eh, ada yang ketinggalan……..

British Amateur Radio Teledata Group, Sprint Contest 2018, #219 World Single-Op All Band 100W

Ada beberapa type kontester; ada yang serius banget, jauh hari udah persiapan, kondisi propagasi pada hari-H dipelajari, band mana dan beaming ke arah mana yang akan menambah perolehan score, dll diperhitungkan dan direncanakan.

Type lain, termasuk saya pribadi, dgn melihat time-managemen keluarga kayaknya udah nggak mampu sebegitu serius-nya. Jadi-nya masuk-lah ke kategori non-serious contester; yang penting heppy, dan menikmati suasana kontes.

Kalau sempat di-pile-up itu bonus saja, seperti dapat sertifikat kayak di bawah anggap saja sebagai apresiasi diri…

Yang penting heppy nda…

#5 Oceania, #5 Indonesia, Single-Op Assisted 20M band

#1 Oceania, #1 Indonesia, Tribander/Single Element

Ada layanan award gratis dari Paolo Corsetti, IK3GER, salah satu-nya adalah Worked IARU Countries award yang terbagi atas 3 Region IARU; dan terdiri atas 2 class dengan masing-masing persyaratan.

Prosedur/rules-nya cukup mudah, unduh saja file exel-nya terus isi data QSO: stasiun worked, date, time, band dan mode.

Paling mudah ya ambil saja data dr LoTW dan pakai filter berdasarkan country worked-nya.

Kalau sudah lengkapi exell-nya dan kirimkan ke Paolo, dalam 1-2 hari award file akan dikirimkan.

Mau coba? Monggo…search aja IK3GER.

 

Dr. Owen Garriott W5LFL. Owen died on April 15th, 2019 at the age of 88.
During his rich career, he was responsible for radio communications (CapCom) with the astronauts of the Apollo 11. In another period he was the deputy director of the Space Flight Center in the USA. Owen participated in the flight to the Skylab 3 orbital station (1973) and in the Columbia shuttle flight STS-9 mission (1983). Owen’s mission aboard the shuttle in 1983 turned out to be a milestone for amateur radio. According to AMSAT, he operated the world’s first amateur radio station from space W5LFL. It starts a new era of spaceflight combined with amateur radio. Since then, a lot of shuttle flights have been taking place, flights to the MIR space station and now to the International Space Station (ISS) with the participation of astronauts and cosmonauts serving and using radio amateur equipment.
SSTV transmissions from the International Space Station are possible thank to the involvement of many people – ARISS volunteers from around the world.

Cukup simple dan tegas mengenai siapa Owen Garriott, W5LFL yang secara khusus diselebrasi dari tanggal 1-4 Agustus 2019 dengan memancarkan image via SSTV dari stasiun ISS modul Rusia (RS0ISS).

Cukup beruntung dari last minnute, tanggal 3 Agustus 2019 pukul 23.26-23.30 saat stasiun ISS melintas 72 derajad di atas OI52fx. Cukup mudah untuk menerima transmisi di 145.800 MHz mode FM dengan mode PD-120. Sinyal lumayan luber.

Walau sedikit gerimis dan dikerubutin nyamuk, cukup menyenangkan melihat line-by-line Robot36 mendecode image SSTV.

Sama dengan pengalaman beberapa tahun yang lalu, sila flesbek ke sini, mendecode image sstv dari ISS cukup mudah; langkah yang harus dipersiapkan adalah (note: saya mempergunakan Android phone, Xiaomi Redmi Note-4, software yang dipergunakan tersedia di google-play)

  1. Cari perkiraan waktu ISS melintas di QTH Anda; saya mempergunakan ISS Detector Pro. Simulasikan laju pergerakan dari AOS/Acquisition Of Signal, TCA/Time of Closest Approach dan LOS/Loss oSignal
  2. Install Robot36 dan set mode ke PD mode-120 (konfirmasi ke pengumuman dari ISS)
  3. Saya mempergunakan dual band moxon-yagi yang biasa dipergunakan untuk komunikasi via satelite sehingga mudah untuk mendapatkan sinyal yang cukup.
  4. Setelah terdengar nada sstv dekatkan speakder dengan mikropone-android phone; segera akan terdecode image sstv yang dikirimkan. Atur arah antenna untuk mendapatkan solid-copy sinyal ISS.
  5. Setelah terdecode sempurna segera simpan hasil decode tersebut; image akan disimpan dengan format .png
  6. Segera submit untuk mendapatkan award.

Cukup mudah khan?

 

IO-86, sebuah satellite punya negeri sendiri, Lapansat-A2 sebenarnya sudah mengudara lama, dan dilengkapi dgn payload amatir cross-band VHF/UHF.

Mungkin faktor antena kali ya, karena 3 tahun yang lalu belum punya antenna analyzer di rentang UHF/VHF.

Sebagai bagian roadmap ke EME rasanya kebutuhan analyzer ini sudah mendesak. Akhirnya didapatkan Surecom SA-250.

Akhirnya dimulailah menggarap moxon yagi dual band antenna yang secara praktis simple membuat dan aligning matching-nya.

Dengan bahan batang aluminum, pipa conduite dan tee jadilah Moxon-Yagi dual band.

Setelah terpasang, dengan sedikit alignment spasi elemen moxon-nya didapatkan swr yg pas sesuai desain-nya.

Saya mengcopy modifikasi-nya George Smart.

Cukup flat di working frekuensi-nya IO-86.

Nah, selepas kerja kebetulan lihat prediksi kayaknya pass malam ini cukup bagus.

Gimana hasil-nya?

Silakan dilihat di sini https://youtu.be/6T2k1LKZgeg

See you on the bird for next pass…

Terkadang diperlukan barang dari pihak ketiga untuk mempercantik sebuah produk. Jam tangan misal-nya, strap bawaan aseli-nya mungkin standar-standar saja dan kurang memberikan nilai lebih (‘cakep’).

Nah, kebetulan ada G-Shock GG-1000 warna hitam bezel-nya namun strap bawaannya warna military hijau, namun kok rasanya standar saja. Dipikir pikir karena Mudman identik dengan ketangguhan ‘military’ gimana kalau strap diganti dengan yang bernuansa military juga?

Pilihan strap tertuju pada type Nato-Zulu Strap.

Langsung dah cari di olshop.

Nah, untuk menggunakan Nato/Zulu strap G-shock harus dipasang dulu dengan adapter untuk memasukkan strap ke body jam-nya.

Mulai-lah operasi melepas strap aseli bawaan dan simpan di tempat yang aman, eh siapa tahu suatu saat pengin dipakai lagi.

Pasang adapter, kunci dengan lugs bawaannya dan masukkan strap ke celah pada adapter, udah selesai dan si Mudman sudah tampil lebih kece dengan military strap….

Mau coba? Monggo….

So, Anda seorang amatir. Meyakini betul bahwa radio amatir adalah hobby yang terbaik. Anda geluti hingga usia Anda akan berakhir. Pertinyiinnya adalah :

Siapa yang akan meneruskan hobby hebat Anda ini?

Siapa yang merawat hamshack yang Anda kumpulkan dengan sekuat tenaga, dan bahkan Istri pun sebenarnya tidak tahu harga real-nya berapa? Ikhlas sepeninggal Anda hamshack di-lelang dengan harga yang seandainya Anda dengar akan menjadi gemes?

Jadi, Anda perlu generasi yang akan meneruskan hobby ini. Anak lah yang menjadi opsi utama. Tapi nampaknya dengan perkembangan gadget jaman NOW, rasanya kecil banget anak Anda akan terjun ke radio amatir; too OLD bagi mereka mungkin.

Alhamdulillah, satu dari anak laki-laki saya menyatakan; Yah, kapan aku boleh mainan radio sama Ayah? Wow….really? ya, bermula dia mengikuti kegiatan outdoor naik bukit dan menginap semalaman dan lihat kakak senior dan pendamping kegiatan menggunakan radio transceiver – HT.

Sebagai ayah yang baik, tentu saja mengatakan; Nak, boleh saja ntar mainan radio sama ayah, namun harus punya ijin legal dulu dong, biar tidak ilegal…. OKay…dia menyanggupi tantangan UNAR ini. Waduh, akhirnya Bapak-nya sendiri yang kebat-kebit.

Ya udah, segera mendaftar UNAR, Alhamdulillah satu bulan lagi ada jadual UNAR di Kendal. Karena masih 14 tahun, mutlak perlu surat ijin/keterangan dari orangtua serta softcopy foto dengan background merah saat ndaftar masuk SMP tahun lalu, ndaftar via web SDPPI, dan Alhamdulillah diyatakan okay untuk ikutan UNAR.

Segera googling, tanya di group, perihal bank soal UNAR untuk tingkat siaga.

Okay, tenggat waktu satu bulan diisi dengan latihan mengerjakan bank soal, dan fokus SKS/Sistim Kebut Semalam sabtu malam, dan Minggu pagi meluncur ke pendopo kabupaten Kendal untuk mengikuti UNAR.

Ada sekitar 300-an peserta UNAR yang ikut berasal dari Jawa Tengah; termuda ada 2: sama-sama  kelas  7,  Ilham  dan  anaknya  OM  Adi,  YB2GV.

Rada dheg-dhegan juga melihat anak sendiri mengerjakan soal UNAR yang terdiri atas Pancasila, Peraturan Radio, Teknik Radio dan bahasa Inggris. Tapi ya biarlah dia merasakan terjun bebas di masyarakat umum, mengerjakan soal UNAR bersama bapak-bapak calon amatir radio.

Biar tenang, selama UNAR bapaknya jalan-jalan ke area depan Pendopo, biasa khas ORARI mesti ada sajian organ tunggal dan sarapan pecel khas kabupaten Kendal.

Dengan era keterbukaan, dengan sistim via web internet, Alhamdulillah kurang lebih 2 hari telah di-upload hasil kelulusan UNAR.

Alhamdulillah Ilham lulus, dan beberapa hari kemudian, seminggu kalau nggak salah sudah terbit IAR dan Alhamdulillah mendapatkan callsign yang cukup bagus; YD2BUX, awalnya pengin mengajukan vanity call YD2HAM namun kayaknya YD2BUX sudah bagus; bukannya BUX berkonotasi $? Jhahahaha….. nggak lah BUX mengingatkan Buck Rogers pada serial Battle Star Galactica di tahun 80-an….

Baiklah…pembinaan seorang amatir adalah selepas dia mendapatkan ijian amatir-nya. QSO pertama adalah kegiatan net Ramadhan pada YC2ZAS….semoga ini menjadi awal QSO yang manis dan mendorong BUX untuk aktif di dalam kegiatan amatir radio selanjutnya

First QSO Award on progress claim ke ARRL….

#4 Indonesia untuk Single-op, LP 40m Assisted…jelas #akurapopo

Menyambung postingan sebelumnya, FT857D tidak dilengkapi dengan internat ATU/Automatic Tuner Unit makanya harus dicadangkan untuk investasi tuner.

Sebenarnya ada tuner yang dedicated untuk transceiver Yaesu seri FT-5x7D dari LDG electronics, semisal YT100, namun kebutuhan tuner bisa multi transceiver, kategori zero power yg tidak terlalu besar disipasi daya transceiver untuk proses tuning-nya.

Beberapa alternatif misal-nya tuner dr MFJ namun kayaknya dari beberapa reviewer ham terekomendasi ke produk LDG.

Jadilah order Z-11ProII ke gigaparts via jastip usa2indo.

Praktis kuranglebih 3 minggu dr order dan pembayaran barang sudah diterima dengan baik.

Serasi emang disandingkan dengan FT857D.

Sudah dari dulu kepingin punya transceiver ultra compact yang bisa dijinjing dan dibawa portable kemana-mana.

Awalnya melirik FT817ND yang termasuk QRP/low power 5 Watt, namun ternyata produk-nya sudah diskontinyu dan digantikan oleh FT818 seri.

Kenapa ultra-compact? Ya karena melingkupi all band dan allmode dr range 70cm sampai 160m tentu saja juga 6M dan sedikit trick bisa bekerja di 60M sesuai permen kominfo yang terbaru.

Gimana tuner-nya khan 857D nggak dilengkapi dengan tuner? Keep calm ya….

Nantikan posting berikutnya.

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 66,213 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});