr yg pas sesuai desain-nya.

Saya mengcopy modifikasi-nya George Smart.

Cukup flat di working frekuensi-nya IO-86.

Nah, selepas kerja kebetulan lihat prediksi kayaknya pass malam ini cukup bagus.

Gimana hasil-nya?

Silakan dilihat di sini https://youtu.be/6T2k1LKZgeg

See you on the bird for next pass…

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 66,809 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 10 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});