#59 World #46 Indonesia #3 2-Call Area

Advertisements

Kembali even akbar ‘pecinta’ moda RTTY digelar oleh majalah CQ. Agenda rutin tahunan yang melengkapi seri kontes oleh majalah CQ.

Gawe besar ini bisa memberikan kesempatan untuk menambah pencapaian kredit DXCC untuk yang memang mau mengejar sertifikat bergengsi ini. Selebihnya adalah bagi penikmat kontesting di moda rtty.

Dari 48 jam slot waktu sebenarnya bisa dioptimalkan, walau kondisi propagasi di hi-band cenderung ‘berat’, tolong beritahu Dilan….

Sabtu pagi hingga siang praktis kurang aktif karena harus ke bengkel ngurusin pintu si Honda SM4, minggu-nya harus jadi iron-man karena seminggu nggak dikerjakan; praktis hanya Sabtu malam dan Minggu Pagi dan Sore, nggak masalah yang penting heppi.

Low-band cukup menyenangkan, cukup sulit mencari slot untuk RUN karena padatnya peserta dr YB-land di samping ada yang berlatih berhitung di frekuensi……

Hi-band yang cukup menjanjikan adalah di 20m namun ada saat menyenangkan saat mendapatkan pile-up dari sebagian besar EU di 15m; ini tidak lepas dari spot yang diberikan oleh OM5CD di 12.11Z wow….

Apa lesson-learn yang didapatkan dari kontes ini?

  1. Hospitality pada macro sebaiknya dihindarkan pada saat pile-up, closing QSO sebaiknya juga diupayakan efisien.
  2. Ikuti flow yang baku; contoh in-efisiensi beberapa stasiun lokal antara lain langsung memberikan report YB2ECG 599 XXX tanpa terlebih dulu S/P dengan callsign, akibatnya harus beberapa kali kirim QRZ CALL? Contoh inefisiensi yang lain adalah masih memberikan statement TU, padahal sudah di-closed dengan QSL TU, QRZ YB2ECG CQ he he…jadi keki dong.

Overall cukup memuaskan menikmati CQWPX RTTY kali ini. Masih terbuka kesempatan sebenarnya kalau waktu tersedia cukup… Tetapi typically amatir harus balanced, urusan rumah tangga mutlak diutamakan.

Ini CQWPXRTTY-ku….mana kontes-mu?

Tabik.

Ambo, rancak bana…yah mirip sinetron Salah Asuhan, tapi yg jelas ini bukan salah asuh.

Aku ora popo dapat nomor #23 se-Indonesia.

Single Op All Band Low Power #19 Indonesia, #22 Oceania

76th place World Single Operator All Band – RTTY

#2 Indonesian, #4 Oceania, Single Op Assisted Low Power 40m

Beberapa minggu ini mupeng lihat beberapa seri Casio G-Shock, apalagi jam tangan yang lama GA-100 lama sudah rusak dan nggak bisa diperbaiki. Ada beberapa pilihan antara seri Gravity Master serie GA-1100 atau seri Mudman (ekonomis) serie GG-1000. Namun kalau melihat prejengane/appearance-nya kayaknya lebih ngganteng si GG-1000; lebih maskulin dan tangguh karena tahan debu dan strap-ban-nya warna hijau army.

GG-1000 sendiri ada beberapa varian yang secara mudah dibedakan menurut warna strap-ban. Hijau army, hitam dan khaki (dessert). Memiliki dua sensor; termometer dan compass.

  • Case / bezel material: Resin / Stainless steel
  • Resin Band
  • Mineral Glass
  • Neobrite
  • Shock Resistant
  • Mud Resistant
  • 200-meter water resistance
  • LED backlight (Super Illuminator)
    Auto light switch, selectable illumination duration (1.5 seconds or 3 seconds), afterglow
  • Digital compass (NORTH)
    Hand indication of north (20 seconds continuous measurement)
    Measures and displays direction as one of 16 points
    Measuring range: 0 to 359°
    Measuring unit: 1°
    Bidirectional calibration
    Magnetic declination correction
    Bearing memory
  • Thermometer
    Display range: –10 to 60°C (14 to 140°F)
    Display unit: 0.1°C (0.2°F)
  • World time
    31 time zones (48 cities + coordinated universal time), daylight saving on/off
  • 1/100-second stopwatch
    Measuring capacity: 23:59’59.99”
    Measuring modes: Elapsed time, split time, 1st-2nd place times
  • Countdown timer
    Measuring unit: 1 second
    Countdown range: 60 minutes
    Countdown start time setting range: 1 minute to 60 minutes (1-minute increments)
  • 5 daily alarms (with 1 snooze alarm)
  • Hourly time signal
  • Low battery alert
  • Full auto-calendar (to year 2099)
  • 12/24-hour format
  • Button operation tone on/off
  • Regular timekeeping
    Analog: 3 hands (hour, minute (hand moves every 10 seconds), second)
    Digital: Hour, minute, second, pm, month, date, day
  • Accuracy: ±15 seconds per month
  • Approx. battery life: 2 years on SR927W × 2

Adakalanya memang perlu menyamankan diri untuk sedikit menambah penampilan diri….jhahahaha.

 

#4 Indonesia, #7 Oceania Single-op All Bands Low Power

ft8Sejatinya rada terlambat untuk mencoba mode baru varian dari JT-65/JT-9, dipublish pada tanggal 2 Juli di laman QRZnow, akhirnya hari ini iseng-iseng install WSJT-x versi 1.08 dan mencoba mode FT-8 ini. Untuk download sila ke sini. Dinamakan FT8 karena memang kombinasi antara Franke-Taylor design, 8-FSK modulation.

Apa kesan pertama menggunakan mode FT-8 ini? he he….ternyata serasa naik motor matik alias skutik. Kalau sebelumnya sudah install WSJT-x versi sebelumnya maka setting configuration-nya akan mengikuti, bahkan log ADIF-nya akan overwrite. Tapi no problem justru lebih menyenangkan.

Apalagi? Waktu transmit lebih pendek sekitar 15 detik dan menariknya lagi, serasa skutik-nya yang tadi, sekali kita klik merespon sebuah CQ dan meng-enable-kan TX serta direply oleh lawan QSO maka otomatis akan dikirimkan reply secara sequent sebuah QSO. Kalau toh, lawan QSO belum reply maka syntax macro yang bersesuaian tetap dikirimkan sampai closed QSO ditandai dengan pop-up untuk save log! Nah baru kita aktif-kan halt-tx biar bisa closed. Benar-benar otomatik.

logger32 FT8

Apa yang menarik lagi? Ternyata Logger32 versi terbaru dan e-QSL sudah support FT-8 so segeralah mencoba mode baru FT-8 semoga tidak ketinggalan dan bisa dikatakan menikmati kekinian…….

Agak bingung mendiskripsikan sertifikat tanah eh kontes ini; ya udahlah #1 Indonesia, #1 Oceania , #17 world Single Op, assisted Low power 40m

Advertisements

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 60,945 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});