You are currently browsing the tag archive for the ‘Muslok’ tag.

12113389_10207217114521193_226355046901748473_oBerbarengan dengan CQWPXSSB 2016, teman-teman ORARI Lokal Semarang bersama dengan komunitas Bodholers ‘Homebrewer” mengadakan acara temu akbar yang dipusatkan di sekretariat ORARI Lokal Semarang di GOR USM Semarang.

Sabtu malam, diadakan acara kongkow bareng makan nasi kucing diiringi dengan solo organ, he he he…namun yang paling menyenangkan adalah bisa ber-eyeball bareng YB1KO OM Bam sang maestro per-biksen-an antenna. OM Bam khusus didatangkan pada gelaran ini untuk memberikan pemaparan masalah antenna terutama NVIS bersama OM Indra YD1JJJ yang design kit-nya sudah diakusisi oleh MFJ Interprise (CMIIW).

Nah apa tugas YB2ECG, ternyata mendapatkan mandat untuk mengisi satu sesi paparan bersama dengan OM Seno, YB2LSR mengenalkan DX-ing dan alokasi band-plan ORARI.

12901281_10207218277110257_3156935070032617651_oSebenarnya saya pribadi optimis dengan acara pemaparan ini akan diikuti oleh banyak audiens, kesan pertama pada saat melihat ruang kuliah yang akan dipakai bakalan penuh dengan peserta dari Bodholer. Namun nampaknya prediksi propagasi itu meleset…. Band condition sepi brow! Mirip dengan kondisi CQWW WPX terutama di low band 80M.

Ya sudahlah, yang penting amanah sudah dijalankan dan cukup senang melihat antusias rekan-rekan yang mengikuti sesi acara pemaparan yang bersaing ketat dengan acara pembagian door prize dan solo organ. Terlihat sohib lama, OM Kustiono, INS-99 alias YD2EEE cukup antusias mengikuti acara pemaparan sampai selesai.

Sangat menarik sebenarnya apa yang dipaparkan OM Bam dan OM Indra. OM Bam menawarkan desain antenna untuk aplikasi NVIS tanggap darurat dan OM Indra memaparkan disain kit QRP untuk aplikasi phone/cw maupun dijimode. Paparan yang semestinya menarik bagi penggemar homebrewer.

Pengin mendapatkan materi powerpoint? silakan ungguh di bagian halaman blog ini. Sumonggo!

Advertisements

Tanggal 16-17 April 2011, ORARI Daerah Jawa Tengah berencana mengadakan rapat kerja yang bertujuan antara lain menyerap ‘aspirasi’ anggota di tingkat lokal untuk dibawa ke tingkat nasional, barangkali apa yang disebut dengan munas alias musyawarah nasional ORARI.

Beberapa rapat panitia, kebetulan ditunjuk jadi seksi sidang, beberapa usulan yang terlontar dari pengurus lokal antara lain masalah ‘law enforcement’ terhadap pengguna frekuensi di band amatir, yang kayaknya semakin menjadi-jadi tanpa terkendali.

Satu lagi yang ditekankan adalah proses perpanjangan IAR yang relatif lama.

Saya sendiri pada tanggal 17 April tidak dapat langsung berinteraksi dengan suasana rakerda, karena ‘family matters’; namun saya cukup beruntung diberi kepercayaan pada tanggal 16 April, di Islamic Centre (venue tempat rakerda diadakan) untuk memberikan ya sekedar ‘sharing’ perihal operating procedure pada even kontesting, dx-ing dan digital mode bersama YB2KM, OM Djatmiko yang diberi slot bersama untuk menyampaikan operating procedure di kegiatan net lokal.

Melihat para peserta yang ‘pelatihan’ yang ditunjuk oleh pengurus lokal, saya percaya bahwa akan banyak antusiasme terhadap materi yang akan ‘di-jual’. Dengan berbekal teknik ‘training’ hasil traning TOT (Training On Trainers) saya coba jualan dengan modal dua buah notebook untuk simulasi digital mode, Kenwood TS450 untuk demo CAT dan elektronik Logger (N1MM Logger). Dan untuk sesi ice-breaking saya uji kemampuan receiving dengan simulasi Pile-Ups SSB contest yang saya comot dari WRTC-2000 dengan iming-iming DVD 3Y0X DX-pedition kiriman OM Wowok, YC0NHO.

Oke, sesi pertama YB2KM menyampaikan dasar-dasar operating kegiatan Net dan tata cara menyelenggarakan kegiatan net di pengurus lokal.

Oke…selesai sudah, akhirnya giliran YB2ECG memberikan sesi repeater, digital kontest, dx-ing dan kontesting. Melihat atensi peserta rasanya cukup interest dengan apa yang ditampilkan, simulasi digital mode dengan MixW, simulasi CAT+N1MM dan berharap pada sesi tanya jawab setelah makan siang akan banyak yang mengajak diskusi.

Pada sesi akhir, sebelum ISOMA, saya berikan kesempatan peserta untuk uji-nyali receiv SSB Pile-ups; dan hasilnya sangat bervariatif. Rata-rata hanya bisa menangkap sebagian, baik prefix dan suffix. Dan setelah dilakukan penilaian bersama terdapat beberapa peserta yang mampu logging dari pile-ups; diperoleh 4 peserta yang mampu logging secara sempurna; 1 orang peserta dengan 2 buah log, 3 peserta yang lain mampu ‘menangkap’ 1 station.

Banyak faktor yang mungkin bisa mempengaruhi; bisa dari kualitas sound-system yang dipergunakan, atau barangkali peserta terlalu terbiasa dengan mode FM dan belum terbiasa mendengarkan ‘irama’ ssb di HF atau pun mungkin belum terbiasa mendengarkan ssb di slot dx-window.

Great, istirahat sholat dan makan selesai, dan saatnya sesi tanya jawab. Saya pribadi berharap banyak pertanyaan yang akan timbul terhadap materi yang saya berikan, namun kayaknya kok nggak terealisir harapan itu. Banyak pertanyaan tertuju ke YB2KM perihal nama panggilan repeater, spelling ICAO, dan seputar aktifitas net.

Ya, bagi saya cukuplah hari itu saya ‘berjualan’; kalau laris ya lumayan kalau nggak laku ya ndak masalah. Namun, sedikit berharap karena ada beberapa peserta yang berniat ‘mencopy’ softcopy materi yang diberikan. Eh, siapa tahu nanti di rumah setelah mengulang dan mendengarkan pile-ups contest bisa termotivasi untuk mengikuti kegiatan dx-ing ataupun kontesting.

ya, namanya jualan bung….!

muslokSebuah bangsa yang sudah maju tataran demokrasi tentunya akan terlihat dari ciri khas menyikapi proses demokrasi itu sendiri. Demokrasi, secara sederhana, seperti jaman sekolah dasar dulu; pemerintahan dari rakyat untuk rakyat. Artinya secara sederhana pula bahwa pemimpin dipilih dari kalangan itu sendiri dan merupakan amanah dari kalangan internal itu sendiri pula yang tidak boleh diganggu lagi oleh kepentingan-kepentingan golongan lainnya.

Sikap berdemokrasi pula menuntut jiwa besar; dari pemenang terpilih maupun pihak yang ‘sementara’ pada posisi di-‘kalah’-kan, karena sebenarnya tidak ada istilah menang dan kalah dalam berdemokrasi.

Namun, sekali amanat itu diberikan, baik bagaimanapun caranya [tentu saja dengan langkah-langkah demokratis] adalah menjadi amanat mutlak yang tidak boleh diganggugugat oleh pihak yang dianggap kalah.

Jauhkan syak wasangka dan berikan kesempatan untuk membuktikan diri kepada ‘pemenang’ untuk bekerja dan berpestasi dan janganlah kepentingan ego/kelompok dikedepankan; karena segala-nya akan membuktikan apakah kita lebih baik dari orang lain.

Dan, nampaknya kita masih harus belajar berdemokrasi, baik pada tataran dasar dan aplikasinya dalam kehidupan berorganisasi, termasuk berorganisasi di amatir radio ini……………

Akhirnya setelah hampir satu bulan ditunggu akhirnya ‘kabinet’ ORARI Lokal Semarang terbentuk sesuai dengan surat keputusan pengurus no 01/B4/SMG-I/2009. Mencermati surat keputusan yang dikirimkan via email dari OM Syamsul, YC2RXB, ada segunung harap bahwa ‘kejayaan’ ORARI Lokal Semarang dapat tercapai kembali, sebagai barometer kegiatan amatir radio di Jawa Tengah.

Cuma agak kaget juga, ada YB2ECG on the list, heran gua, ha ha…….

Berikut susunan resmi pengurus ORARI Lokal Semarang :

  1. Pembina : Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah
  2. Dewan Pengawas dan Penasihat : YB2JNZ, YB2KK, YC2GIC, YC2ECO, YC2BFT
  3. Pengurus :
  • Ketua : YB2BSE
  • Wk. Ketua : YC2RXB
  • Sekretaris : YC2LJF
  • Wk. Sekretaris : YC2MPP
  • Bendahara : YD2BOI
  • Wk. Bendahara : YC2FRI
  • Ketua Bidang Organisasi : YC2TBT
  • Ketua Bidang Operasi & Teknik : YC2CYA
  • Ketua Bagian Keanggotaan : YC2NWE
  • Ketua Bagian Pendidikan : YB2ECG
  • Ketua Bagian Operasi : YD2GLP
  • Ketua Bagian Teknik : YD2BTW
  • Seksi Workshop : YD2OYD
  • Seksi Monitoring : YC2SBO
  • Seksi Nugraha, Net & Club : YD2HGV
  • Seksi ARES : YD2LPA
  • Seksi Dana & Usaha : YD2GBK

Nah, seluruh kabinet sudah terbentuk, saya pribadi masih belum punya gambaran tentang bagian pendidikan, eh, emang ada ya pendidikan amatir radio?

Jadi ada semacam kurikulum kali ya……………? Ada komentar pse …

    Tulisan ini mungkin berkategori terlambat, karena even yang sebenarnya sudah berjalan mungkin lebih dari satu bulan yang lalu. Ya, akhirnya ORARI Lokal Semarang menyelenggarakan ‘pesta demokrasi’-nya di dalam membentuk sebuah kepengurusan organisasi.

    bse Acara dibuka dengan resmi oleh YB2BGZ, selaku ketua ORDA Jawa Tengah dan diikuti, biasa, tidak lebih dari separoh dari anggota ORARI Lokal Semarang.

    Saat sidang hendak dimulai, ndak tahu kenapa kok akhirnya ketiban sampur jadi ketua sidang bersama mas Tinuk, YC2ETO dan mbak Endang, YB2BSE. Aha…. asyik juga nih. Ini adalah pengalaman kedua setelah muslok sebelumnya; dulu bersama YB2UR & YB2JNZ, nah sekarang giliran jadi ketua Sidang.

    Secara umum suasana sidang relatif ‘dingin’; kurang greget. Laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan DPP tidak ada sama sekali tanggapan dari peserta sidang, pula terhadap rencana kerja ORARI Lokal 5 tahun mendatang. Nihil, nggak ada attensi dan komentar, semua-nya acc saja.

    Bisa disimpulkan beberapa kemungkinan: apakah para anggota tidak tertarik dengan agenda sesungguhnya atau mungkin di mindset terpatri bahwa Muslok adalah acara untuk memilih Pengurus DPP dan Ketua Lokal? Dan nampaknya benar demikian.

    Saat pemilihan DPP ‘belum’ banyak yang bergeliat dan bergerak, namun saat proses pemilihan Ketua Lokal, baru tuh kelihatan atensi dan perhatian secara penuh.

    Dengan mekanisme pemilihan langsung akhirnya terpilih YB2BSE, mbak Endang sebagai Ketua Lokal ORARI Semarang untuk 5 (lima) tahun ke depan.

    Selamat untuk YB2BSE mengemban amanah ‘rakyat’ ORARI Lokal Semarang.

    Me Myself

    Last My tweet

    Free counters!

    Ubuntu+Ham

    The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

    Blog Stats

    • 59,619 hits

    Archives

    Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

    The Guest

    Visitor Clusters

    iklan nih

    //pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});