ft8Sejatinya rada terlambat untuk mencoba mode baru varian dari JT-65/JT-9, dipublish pada tanggal 2 Juli di laman QRZnow, akhirnya hari ini iseng-iseng install WSJT-x versi 1.08 dan mencoba mode FT-8 ini. Untuk download sila ke sini. Dinamakan FT8 karena memang kombinasi antara Franke-Taylor design, 8-FSK modulation.

Apa kesan pertama menggunakan mode FT-8 ini? he he….ternyata serasa naik motor matik alias skutik. Kalau sebelumnya sudah install WSJT-x versi sebelumnya maka setting configuration-nya akan mengikuti, bahkan log ADIF-nya akan overwrite. Tapi no problem justru lebih menyenangkan.

Apalagi? Waktu transmit lebih pendek sekitar 15 detik dan menariknya lagi, serasa skutik-nya yang tadi, sekali kita klik merespon sebuah CQ dan meng-enable-kan TX serta direply oleh lawan QSO maka otomatis akan dikirimkan reply secara sequent sebuah QSO. Kalau toh, lawan QSO belum reply maka syntax macro yang bersesuaian tetap dikirimkan sampai closed QSO ditandai dengan pop-up untuk save log! Nah baru kita aktif-kan halt-tx biar bisa closed. Benar-benar otomatik.

logger32 FT8

Apa yang menarik lagi? Ternyata Logger32 versi terbaru dan e-QSL sudah support FT-8 so segeralah mencoba mode baru FT-8 semoga tidak ketinggalan dan bisa dikatakan menikmati kekinian…….

Agak bingung mendiskripsikan sertifikat tanah eh kontes ini; ya udahlah #1 Indonesia, #1 Oceania , #17 world Single Op, assisted Low power 40m

Single op, low power 40M 2016 CQ WW Contest CW

Terkadang muskil untuk ikutan di kategori 80m band, ah mana mungkin dapat skor dan mendapatkan sertifikat. Namun hal yg dirasa imposibel jadi posible..yang penting kata juragan saya Gas pol rem blong.

#2 Oceania, #17 World is pretty clear

Sebenarnya mungkin sudah tidak update lagi ya membahas Raspberry Pi; ya mungkin karena evolusi-nya sudah masuk ke Raspberry Pi-3; namun beberapa tulisan di majalah QST cukup menggoda untuk mencoba-nya, ya itung-itung belajar syntax Linux.

Paling mudah adalah order online via Tok*****ia; cari saja paket komplit lengkap dengan SD Card 16GB HC class-10, kabel HDMI plus power supply.

OS-nya saya coba dengan Raspbian; konon katanya yang paling populer; untuk instalasi menggunakan NOOBS; tinggal koneksikan kabel HDMI ke TV, keyboard dan mouse pada USB slot dan power supply langsung dah booting dengan sukses.

Untuk spesifikasi Raspberry Pi-3 adalah sbb :

SoC: Broadcom BCM2837
CPU: 4× ARM Cortex-A53, 1.2GHz
GPU: Broadcom VideoCore IV
RAM: 1GB LPDDR2 (900 MHz)
Networking: 10/100 Ethernet, 2.4GHz 802.11n wireless
Bluetooth: Bluetooth 4.1 Classic, Bluetooth Low Energy
Storage: microSD
GPIO: 40-pin header, populated
Ports: HDMI, 3.5mm analogue audio-video jack, 4× USB 2.0, Ethernet, Camera Serial Interface (CSI), Display Serial Interface (DSI)

Nah, rasakan menggunakan komputer dengan layar 42″ jhahahahaha….

Sasaran oprek adalah install KODI, alias program multimedia di Raspbian ini, sambil mengenal syntax linux. Next adalah install fldigi untuk digimode; Wow mantap mamen..

Karena dilengkapi dengan koneksi wireless cukup mengasyikan kalau Raspberry Pi ini dijadikan display youtube secara fullsize dengan format HD; malah mengalahkan ipTV-nya… he he…

Next project adalah melengkapi pi ini dengan LCD touchscreen; paling imut adalah 3.5″ atau kalau perlu 5″

Anda suka kegiatan kontesting dan atau barangkai dx-ped yang siap-siap ditimpuk’in bata alias piled-up? nah, tentunya saat kondisi yang mendorong adrenaline mengalir deras dua tangan tidak akan terlepas dari keyboard untuk logging khan? (kecuali Anda masih terbiasa mengetik dengan sebelas jari). Pada kondisi ini mutlak diperlukan headset dan foot pedal untuk menekan PTT yang terlepas dari tangan Anda.

Headset? banyak sih headset yang bisa dipergunakan; dari headset PC-game atau headset bikinan sendiri. Nah kali ini saya pengin membahagiakan diri saya sendiri dengan ber-invest headset yang rada premium.

Sebelumnya, pernah punya Headset ProSet elite dari HeilSound; cukup lumayan dah harganya, 3 iket nda. Namun sayang konstruksi-nya sangat lemah pada pivot-poin earcup-nya, kecelakaan di ruang shack jadinya patah. Nah, pengin dong penggantinya yang lebih kokoh konstruksi-nya dibanding Proset Elite; di samping spek teknis yang sama :

Generating Element: PSE 6 | PSE iC
Frequency Response: 100 Hz – 12.5 kHz |35 Hz – 12 kHz
Polar Pattern: Cardioid |Cardioid
Impedance: 600 Ohms |1.5 k ohms
Output Level: -57 dB at 1 kHz |-48dB at 1 kHz
Weight: 13.8 oz | 13.8 oz
Required Adapter: AD-1 Series |AD-1 series (AD-1-iC included)

Kelengkapan tombol reverse-phase juga sama dengan Proset Elite.

Nah, setelah menimbang-nimbang; diputuskan dah order langsung ke W-land; beberapa pilihan antara lain via HamRadio Outlet, Gigaparts atau Cheapham. Nah permasalahan adalah besaran bea masuk dan beberapa outlet tidak bisa menjamin pengiriman ke YB-land.

Mikir, akhirnya dapat solusi dengan jasa titipan; dipilihlah layanan usa2indo.com sebagai buying service.

Kontak via email; kasihkan link produk di HamRadio Oulet, segera akan dibalas dengan nilai uang muka (Rupiah) yang harus ditransfer via ATM. Nggak terlalu lama kurang lebih 2 minggu sudah ada update untuk transfer tambahan biaya ongkos kirim dari W-land to YB-land (350k) dan ongkos kirim lokal Jakarta-Semarang. Cukup puas dah dengan layanan buying service ini.

More detail, silakan tontong, “unboxing”  di channel youtube  di sini.

Monggo lho kalau mau order……

Test headset langsung dipergunakan untuk Depok Locator Contest…..awesome!

 

 

 

 

Pretty clear; 10m seems a little bit hard due the propagation. But stil have fun and also the certificates.

Kali ini tulisan blog nggak ada hubungannya dengan radio, tetapi masih related dengan amatir. Ya, tukang foto amatir yg sebatas menikmati hobby motret pakai kamera.

Masih setia dengan DSLR pertama Nikon D40, lengkap dengan kit lens 18-55 dan tambahan tele 55-200mm, pengin banget punyai fix lens. Nah, dari beberapa rekomendasi disarankan coba yg 1.8 atau yg 1.4 baik yg 35mm atau 50mm.

Nah, Alhamdulillah dapat rejeki. Yg terpikir adalah AF-S 50mm/f1.8G yg ekonomis di kantong. AF-S ya karena konsekuensi punya D40 yg belum ada built-in motor di body-nya.

Gimana hasilnya? Wuis, sadiis nda. Bokehn-nya yahuud, dan paling seneng dengan DOF-nya, dan tajem. Worthed lah dengan harga kisaran 2500K. 

Jangan tunggu lama-lama ntar menyesal kalau udah mupeng dgn lensa ini. Cuma jangan gunakan untuk foto bersama ya, takutnya fokus di baris depan, baris yg di belakang jadi kabur. Pergunakan untuk motret model cewek, bisa dijadikan modus untuk mendekat.

Keep jepret nda….

#akurapopo is my code…. Jhahhahaaha…..

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 59,329 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});