You are currently browsing the category archive for the ‘Gadget’ category.

Beberapa minggu ini mupeng lihat beberapa seri Casio G-Shock, apalagi jam tangan yang lama GA-100 lama sudah rusak dan nggak bisa diperbaiki. Ada beberapa pilihan antara seri Gravity Master serie GA-1100 atau seri Mudman (ekonomis) serie GG-1000. Namun kalau melihat prejengane/appearance-nya kayaknya lebih ngganteng si GG-1000; lebih maskulin dan tangguh karena tahan debu dan strap-ban-nya warna hijau army.

GG-1000 sendiri ada beberapa varian yang secara mudah dibedakan menurut warna strap-ban. Hijau army, hitam dan khaki (dessert). Memiliki dua sensor; termometer dan compass.

  • Case / bezel material: Resin / Stainless steel
  • Resin Band
  • Mineral Glass
  • Neobrite
  • Shock Resistant
  • Mud Resistant
  • 200-meter water resistance
  • LED backlight (Super Illuminator)
    Auto light switch, selectable illumination duration (1.5 seconds or 3 seconds), afterglow
  • Digital compass (NORTH)
    Hand indication of north (20 seconds continuous measurement)
    Measures and displays direction as one of 16 points
    Measuring range: 0 to 359°
    Measuring unit: 1°
    Bidirectional calibration
    Magnetic declination correction
    Bearing memory
  • Thermometer
    Display range: –10 to 60°C (14 to 140°F)
    Display unit: 0.1°C (0.2°F)
  • World time
    31 time zones (48 cities + coordinated universal time), daylight saving on/off
  • 1/100-second stopwatch
    Measuring capacity: 23:59’59.99”
    Measuring modes: Elapsed time, split time, 1st-2nd place times
  • Countdown timer
    Measuring unit: 1 second
    Countdown range: 60 minutes
    Countdown start time setting range: 1 minute to 60 minutes (1-minute increments)
  • 5 daily alarms (with 1 snooze alarm)
  • Hourly time signal
  • Low battery alert
  • Full auto-calendar (to year 2099)
  • 12/24-hour format
  • Button operation tone on/off
  • Regular timekeeping
    Analog: 3 hands (hour, minute (hand moves every 10 seconds), second)
    Digital: Hour, minute, second, pm, month, date, day
  • Accuracy: ±15 seconds per month
  • Approx. battery life: 2 years on SR927W × 2

Adakalanya memang perlu menyamankan diri untuk sedikit menambah penampilan diri….jhahahaha.

 

Advertisements

Sebenarnya mungkin sudah tidak update lagi ya membahas Raspberry Pi; ya mungkin karena evolusi-nya sudah masuk ke Raspberry Pi-3; namun beberapa tulisan di majalah QST cukup menggoda untuk mencoba-nya, ya itung-itung belajar syntax Linux.

Paling mudah adalah order online via Tok*****ia; cari saja paket komplit lengkap dengan SD Card 16GB HC class-10, kabel HDMI plus power supply.

OS-nya saya coba dengan Raspbian; konon katanya yang paling populer; untuk instalasi menggunakan NOOBS; tinggal koneksikan kabel HDMI ke TV, keyboard dan mouse pada USB slot dan power supply langsung dah booting dengan sukses.

Untuk spesifikasi Raspberry Pi-3 adalah sbb :

SoC: Broadcom BCM2837
CPU: 4× ARM Cortex-A53, 1.2GHz
GPU: Broadcom VideoCore IV
RAM: 1GB LPDDR2 (900 MHz)
Networking: 10/100 Ethernet, 2.4GHz 802.11n wireless
Bluetooth: Bluetooth 4.1 Classic, Bluetooth Low Energy
Storage: microSD
GPIO: 40-pin header, populated
Ports: HDMI, 3.5mm analogue audio-video jack, 4× USB 2.0, Ethernet, Camera Serial Interface (CSI), Display Serial Interface (DSI)

Nah, rasakan menggunakan komputer dengan layar 42″ jhahahahaha….

Sasaran oprek adalah install KODI, alias program multimedia di Raspbian ini, sambil mengenal syntax linux. Next adalah install fldigi untuk digimode; Wow mantap mamen..

Karena dilengkapi dengan koneksi wireless cukup mengasyikan kalau Raspberry Pi ini dijadikan display youtube secara fullsize dengan format HD; malah mengalahkan ipTV-nya… he he…

Next project adalah melengkapi pi ini dengan LCD touchscreen; paling imut adalah 3.5″ atau kalau perlu 5″

Anda suka kegiatan kontesting dan atau barangkai dx-ped yang siap-siap ditimpuk’in bata alias piled-up? nah, tentunya saat kondisi yang mendorong adrenaline mengalir deras dua tangan tidak akan terlepas dari keyboard untuk logging khan? (kecuali Anda masih terbiasa mengetik dengan sebelas jari). Pada kondisi ini mutlak diperlukan headset dan foot pedal untuk menekan PTT yang terlepas dari tangan Anda.

Headset? banyak sih headset yang bisa dipergunakan; dari headset PC-game atau headset bikinan sendiri. Nah kali ini saya pengin membahagiakan diri saya sendiri dengan ber-invest headset yang rada premium.

Sebelumnya, pernah punya Headset ProSet elite dari HeilSound; cukup lumayan dah harganya, 3 iket nda. Namun sayang konstruksi-nya sangat lemah pada pivot-poin earcup-nya, kecelakaan di ruang shack jadinya patah. Nah, pengin dong penggantinya yang lebih kokoh konstruksi-nya dibanding Proset Elite; di samping spek teknis yang sama :

Generating Element: PSE 6 | PSE iC
Frequency Response: 100 Hz – 12.5 kHz |35 Hz – 12 kHz
Polar Pattern: Cardioid |Cardioid
Impedance: 600 Ohms |1.5 k ohms
Output Level: -57 dB at 1 kHz |-48dB at 1 kHz
Weight: 13.8 oz | 13.8 oz
Required Adapter: AD-1 Series |AD-1 series (AD-1-iC included)

Kelengkapan tombol reverse-phase juga sama dengan Proset Elite.

Nah, setelah menimbang-nimbang; diputuskan dah order langsung ke W-land; beberapa pilihan antara lain via HamRadio Outlet, Gigaparts atau Cheapham. Nah permasalahan adalah besaran bea masuk dan beberapa outlet tidak bisa menjamin pengiriman ke YB-land.

Mikir, akhirnya dapat solusi dengan jasa titipan; dipilihlah layanan usa2indo.com sebagai buying service.

Kontak via email; kasihkan link produk di HamRadio Oulet, segera akan dibalas dengan nilai uang muka (Rupiah) yang harus ditransfer via ATM. Nggak terlalu lama kurang lebih 2 minggu sudah ada update untuk transfer tambahan biaya ongkos kirim dari W-land to YB-land (350k) dan ongkos kirim lokal Jakarta-Semarang. Cukup puas dah dengan layanan buying service ini.

More detail, silakan tontong, “unboxing”  di channel youtube  di sini.

Monggo lho kalau mau order……

Test headset langsung dipergunakan untuk Depok Locator Contest…..awesome!

 

 

 

 

12307588_10206459721826849_3185636439600886402_oSoon, will QRV from OI52fx

11175005_10205151762648687_81300124886301257_nMainan baru nih…awalnya pengin SJCAM4000 atau SJCAM5000 WIFI namun dapat tawaran yang lebih menarik; RedLeaf RD990 ex SP-land, namun kalau dilihat di body-nya kok Made-In-China…he he…jaman gini mana ada barang yang non made in BY-land.

12MP, bisa merekam foto dan film dan dilengkapi hard-case yang mampu bertahan di kedalaman 60m. Lumayan dah main-mainan dengan tongsis dan headset untuk dipasang di kepala atau dipasang di atas helm sepeda.

Untuk spesifikasi silakan google sendiri ya. Namun pada dasarnya cukup puas.

Untuk review underwater test sila cek di youtube : https://www.youtube.com/watch?v=LTb4-ttGcJg

 

10848828_10204442801125092_5661270026172014001_oPada saat tulisan ini ditulis, proses evakuasi QZ8501 masih berlanjut. Semoga semua jasad dapat ditemukan. Nah, berhubungan dengan loss contact QZ8501 dan pengguna – rada aktif – flightradar24, ada keinginan untuk memberikan sedikit, eh, tambahan coverage untuk Flightradar24.com.

Nah, kebetulan pula paket Spidol sudah dilepas diganti dengan Innovate yang relatif, sementara, lebih baik dibandingkan dengan spidol. Iseng-iseng mendaftarkan layanan diri ke flightradar24 dan setelah beberapa form harus mengisi, nampaknya mereka cenderung approve orang yang memiliki dasar pengenalan antenna dan tentu saja coverage yang mereka inginkan.

Alhamdulillah beberapa hari kemudian, permintaan di-approved, dan langsung dapat notifikasi pengiriman dan tracking via FedEx…wow amazing.

10931238_10204447933173390_1970556326374001994_nNah, akhirnya dua-tiga hari sekuriti kantor kasih informasi mengenai kedatangan barang dari Jerman. Paket terdiri dari ADS-B Receiver yang dikelola, antenna S-band plus clamp, kabel RJ45, GPS modul, coaxial cable 10m lengkap dengan konektor-nya, power supply untuk receiver dan weather seal untuk konektor antenna.

Rencana receiver dipasang di ruang ham-shack, konsekuensinya kabel UTP dari router ke hamshack perlu diperpanjang, untung di kantor ada kabel bekas panjang 10m, he he…lumayan.

Nyampai di rumah, walau gerimis kerana penasaran nekat tuh ambil pipa bekas inverted-vee panjang 6m. Langsung saja klem antenna ke pipa, koneksikan coaxial cable terus pasang di samping rumah nempel ke pagar tetangga. Koneksikan coax cable ke receiver terus pasang GPS modul dengan panjang kabel 5m ke koneksi di belakang receiver. Tarik kabel UTP dari router dan colokkan ke receiver, dan pasang powersupply dan nyalakan….voila langsung aktif dah, just like plug-and-play.

Indikator receiver berupa LED yang merepresentasikan indikator power, receiving ADS-B dan synchronisasi GPS. Penasaran terus check ke website-nya Flighradar24.

10917300_10204447933373395_63003248523608015_n(1)Lho kok nggak bisa akses premium service? Eh, ternyata dan ternyata untuk dapat dikenali ke flightradar24 tidak serta merta. Memerlukan waktu kurang lebih 2 jam…he he…..

Ashampoo_Snap_2015.01.25_20h47m13s_001_Akhirnya setelah menunggu beberapa saat akhirnya berhasil juga. Radar di yb2ecg dikenali sebagai F-WIIS2 karena dekat dengan Achmad Yani AirPort. Untuk jarak coverage kurang lebih 170nm atau setara dengan 314Km…lumayan dengan polar plot lebih bagus ke arah 0 derajad.

Cukup cantik siluete S-band antenna di samping konfigurasi TH3MK-IV plus rotary dipole. Sekedar berbagi manfaat karena tersisa kuota upload internet kenapa tidak dengan memberikan layanan ini.

Seandainya Anda membuka layanan Flightradar24 dan melihat flight tertangkap radar F-WIIS2 inilah stasiun yang live dari OI52fx. Eh, untuk layanan ADS-B silakan google ya…. 😀

1910408_10203167871732654_4861642356580010270_nYB2TX, OM Agus Wibisino, ex YC2BYC kebetulan ada acara menengok saudara yang mukim di W-land, tepatnya di Texas, seorang amatir juga, kalau nggak salah WA5WA. Selayaknya menengok kerabat dan kebetulan berbarengan dengan HamFest di Plano, Texas kunjungan kekeluargaan dimanfaatkan untuk menikmati dan melihat hamfest di W-land.

Nah, apa yang menjadi manfaat kita-kita yang belum mampu berkunjung secara pribadi ke hamfest-nya W-land adalah titip…titip dibelikan dan ditalangi dulu asesories yang barangkali dijual di flea-market mungkin via BBM (enak ya…).

Nah, beberapa tahun ini saya ngesir mikropon, lebih tepatnya boom mic set, dan jujur saja ngesir Heil Proset jadilah iseng-iseng titip pesan via BBM ke YB2TX kalau nemukan di flea-market. Eh, lha kok kebetulan ada… ya sudah proset yang didapat nggak tanggung-tanggung lho. Heil Proset Elite.

Nah, pekerjaan terakhir adalah membuat bagaiamana HeilPRoset dapat disambungkan dengan 2 radio dengan koneksi microphone yang berbeda; TS450S dengan koneksi 8 pin dan FT450D dengan koneksi RJ45 dan ditambah PTT foot switch.

Ya mudah saja toh. Socket dari HeilProset terdiri atas jack mono untuk dynamic mic dan stereo untuk headphone. PTT foot switch dan mic dikoneksikan dengan kabel RJ45 dan di-cramp untuk menyesuaikan koneksi dengan koneksi microphone FT450D. Nah untuk koneksi ke TS450S cukup dibuatkan adapter RJ45 dengan 8 pin konektor. Dan untuk menyambungkan HeilProset disambungkan dengan adapter RJ45.Praktis kalau mau berpindah-pindah.

So, dengan HeilProset dan foot PTT switch kedua tangan bisa bebas untuk menggunakan keyboard dan ajang kontes yang menjadi test case adalah Jakarta Barat Sprint Contest di band 40m.

Lumayan… nggak perlu beli lagi adapter aseli dari Heil.

IMG-20131003-01522Recently received direct from BY-land. Specification please ask the google!

DSC_0203Seperti biasanya; tiap liburan mudik, Iedul Fitrie, anggota Three Mustkenthir selalu berselisih tatap muka. YD0NGA pulang ke Semarang, YE3AA mampir sebentar Semarang lanjut ke Cilacap, sedangkan YB2ECG mudik ke kampung mewah, mepet sawah di Klaten sono.

Namun, Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan eye-ball, walau tidak penuh dalam satu pertemuan, AA sudah kadung pulang ke ngGresik pada Selasa, jadilah hanya kami berdua yang bisa melaksanakan eye-ball.

Kunjungan NGA ke OI52fx diawali dengan pembicaraan via VHF dengan menggunakan masing-masing Yaesu VX-8DR, cuma herannya kok malah nggak bisa 59 ya?

Seperti biasa NGA bikin ngiler dengan mainan rf yang terbaru; kali ini Uniden Digital Trunk yang khusus untuk mendengarkan komunikasi di saluran trunking digital.

Cukup menarik, namun sayang radio ini tidak dilengkapi dengan tombol PTT dan lagian relatif masih mahal…..

No picture = Hoax; kesempatan kunjungan dipergunakan untuk menginspeksi ham-shack; lihat-lihat mana yang masih kurang, mana yang masih perlu diperbaiki.

Sokor-sokor ada yang mau ditambahkan dan dipindahkan dari statiun Pondok Bambu; sangat sayang kalau ham-shack di Pondok Bambu sangat rendah utilisasi-nya.

Thanks bro YD0NGA atas kunjungannya……….. tenan lho!

VX-8DR_thumbAda keluarga baru di yb2ecg, my dream handy transceiver: Yaesu VX-8DR.

Itu dulu sementara ya…… masih asyik nih menimang-nimang si submersible, triple band!

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 59,619 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});