Dapat informasi dr twitter-nya ARRL kalau kosmonot Rusia dari Russian Service Modul akan melakukan eksperimen SSTV, karena dari modul Rusia callsign yang dipakai adalag RS0ISS. Kegiatan ini direncanakan antara 9-10 Juni 2021.

Seperti biasa gear yang dipergunakan adalah antena moxon dual band VHF/UHF dan aplikasi sstv encoder basis Android: Robot 36, nah receiver-nya apa dong? Pasti dah perku dicoba receiver baru: TRX-1. Prediksi software menggunakan ISS detector, dan nampak-nya passes-nya ISS relatif rendah, namun nggak ada salah-nya dicoba; akhir-nya pukul 20.38, Whistler TRX-1 diposikan pada mode scan dan tuned pada 145.800MHz, puter-puter antenna dari barat ke arah selatan, beruntung masih dapat satu kesempatan mendecode satu frame. Kualitas sinyal dengan TRX-1 lumayan bagus, memang pada awal agak terganggu noise, namun pada akhir session sinyal sempurna hingga didapatkan hasil decode yang cukup bersih.

So, nyata-nya TRX-1 tidak hanya bisa digunakan untuk scanner digital, dibawa lari-lari untuk decode sstv dari RS0ISS pun sangat mumpuni….

Para penyuka dijital mode, pasti kenal dong dengan MixW, karena lengkap-nya mode dijital yang bisa disupport dapat julukan Swiss Army-knife digital mode; mau mode apa tersedia, dari CW decoder, BPSK, Packet, FeldHell, RTTY semuanya didukung. Ibarat gadis, cantik, cerdas dan bisa berbagai gaya….. Oops.

User interface-nya mirip Digipan-nya Skip Tyler, tapi besutan Nick Fedosev ini lebih kaya. Dan walaupun menjadi primadona tapi kok ya nggak pernah jadi registered user ya, ya maklum $50 cukup bermakna.

Nah memasuki jaman new normal MixW nampaknya juga nggak mau ketinggalan, berkembang-nya FT-x harus ditunjang, dan akhirnya bener-bener berubah, dikelola oleh RigExpert mixW2 menjadi dan berkembang MixW4.

Apa yang berubah? User interface-nya bener-bener berubah, elemen lay-out-nya drastis berubah. Modul add-on contest sudah sebagian built-in, nggak tahu nanti RA3BB mau support nggak, namun kayaknya didorong untuk kustom semacam N1MM dengan UDC-nya. Menarik.

Untuk menampung seluruh window dan mempermudah lay-out sebaiknya menggunakan dual monitor atau wide monitor. Pengalaman install di Notebook cukup bikin gemes…

Mau coba monggo versi gratis-nya…

Antenna bawaan Whistler TRX-1 kayaknya didisain untuk cover allband, nah terkadang fokus scanning nguping mode P25 di 800Mhz punya bapak2 polisi. Nah lihat original 800Mhz antenna-nya Whistler atau Uniden kok lumayan juga, belum lagi biaya S/H dan kustom.

Rekomendasi shohib disarankan beli aja antena GSM800 yang bekerja di 800Mhz, namun perlu tambahan adapter SMA-to-BNC.

Ternyata banyak juga dijual via toko online, dan cukup murmer. Hasil pengecekan dengan NanoVNA cukup rata swr-nya di rentah 800Mhz. Jadilah alternatif antenna 800Mhz yang kecil dan mungil.

Monggo kalau sedang butuh alternatif antenna yang murmer, dan dari hasil pengamatan cukup penambah penguatan sinyal terlihat dari indikator signal-nya.

Awalnya iseng saja, scanning dan setting N1MM untuk mode CW (walau nggak ikutan WPX-CW) saat terdengar loud and clear di 40M. Posisi power output power di 2% atau sekitar 2Watt. Iseng saja kirim isyarat dgn keyer-nya N1MM eh ternyata direspon. Beber juga ya CW memang powerful even QRP. Thanks 8A728SUB for confirming our QSO.

Selalu ada yang baru di ham-radio, baik di perangkat keras maupun di sisi perangkat lunak. Perangkat lunak pada umum-nya terkait logger ataupun CAT alias PC-controller, baik yang berbayar maupun yang gratis.

Tulisan kali ini menyangkut software untuk controller atau CAT yang barusan di-release tanggal 24 Mei kemarin, ditulis oleh Elliot, W6EL, terus terang saya agak konfus dengan W6EL Sheldon yang juga create W6ELProp yang sering saya gunakan untuk prediksi propagasi.

Setting awal memang, bagi saya, agak ribet, beberapa perubahan opsi di IC7300 harus dicermati terutama parameter di CI-V nya. Untuk mendapatkan spectrum pastikan bahwa baudrate USB-nya harus 115.200.

Monggo kalau pengin njajal WFview sila unduh di wfview.org. Banyak yang bilang cukup menjanjika karena free dan opensource di berbagai platform.

Rejeki anak sholeh namanya, Alhamdulillah…. subuh bangun tidur mengecek inbox WA, ternyata senior di ham radio, OM Arnold, YB2EMK bilang kalau beliau sekarang ada di Semarang, berhubung nggak bisa masuk kota Kudus karena lock-down kenaikan penderita Covid-19; okay-lah mumpung Sabtu libur, disempatkan untuk berkunjung dan sekalian silaturahmi dan rag-chew ngalor ngidul, ngomongin, tentu saja, hal-ikhwal radio dan pernak-pernik jaman kuliah.

Sebenarnya lewat pembicaraan sebelumnya, YB2EMK akan memberikan amanah untuk merawat sebuah communication receiver ex Yaesu FRG-8800…. wow, serasa gamer yang mendapatkan hadiah PS-5 bro, jhahahaha…. Akhirnya Alhamdulillah diboyonglah Yaesu FRG-8800 tersebut ke YB2ECG.

Menyadur dari situs RigPix, FRG-8800 ini tergolong communication receiver, dengan spesifikasi all-mode (AM,FM, SSB,CW) pada rentang HF dan VHF (opsional konverter); power supply direct AC 240Volt jadi tinggal tancap sudah bisa dinyalakan.

Terus terang, kehadiran sebuah allband-allmode receiver serasa melemparkan kembali ke jaman SD/SMP/SMA kala masih seneng-nya hobby SWL alias pendengar gelombang pendek; jangan dibayangkan menjadi SWL saat itu sudah lengkap dengan receiver kelas ini, radio cukup radio AM dan SW1-3 itupun sudah cukup memuaskan untuk mendengarkan radio VOA, ABC, DW yang masih ditransmisikan secara real di frequency radio.

Malam ini, kutinggalkan CQ-WPX-CW untuk sementara mengenal anggota keluarga baru, FRG-8800. Ya karena jaman sudah android hobby SWL harus dilengkapi dengan tools support untuk mendukung SWL ini, terekomendasi adalah ShortWave Schedule yang selalu update. Ayo……….. jadi SWL lagi, alias komunitas radio tanpa tombol PTT.

TRX-1

Sebelum-nya, kayak di post terdahulu sempet njajal barang pinjaman scanner sultan dari Uniden seri SDS-100, rasanya kurang ramah di kantong.

Sempat menimbang-nimbang kiranya worthed nggak mainan scanner, namun kayaknya bikin penasaran nih golongan radio tanpa tombol ptt ini.

Nah akhirnya alternatif-nya adalah Whistler TRX-1 yang dibaca di beberapa review cukup positif. Build material-nya compact, dilengkapi dengan lapisan bumper rubber anti benturan, diharapkan aman dari risiko rusak.

Dalam unit-nya terdiri dari unit scanner, built-in SD card, rubber bumper, antena, belt clip, kabel usb untuk charge/programming, dan 2 unit acesories.

Banyak posibilitas untuk exploring mainan ini, so keep in touch untuk posting-an berikut-nya.

Iseng aja nih
Single Op Assisted QRP 7MHz, #1 Indonesia, #1 Oceania #19 World; additional Oceania Record, Zone-28 Records

Single Op Unlimited, Phone Only Low Power

Me Myself

WRTC2020 Qualification Score

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 70,007 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 11 other followers

Visitor Clusters

iklan nih

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});