Terkadang diperlukan barang dari pihak ketiga untuk mempercantik sebuah produk. Jam tangan misal-nya, strap bawaan aseli-nya mungkin standar-standar saja dan kurang memberikan nilai lebih (‘cakep’).

Nah, kebetulan ada G-Shock GG-1000 warna hitam bezel-nya namun strap bawaannya warna military hijau, namun kok rasanya standar saja. Dipikir pikir karena Mudman identik dengan ketangguhan ‘military’ gimana kalau strap diganti dengan yang bernuansa military juga?

Pilihan strap tertuju pada type Nato-Zulu Strap.

Langsung dah cari di olshop.

Nah, untuk menggunakan Nato/Zulu strap G-shock harus dipasang dulu dengan adapter untuk memasukkan strap ke body jam-nya.

Mulai-lah operasi melepas strap aseli bawaan dan simpan di tempat yang aman, eh siapa tahu suatu saat pengin dipakai lagi.

Pasang adapter, kunci dengan lugs bawaannya dan masukkan strap ke celah pada adapter, udah selesai dan si Mudman sudah tampil lebih kece dengan military strap….

Mau coba? Monggo….

So, Anda seorang amatir. Meyakini betul bahwa radio amatir adalah hobby yang terbaik. Anda geluti hingga usia Anda akan berakhir. Pertinyiinnya adalah :

Siapa yang akan meneruskan hobby hebat Anda ini?

Siapa yang merawat hamshack yang Anda kumpulkan dengan sekuat tenaga, dan bahkan Istri pun sebenarnya tidak tahu harga real-nya berapa? Ikhlas sepeninggal Anda hamshack di-lelang dengan harga yang seandainya Anda dengar akan menjadi gemes?

Jadi, Anda perlu generasi yang akan meneruskan hobby ini. Anak lah yang menjadi opsi utama. Tapi nampaknya dengan perkembangan gadget jaman NOW, rasanya kecil banget anak Anda akan terjun ke radio amatir; too OLD bagi mereka mungkin.

Alhamdulillah, satu dari anak laki-laki saya menyatakan; Yah, kapan aku boleh mainan radio sama Ayah? Wow….really? ya, bermula dia mengikuti kegiatan outdoor naik bukit dan menginap semalaman dan lihat kakak senior dan pendamping kegiatan menggunakan radio transceiver – HT.

Sebagai ayah yang baik, tentu saja mengatakan; Nak, boleh saja ntar mainan radio sama ayah, namun harus punya ijin legal dulu dong, biar tidak ilegal…. OKay…dia menyanggupi tantangan UNAR ini. Waduh, akhirnya Bapak-nya sendiri yang kebat-kebit.

Ya udah, segera mendaftar UNAR, Alhamdulillah satu bulan lagi ada jadual UNAR di Kendal. Karena masih 14 tahun, mutlak perlu surat ijin/keterangan dari orangtua serta softcopy foto dengan background merah saat ndaftar masuk SMP tahun lalu, ndaftar via web SDPPI, dan Alhamdulillah diyatakan okay untuk ikutan UNAR.

Segera googling, tanya di group, perihal bank soal UNAR untuk tingkat siaga.

Okay, tenggat waktu satu bulan diisi dengan latihan mengerjakan bank soal, dan fokus SKS/Sistim Kebut Semalam sabtu malam, dan Minggu pagi meluncur ke pendopo kabupaten Kendal untuk mengikuti UNAR.

Ada sekitar 300-an peserta UNAR yang ikut berasal dari Jawa Tengah; termuda ada 2: sama-sama  kelas  7,  Ilham  dan  anaknya  OM  Adi,  YB2GV.

Rada dheg-dhegan juga melihat anak sendiri mengerjakan soal UNAR yang terdiri atas Pancasila, Peraturan Radio, Teknik Radio dan bahasa Inggris. Tapi ya biarlah dia merasakan terjun bebas di masyarakat umum, mengerjakan soal UNAR bersama bapak-bapak calon amatir radio.

Biar tenang, selama UNAR bapaknya jalan-jalan ke area depan Pendopo, biasa khas ORARI mesti ada sajian organ tunggal dan sarapan pecel khas kabupaten Kendal.

Dengan era keterbukaan, dengan sistim via web internet, Alhamdulillah kurang lebih 2 hari telah di-upload hasil kelulusan UNAR.

Alhamdulillah Ilham lulus, dan beberapa hari kemudian, seminggu kalau nggak salah sudah terbit IAR dan Alhamdulillah mendapatkan callsign yang cukup bagus; YD2BUX, awalnya pengin mengajukan vanity call YD2HAM namun kayaknya YD2BUX sudah bagus; bukannya BUX berkonotasi $? Jhahahaha….. nggak lah BUX mengingatkan Buck Rogers pada serial Battle Star Galactica di tahun 80-an….

Baiklah…pembinaan seorang amatir adalah selepas dia mendapatkan ijian amatir-nya. QSO pertama adalah kegiatan net Ramadhan pada YC2ZAS….semoga ini menjadi awal QSO yang manis dan mendorong BUX untuk aktif di dalam kegiatan amatir radio selanjutnya

First QSO Award on progress claim ke ARRL….

#4 Indonesia untuk Single-op, LP 40m Assisted…jelas #akurapopo

Menyambung postingan sebelumnya, FT857D tidak dilengkapi dengan internat ATU/Automatic Tuner Unit makanya harus dicadangkan untuk investasi tuner.

Sebenarnya ada tuner yang dedicated untuk transceiver Yaesu seri FT-5x7D dari LDG electronics, semisal YT100, namun kebutuhan tuner bisa multi transceiver, kategori zero power yg tidak terlalu besar disipasi daya transceiver untuk proses tuning-nya.

Beberapa alternatif misal-nya tuner dr MFJ namun kayaknya dari beberapa reviewer ham terekomendasi ke produk LDG.

Jadilah order Z-11ProII ke gigaparts via jastip usa2indo.

Praktis kuranglebih 3 minggu dr order dan pembayaran barang sudah diterima dengan baik.

Serasi emang disandingkan dengan FT857D.

Sudah dari dulu kepingin punya transceiver ultra compact yang bisa dijinjing dan dibawa portable kemana-mana.

Awalnya melirik FT817ND yang termasuk QRP/low power 5 Watt, namun ternyata produk-nya sudah diskontinyu dan digantikan oleh FT818 seri.

Kenapa ultra-compact? Ya karena melingkupi all band dan allmode dr range 70cm sampai 160m tentu saja juga 6M dan sedikit trick bisa bekerja di 60M sesuai permen kominfo yang terbaru.

Gimana tuner-nya khan 857D nggak dilengkapi dengan tuner? Keep calm ya….

Nantikan posting berikutnya.

Kali ini seri lain dr ARRL DX contest, njajal ikutan di phone dan band 40m, jhahhahhahha….

Cukup berat di kategori phone, tetapi #akurapopo

Satu kontes lagi yang klasik, dan populer, mungkin karena di-manage oleh ARRL.

Lumayan masih dapat slot, #1 Indonesia, #3 Oceania

Lumayan, Alhamdulillah masih dapat jatah di slot yg semakin padat.

Ikutan di kategori SO Assisted Low Power 15m dan kategori overlay Tribander element.

Keyword-nya hanya satu #akurapopo

Beberapa minggu ini mupeng lihat series G-Shock, apalagi jam tangan yg lama rusak setelah beberapa tahun menemani di pergelangan tangan. Ada beberapa pilihan antara Gravity Master serie GA-1100 atau Mudman GG-1000, tapi kalau lihat prejengane lebih ngganteng si Mudman. Walau si GG-1000 versi ekonomis dr versi Mudman yang lain. Secara lebih maskulin dan tangguh karena strap-ban nya warna hijau armylook. GG-1000 sendiri ada varian berdasar warna strap-ban: hitam, hijau dan khaki. Adakalanya memang perlu menyamankan diri untuk penampilan diri.

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 65,495 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});