You are currently browsing the tag archive for the ‘N1MM’ tag.

Late report dan late review, tapi no problem dah, biar sekalian komplit. Nah, hari Rabu-Legi, tanggal 2 Mei 2012, akhirnya yang ditunggu datang juga. BNIB, alias Brand New In the Box, Yaesu FT450D, kiriman agan Fitra, YD0NGA dari Versakom.

 Nah, baru seumur-umur inilah memiliki HF transceiver yang bener-bener gres; kalau flashback memori, HF transceiver pertama yang dimilikia adalah dari ICOM type IC-720A (dulu dibeli 2.5jt) yang sedikit banyak memberikan warna dan kenangan yang tentu tidak terlupakan. Ikutan kontes nasional dan internasional dan perkenalan dengan digimode juga dengan radio ini. Walaupun cukup berisik saat berpindah band, katanya lebih mirip mesin jahit, namun cukup powerful baik mode phone dan digimode. Sayang 720A sekarang sudah SK dan terpaksa sekedar jadi pajangan di room-shack.

Radio kedua, kondisi second alias bekas  seharga sesuai type-nya (4.5jt) akhirnya menggantikan IC-720A. Dari Kenwood TS450S cukup membanggakan. Kualitas audio yang lumayan mengiringi langkah ber-QSO baik phone maupun digimode.

Kondisi terakhir, nggak tahu kenapa fungsi CAT-nya ngambek. Dan teryata ada problem di interface TTL-nya (kata teknisi) sehingga fungsi CAT tidak sepenuhnya dapat dioperasikan. Dan rasanya, setelah terbiasa dengan fungsi CAT, akan sangat menderita lah kalau mengikuti kontes, persis seperti posting sebelumnya, ikutan contest EU Sprint yang high rate QSY-nya tanpa CAT. Bener dah!

Nah, dengan cerita yang sedikit bombastis ke YF, akhirnya mengajukan proposal untuk ‘pengadaan’ HF transceiver baru. Ya, baru aja dah, sesuai arahan sohib YB3TD, ngapain beli bekas yang nggak jelas kondisi radio-nya dan perlakuan pemilik sebelumnya, he he….

Nah, beberapa pertimbangan sebenarnya dan beberapa kandidat pertama yang dipilih dari keluarga Kenwood TS480 atau Yaesu FT857D dan FT450D. Nah, karena didorong pengin merasakan YaeComWood, akhirnya opsi diarahkan ke Yaesu (marketing banget dengan tag line : The DX-er choice) he he……

Nah, sisi menarik comparing FT857D vs FT450D sejatinya antara IF-DSP vs AF-DSP.  Dan dari beberapa review, ternyata lebih mengunggulkan teknologi IF-DSP, nah marilah kita coba. Untuk AF-DSP pada FT857D silakan tanya ke YB3TD.

FT450 sendiri ada beberapa varian: FT450, FT450AT dan akhirnya per tanggal 25 April 2012 dapat khabar dari Versakom akan datang FT450D menarik nih. Kalau dilihat dari website Yaesu mereka nyatakan FT450 dan FT450AT sudahdiscontinueddan digantikan oleh FT450D dengan sedikit improvement. Tetep dengan IF-DSP dan ditambahkan filter untuk CW dan glowing in the dark-nya panel control dan foot-stand.

Nah, jadilah pilihan ke FT450D yang terpaut 300 rb dibandingkan FT450AT (sssttt harga pasti via japri ya, takut YF); melengkapi trah 450 dari keluarga yang berbeda, dari Kenwood TS450S dan FT450D, ha ha…..

Ham-shack mesti di-relayout. Dibandingkan dengan TS450S ukuran FT450D lebih mungil, jadinya kombinasi yang mungkin adalah FT450D ditangkringkan di atas TS450 jadi manis dah; di samping LED monitor dan keyboard di depannya.

Testing pertama adalah dengan mengikuti ONN 40m; dan ternyata AutoTuner-nya FT450D nggak bisa ngejar nih rotary dipole yang ada. Jadi mesti dicek dulu ada apa dengan rotary dipole di band-40m; sementara kalau bekerja di 80m nggak masalah.

Uji dengar dengan alignment countour, dsp, dnr, notch, dan shift memang membutuhkan adaptasi yang lebih, karena terbiasa dengan kualitas ‘hifi’ Kenwood TS450S. Saya pribadi memberikan nilai kurang terhadap speaker internal Yaesu FT450D; namun apabila didengerin dengan headphone, wow, rasanya adem banget, dijamin dah bisa berlama-lama operate.

Nah, tantangan berikutnya adalah koneksi ke PC untuk fungsi CAT; nah menariknya FT450D sudah dilengkapi dengan male socket DB9 jadi tidak perlu neko-neko beli CAT cable yang lain; cukup sediakan straight serial cable atau kalau pakai USB langsung saja pakai USB to Serial converter.  Beberapa review mengatakan chip Prolific (kebetulan pakai BAFO USB-Serial converter) akan bermasalah, namun tadi malam dengan setting sedikit langsung dah dengan tambahan mini gender changer sudah bisa dikoneksikan dengan PC.

Software pertama yang diuji adalah HamRadioDeluxe versi terbaru; beberapa pengaturan yang perlu antara lain :

  • Sisi Radio FT450D
    • CAT RTS enable
    • CAT TOT 10
    • CATE RATE set ke 38400
  • Serial Port
    • Data bits 8
    • Parity None
    • Stop Bits 2
    • Flow control None
  • Sisi HRD
    • Pilih Yaesu
    • Pilih FT450
    • Select COM Port yang dipergunakan
    • Set Speed (sesuaikan 38400)
    • Check RTS

Sudah dah, akhirnya tersambung juga FT450D dengan HRD; dan yang lebih menarik hampir semua fungsi kontrol radio dapat dilakukan dari panel kontrol HRD termasuk tombol-tombol yang harus diaktifkan lewat tombol menu; fungsi DSP, volume AF, Mic Gain, Level Power Transmit tinggal digeser pada slider. Fully controlled by your mouse and your keyboard.

Nah, tantangan berikutnya adalah N1MM logger; nah dengan mengatur configurasi port sesuaikan dengan setting com port-nya, otosmatis, he he….N1MM connected dan fungsi logger berjalan dengan sempurna; hal yang belum ditemukan, sementara ini, untuk program MixW!

Next challenge adalah mengexplore untuk digimode….so stay tune postingan berikutnya!

Ini Yaesu-ku mana radio-mu…..ha ha…..

 

Advertisements

Sembari ngobrol bertiga dengan sohib YB3TD dan YD0NGA di 40m; ya biasalah nyek-nyekan perihal radio baru antara FT450D atauFT857D he he…..jadi sah-sah saja kalau insert picture di sebelah ada gambar FT450D-nya, ha ha……

Nah, pukul 16.00Z, saat EU Sprint dimulai kita bubaran. Segera switch ke 20m, dan olala Kenpro KR-600 rotator-nya nggak mau jalan nih, paska pindahan ke ruang baru, untung saja masih lurus beaming ke EU.

Kondisi band sangat menyedihkan, he he…. pilot frekuensi di 14.250MHz banyak dipergunakan untuk CQ-DX dan rag-chew, jadinya benar-benar menajamkan telinga. Dan kayaknya transceiver dengan IF-DSP sudah waktunya diperlukan, ha ha…..

Ah, susah amat nih bikin judul 😀

Ya, di awal bulan Desember 2011 kondisi propagasi di high-band 10m bener-bener menantang untuk dipergunakan untuk dx-ing dan contesting. Itulah mengapa para jawara contester di W-land dan ARRL menyelenggarakan seri kontes di 10m; dan beruntungnya yb2ecg bisa mengikuti seri 10m contest tersebut.

Contest pertama, pada tanggal 4 Desember adalah 10M-RTTY contest yang diselenggarakan oleh rttycontesting.com  dan disponsori oleh Muns Vineyard, Ed Mun, pengusaha vineyard dari California; dan bahkan top-ten single operator berkesempatan meraih sebotol fine-California vineyard. Mantaf.

Bekerja, eh, berkontes-ria di single band dan single mode sangat menyenangkan; QSY-ing nggak banyak terjadi, tuning antenna juga lebih enak, dan didukung oleh kondisi propagasi yang mendukung dengan SFI-144 cukup menyengangkan; TS450 cukup running 80-90Watt saja, dengan USB soundcard dan homebrew ptt-interface dan tentu saja dengan Acer notebook 4720 dengan wide-screen Samsung LED, wow kokpit di hamshack cukup memuaskan; satu-satu-nya intruder adalah kewajiban ternak alias antar dan jemput anak ke sekolah 😀

First run lumayan lah dapat beberapa station di pantai barat termasuk VE-land, British Columbia, Arizona, California, Oregon, Washington dan tentu saja beberapa JA-land. Sampai akhir contest terkumpul 108 QSO’s dengan diselingi family matter. Dan sampai hari ini, berdasarkan log-received Don Hill, AA5AU telah menerima sejumlah 675 logs dari seluruh dunia.

Bagaimana dr YB-land? Dan nampaknya hanya the one and the only, YB2ECG yang nangkring di laman log-received

Kontes yang kedua adalah 10M ARRL Contest pada tanggal 10 Desember; nah dari judulnya sudah jelas penyelenggara-nya adalah ARRL; dengan mode CW/SSB. Pertukaran mirip dengan 10M-RTTY yaitu serial number untuk DX dan country untuk W-land. Diselingi dengan hujan deras dan aktifitas keluarga hanya berhasil mengumpulkan sejumlah 54QSO’s. Hal yang menarik adalah QSO skip antara YB2ECG dan YB2DX OM Hans di Grobogan; cukup sulit ternyata ber-QSO Semarang-Grobogan; barangkali karena antena mengarah ke NA jadinya mesti dua kali kesempatan yang berbeda baru bisa confirm itupun masih diperlukan re-konfirmasi via BBM, ha ha…… Thanks OM Budi.

Secara umum cukup menikmati kesempatan langka dengan dua buah seri kontes di 10m; sebelum siklus SFI-144 yang katanya kembali lagi 11 tahun berikutnya! Jadi cukup beruntung khan?

 

Sabtu seperti biasanya lebih dipergunakan untuk istirahat, biasanya nganterin dek Ilham ke sekolah pakai sepeda, namun karena masih dalam recovery istirahat habis opname selama 5 (lima) hari (yang mengakibatkan si OM kehilangan kesempatan ikutan CQ WW RTTY contest) terpaksa lah tinggal di rumah dan mainin game PS2.

Ya, sebenarnya cukup kecewa juga karena seri kontes CQ WW merupakan perhelatan akbar dan apalagi mode-nya adalah favorit : RTTY.

No problem dah. Kali ini keluarga lebih berhak untuk didampingi dan diberi perhatian khusus.

 

 Nah, di sela-sela permainan disempatkan membuat foot-switchi untuk menggantikan menekan PTT switch sehingga tangan dapat leluasa mengetik di keyboard N1MM.

Kebetulan dapat ‘kanibal’-an dari mesin Markem Print yang sudah absolute di kompeni ya diambil saja foot-switch-nya; lumayan Made-In-America lho! daripada mengambil foot switch mesin jahit punya XYL, bisa gawat nih 😀

Untuk sambungan PTT diambilkan paralel dengan PTT switch microphone dengan ditambahkan jack female-male. Jadi dah siap untuk ikutan kontes EU Sprint nanti malam.

Selepas Maghrib  iseng-iseng membuka N1MM lengkap dengan radio; konek dengan Telnet…..wow….teryata 10m terbuka dengan suksesnya. Iseng S/P dan cukup lumayan, kenapa tidak CQ-ing saja?

Terlihat pada N1MM 73 Q’s didapat dari 10m dan kondisi pada band map cluster memang sangat ramai dan meriah. Mungkin seperti saya alami euforia pembukaaan 10m, ya 10m bukan bukaan-10cm…..xi xi…. Nggak habis pikir EU demikian mudahnya logged bahkan ada dua station Mobile yang memberikan report truely 59!

Nah, pukul 16.00Z saatnya EU Sprint Contest SSB karena memang diniatkan untuk terjun ke kontes bergengsi ini; kondisi band di 20m sudah semakin parah terhadap noise dan QRM serta bercampurnya dengan OC DX Test makin tambah runyam 😀 Menghadapi dua kontes yang sama mode-nya memang susah-susah jengkel; DX station terkadang juga ngawur dan nekat aja. Sudah dibilangin CQ Sprint tetep aja minta serial number untuk Oceania DX contest 🙂

Dan, nampaknya kondisi ini membuat tak bertahan; satu jam pertama hanya mendapatkan 5 buah station dan rasanya cukup sudah. Ya, 5 station EU dan kalau dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan dari 8 Qso’s he he….

Berhubung pc/notebook masih dalam transisi dan menikmati lingkungan Ubuntu, dan walau sudah terinstall beberapa software logger, semacam CQR-log, namun masih memerlukan suasana yang akrab. Terasa benar interfacing N1MM sangat powerful di arena CQWPX kali ini. Nah, akhirnya ke alternatif berikutnya, kebetulan YF punya netbook seri Atom N450 yang berlayar 10″ dan terpaksalah ‘darurat’ dilakukan instalasi N1MM di netbook ini.

Problem berikutnya adalah dengan ukuran layar 10″ terasa benar rasa ketidaknyamanan-nya (dasar!). Beberapa window view yang mestinya tampil sempurna jadi tidak optimal. Kayaknya sudah butuh layar lebar nih untuk aktifitas kontesting.

Alhamdulillah, dimudahkan rejeki dari yang di Atas. Sore tadi sempet mampir di toko komputer yang menurut rekomendasi beberapa rekan termasuk berkategori bersahabat dengan kantong.

Beberapa pilihan masuk di dalam evaluasi komparasi; antara LCD dan LED, dan antara 15.6″ atau 18.5″, antara Acer, BenQ ataupun Samsung.

Namun akhirnya, dengan menimbang dan mengingat akhirnya memutuskan ‘meminang’ Samsung Sync Master BX1931, 18.5″ LED. Dan semalaman me-re-layout ruang radio sehingga si samsul eh samsung dapat bertenger dengan semestinya.

Uji coba dengan N1MM sangat lebar, asyik dah!

Nah pertanyaan berikutnya adalah apakah CPU yang dipergunakan juga HP Netbook N450? tentu tidak….he he…. si Acer 4720-Z sudah bermigrasi lagi ke XP (ha ha…) full loaded dengan Ham Application plus multimedia player, sehingga ruang radio bisa dah dipergunakan menikmati tampilan Megan Fox full dolby stereo dengan headset. si Acer cukup difungsikan sebagai CPU saja ditambah mouse dan keyboard USB eksternal.

Siapa bilang bahwa radio-shack harus limited seat dan berkategori ‘confined-space’?

Ada penyuka contesting? terutama di digimode? ya, hal yang menarik dan memudahkan di dalam mengirim multiple text di dalam digimode adalah penggunaan macro.

Macro itu sendiri sebenarnya satu fungsi yang terdiri atas beberapa perintah dan text untuk ditampilkan.

Ada diskusi menarik di milis rttycontesting yang ‘memperdebatkan’ tentang macro, terutama macro tentang kontesting di digimode, dan semuanya menarik dan ‘benar’.

Ada yang berpendapat ya namanya kontesting ya semuanya harus sangkil dan mangkus (alias efektif, efisien) sederhananya singkat dan padat. Ada lagi yang berpendapat emangnya berapa sih perubahan signifan yang didapatkan dengan macro yang singkat dan pendek? Ada lagi yang mempertanyakan ‘tail ending’ pada saat reply, apakah kita berikan QRZ atu CQ!

(Jadi senyum-senyum sendiri kalau ikutan dan ndengerin kontes nasional, yang ‘buka warung’ teriak QRZed (tanpa callsign), dijawab oleh yang lain QRZed (karena pengin tahu callsign-nya apa) dijawab lagi dengan QRZed, (karena juga pengin tahu callsign-nya apa)  jadi-nya looping terus, kapan berhentinya……..hi hi hi).

Saya pribadi, kontesting adalah fun, jadinya ya kita having fun alias enjoy aja. Jadi pada saat menyusun macro nggak terlalu pendek malahan. Beberapa macro yang saya susun antara lain :

  • F1: <CALL> QSO BEFORE <QSOBEFORETIME> 73 GL, QRZ DE <MYCALL> <RXANDCLEAR>. Macro ini adalah ‘assosiate’ macro yang akan dikirimkan kalau kondisi duplikasi terjadi dan di-link-kan dengan macro pada F3.
  • F2: <TX>CQ TEST <MYCALL> <MYCALL> <MYCALL> CQ <RXANDCLEAR> Makro ini berfungsi untuk open CQ-ing, denfan format 3x Call dengan tail ending CQ, dengan maksud apabila ada station yang ‘zero beat’ dan menangkap sebagian text yang dikirimkan akan langsung mengerti bahwa YB2ECG sedang melakukan open-CQ!
  • F3: <TX><ONQSOBEFORE:F1> <CALL> <GA> <INIFILE:friend.ini,HI,?C> ur <RSTS> <NRS> <NRS> <CALL> K <RX> Makro ini berfungsi untuk menjawab Open-CQ dan agak panjang walau pada realisasinya cukup pendek. Makro ini menggabungkan kondisi duplikasi (makro-F1) dan membuka external file friend.ini dan sebelumnya diikuti dengan salam Good Afternoon/Good Morning sesuai degan time-zone lawan bicara. Pada saat ini QSO belum di-save.
  • F4: <TX><CALL> qsl TU, QRZ <MYCALL> cq<SAVEQSO> <RXANDCLEAR> Closing dan save QSO dan open CQ dengan QRZ.
  • F5 : <TX><CALL> agn ur nr nr <MYCALL> k<RXANDCLEAR> Makro cukup jelas untuk meminta pengulangan exchange.
  • F6: <TX> de <MYCALL> <MYCALL> <MYCALL> k <RX> Makro digunakan untuk mode s/p.
  • F9: <TXTOGGLE> TXtoggle akan sangat berguna apabila dibutuhkan kondisi TX/RX di luar ‘kebiasaan’ flow yang terjadi. Termasuk juga makro BTU, biasanya menggunakan <TX> BTU <CALL> <MYCALL>

Mungkin para pembaca melihat makro di atas masih tergolong ‘lebay’ kurang efektif. Kembali ke esensi having fun on contesting macro-macro di atas cukup menyenangkan untuk dipergunakan. Cukup dengan key F3 dan F4 sebuah QSO kontes dapat terselesaikan.

Untuk file friend.ini dapat Anda download di sini,  sangat bernilai lebih. Don, AF4Z memberikan layanan data base contester (terutama rtty-er) yang selalu terupdate. Dengan menggunakan data base ini QSO kontest yang berkesan cepat dan keras dapat diberikan nuansa lain, bayangkan tiba-tiba lawan QSO Anda memberikan jawaban GM Jon ur 599 001 001 001, yang akan membuat ‘suasana’ kontes jadi lebih renyah. Siapa nggak senang disapa selamat pagi denagn nama panggilan kesayangan kita, sementara di lain fihak data base ini sekalian berfungsi untuk cross-chek bahwa lawan QSO kita bener-bener callsign yang ada di database. Sekilas cuma beberapa rekan YB-land yang terupdate di friend.ini:

  • YB0AI=TAUFAN, YB0UNC=HENDRARTO,
  • YB2BGZ=TIM, YB2CPO=PARTONO, YB2ECG=JON, YB2EMK=ARNOLD, YB2FRR=SIDIK, YB2SV=JOS,
  • YB4IR=IMAM, YB4JIM=AKHMAD,
  • YB5BO=ZAL, YB5QZ=ANTON,
  • YB8BHV=BAKHTIAR, YB8BYL=ARI,
  • YC1YMN=NATSIN,
  • YC2ECG=JON,
  • YC3OSE=AHMAD, YC3RCJ=RUDI,
  • YC8EXL=YANI

Mau coba? Sementara data base ini kompatibel dengan MixW, Writelog, RTTY by WF1B, RCKRTTY, saya masih belum menemukan seting untu fldigi di Ubuntu Lucid Lync.

Atau punya kombinasi macro yang lebih efektif dan efisien? silakan lho berbagi di sini!

Thanks to LU5MT for redesigned N1MM Logo

A new logo means A new Perspective

Akhir bulan Oktober ini salah satu gunung api teraktif di Indonesia kembali bergeliat dan sampai tulisan ini dibuat masih menyemburkan ‘wedhus gembel’ yang banyak memakan korban.

Nah, akhir oktober adalah saatnya perhelatan kontes akbar CQ WW SSB dan mengulang tahun kemarin 2009, YE2R akan turun lagi di kelas yang sama pada kategori Multi-Two alias Multi Operator Two Transceiver.

Kali ini susunan team agak berbeda dan diikuti oleh dx-er/kontester dari berbagai daerah di Indonesia (alphabetical order) ; tersebut YB1TJ, YB1WR, YB2CPO, YB2DX, YB2ECG, YB2TJV, YB2VTO, YB3KM, YB3MM, YB3PXF, YB9ZWJ dan YC2BBY. Di situs-nya Bill, NG3K kayaknya akan terjadi ‘perang saudara’ di kelas M/2. Kenapa tidak, ternyata YE0X juga turun di kelas yang sama dengan YE2R dan segeralah ramai arus komentar baik di milist orari-news maupun via sms…. Tapi no problem, terkadang kita harus memiliki ‘competitor’ untuk mendorong performance yang lebih baik.

Sabtu, 30 Oktober 2010 00.00Z hingga Minggu, 31 Oktober 2010, 23.59Z perhelatan itu-pun dimulai. Namun karena mendapatkan tugas men-deliver beberapa bahan obat dan kebutuhan untuk pengungsi di posko Pakem dan Magelang, terpaksa dah ikutan YE2R yang diaktifkan di stasiun YB2DX pada minggu pagi hingga closing the log, Senin pagi WIB (ambil cuti dong guys).

Persiapan kali ini lebih matang terbukti dengan pemasangan antenna-antena baru serta kontingensi plan, genset 60KW apabila pln ‘black-out’ karena nggak kepingin mengulang pengalaman pahit terdahulu.

Di-support dengan layanan dx-cluster via dxsummit.fi dan W6EL propagation tools serta VOACap memberikan panduan terhadap pemilihan band frekuensi dan arah beaming (sayang YB2DX belum melengkapi dengan rotator) dengan bantuan YC2PQW sebagai otot’er. Log tentu saja dengan the fabulous logger: N1MM lengkap dengan country files AD1C yang terbaru.

More detail tentang YE2R silakan mampir ke ‘official blog’ YE2R pada http://www.ye2r.wordpress.com

 

 

Sabtu malam minggu ini agenda kontes sedemikian padat sebenarnya. Di kontes lokal ada Kartini contest [yang secara ‘moral’ eh…harus berpartisipasi], TARA Skirmish PSK contest, Hollyland DX, FeldHell Sprint dan EU Sprint SSB!

Oke dah, malam ini cukup dua saja: Kartini Contest di 80m dan di 2m dan EU Sprint SSB; dimulai 12.00Z cukup lumayan untuk sekedar partisipasi di 80m, untuk 2m…..you know selalu sepi. Ada ide untuk meramaikan kontes di 2m FM?

Pausing sejenak dari Kartini Contest leyeh-leyeh sebentar sambil nunggu EU Sprint pada 16.00Z. Eh, tak tahunya kebablasan tidur dan terbangun pada 18.00Z ha ha…. langsung search di pilot frekwensi 14.250MHz. Kok rasanya sepi-sepi namun akhirnya terdengar ES5TV loud and clear namun susah bener untuk menembus ke EU! Dicoba longpath nggak dapat juga, akhirnya tetep short path sambil scanning. Lumayan dah CAT Kenwood dengan N1MM dapat bekerjasama sehingga entry frekwensi di N1MM tanpa kesulitan.

Akhirnya saat itu-pun datang; ES5TV, CT1ILT, GW4BLE  dan beberapa EU’s total 8’Q bisa masuk log yang Alhamdulillah lebih baik dari hasil Autumn kemarin, dan semuanya dengan low power 1ooW plus TH3MK-IV [yang rasanya pengin segera diganti jadi TH-11 :D].

Kalau ditanya kontes mana yang paling ‘mendebarkan’ dan membangkitkan adrenalin di dalam tubuh? Maka saya akan menjawab Sprint kontes, kalau ditanya lagi sprint contest yang mana? Akan saya jawab EU Sprint dan AP sprint?

Kalau ditanya tingkat kesulitan di antara keduanya? Maka EU Sprint jawabnya! Kenapa? Ya karena EU Sprint hanya membatasi non-EU bekerja hanya untuk EU Station, jadi bener-bener selektif dan sensitive radio dan tentu saja kuping kita. Logger dan CAT akan sangat membantu di dalam proses logging dan QSY-ing, karena tipikal kontes ini adalah setelah log QSO pertama segera harus QSY untuk S/P atau CQ.

Dan, karir di EU Sprint pun sangat menyenangkan walaupun cuma setingkat country winner [dan di mode phone], namun rasanya puas dibandingkan ‘perjuangan’-nya menyisihkan noise, entry manual freq pada logger, rebutan frekuensi untuk mengejar EU station.

Akan sangat menyenangkan pula apabila mendapatkan selembar original sertifikat yang ditandatangani oleh EU Sprint gang yang berasal dari 4 negara yang berbeda, artinya bahwa sertifikat yang Anda pegang telah mengarungi 4 negara yang berbeda. Menyenangkan bukan. Dan nampaknya untuk Autumn tahun 2009 I did it again walaupun cuma dengan 4 QSO di 20m!

Mau coba EU Sprint? Minggu ini giliran EU Spring Sprint SSB! Be there dan rasakan gemuruh adrenalin di tubuh Anda [ceile…..]. Be there or be behind!

Credit to www.eusprint.com

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 60,358 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});