You are currently browsing the tag archive for the ‘Contesting’ tag.

Ashampoo_Snap_2015.05.03_04h49m26s_003_

Advertisements

Ashampoo_Snap_2015.05.03_04h45m38s_002_Focusing in 10M

Ashampoo_Snap_2015.05.03_04h15m18s_001_Pretty clear……my first record!

Ashampoo_Snap_2015.01.03_04h28m42s_003_Konon katanya ada sebagian yang berpendapat kalau merayakan tahun baru tuh ‘haram’ hukumnya. Kumpul-kumpul, hura-hura, minum-minum terlalu banyak mudharatnya. Nah, mumpung malam tahun baru, hujan ada baiknya ‘merayakan’ malam tahun baru dengan mengikuti Bogor Old-And-New contest yang memang sudah menjadi agenda rutin tiap tahun ORARI Lokal Bogor. Tentu saja kontes ini dengan hura-hura alias teriak-teriak CQ-CQ, ‘kumpul-kumpul’ imajiner di band 80/40m, dan diselingi minum ya… jahe anget lah untuk mengurangi serak di tenggorokan. Nah, kalau sudah begini ‘haram’ nggak ya?

Panitia sudah menyediakan User Defined Contest untuk dapat digunakan dengan N1MM logger, mantap dah. Memang semestinya kontes nasional didorong untuk dapat mengadopsi international contest rule. Dengan menggunakan logger akan melatih kontester ‘nasional’ untuk lebih mengenal dan lancar mengoperasikan software logger, eh, barangkali ntar nanti mengikuti kontes internasional tidak akan mengalami culture shock lagi #halah.

Bogor Old-And-New contest sendiri dibagi dua segmen; 12.00-15.00Z untuk band 80m dan selepas 15.00Z hingga 00.00Z menggunakan band 40m. Cuma rada bingung nih di juklak kontes disebutkan 12 jam, namun pada time periode disebutkan 24.00Z pada 1 Januari 2015? Penggunaan slot 80m cukup menarik karena kayaknya band 80m ini mulai ditinggalkan paska alokasi bandplan yang terdahulu. Dengan dibukanya band 40m untuk alokasi Siaga band 40m lebih menarik dari band 80m; mungkin karena antenna 40m lebih kompromise dibanding 80m.

Hal-hal menarik kala mengikuti kontes nasional masih sering ditemui dan terkadang bikin senyum simpul, he he…

  • Penggunaan QRZed? Masih sering ditemui rekan yang melakukan CQ-ing tidak menggunakan CQ namun menggunakan QRZed tanpa diikuti callsign-nya. Akibatnya rekan yang akan masuk wajar menggunakan QRZed tanpa callsign juga, namun justru dijawab pula dengan QRZed lagi, jadinya terjadi loop QRZed yang ‘pastinya’ nggak akan berakhir, he he……….
  • Beberapa kali, satu slot freq. saya dengerin beberapa menit kosong, saya gunakan pembukaan dengan “Apakah frekuensi sedang dipergunakan?” eh ada yang menjawab Frekuensi sedang dipergunakan, terus tiba-tiba ybs CQ-ing………he he. Ternyata frekuensi tersebut sudah di’kapling’.
  • “Saya sudah belum ya?” He he….. pertanyaan ini sering muncul karena barangkali yang bersangkutan tidak menggunakan logger dan masih menggunakan log manual, dan ‘malas’ untuk mengecek logsheet-nya, dan malas pula untuk ‘Listening First”. Namun hal yang cuku menarik terjadi seperti gambar di atas…..jhahahaha…
  • ‘Listen-Listen-Listen’ juga jarang dianut; sudah di-pile-up dan diakhiri dengan QRZed YB2ECG, masih ada saja yang menanyakan callsign-nya apa? he..he….. k’mon gais!

Lebih dari paparan di atas muncul ‘generasi’ baru kontester nasional, dan berharap generasi baru ini dapat cepat belajar dan hal-hal di atas nggak akan muncul lagi; ada 4 youngsters yang dapat saya logged: YC1COD (16th), YD1CXC (13th), YD1CCL(15th) dan YD5KFU(9th) dan ‘truely old-man’  YC6LOI (85th).

Have fun in the contest!

Ashampoo_Snap_2014.12.27_04h13m21s_002_

Ashampoo_Snap_2014.12.14_04h54m46s_001_StatisticsTerus terang baru kali ini mengikuti kontes di mode CW, apalagi di seri CQWW. Kategori bener-bener assisted, maksudnya adalah assisted by decoder.

Lha terus apa decoder-nya? CW-get, atau MFJPocket CW Decoder? Ya setelah hampir desperately seeking good decoder, akhirnya pada kesadaran kenapa nggak menggunakan Victorinox? ya, Swiss Army Knife digital mode ya MixW.

10431148_10204141037941201_5220841046254896485_oOkay, mari kita lihat. Style yang saya gunakan adalah S/P. Artinya search dan pounce terus berulang. Nggak berani dah open CQ-ing, karena sejatinya decoder yang terbaik adalah otak dan telinga manusia.

Lha terus apa hasilnya? Inilah yang menarik. Dengan pemilihan kelas yang ter yang tepat pastilah akan didapatkan hasil yang menyenangkan. Nah, terbukti dari hasil raw score didapatkan kandidat #1 of #1 continental winner dan country winner………Ngekek saya lihatnya. Pengalaman WAEDC RTTY 2006 terulang.

Kontesting memang menyenangkan…kenapa nggak banyak yang ikut?

Ashampoo_Snap_2014.11.16_11h45m12s_005_StatisticsGemes rasanya kalau bisa ndenger eh decode sinyal digital dan Anda berkali-kali s/p namun tiada daya sinyal nggak terdengar di lawan bicara hanya karena tidak bisa beaming antenna ke arah yang bersesuaian. Nah, kejadian yang sama masih terulang karena rotator KR600 macet. Pesta multimode yang diselenggarakan ‘shohib’ dari Rusia yang menggelar The First WW MultiMode contest jadi nggak berkorelasi linier dengan pencapaian QSO-nya.

Menarik memang kontes ini karena menggabungkan beberapa mode : SSB/CW/BPSK63 dan RTTY. Menarik dan menjadi pertanyaan kenapa berani mendeklare multimode. SSB/CW/RTTY memang mode yang ‘tradisional’ dan klasik di arena kontes. Nah, dugaan saya BPSK63 mewakili mode BPSK. Setuju dah, karena kalau yang digunakan BPSK31 nuansa kontes-nya akan nyaris hilang. BPSK31 lebih cocok untuk ragchewing karena bisa ngantuk kalau dipergunakan untuk kontes…hi hi.

Nah, mode yang lain kok nggak diwakili? Gimana dong dengan mode SSTV, FeldHell? He he….

Ashampoo_Snap_2014.11.16_17h54m47s_001_Dijimode kontesting memang enak menggunakan MixW dan dengan support penuh OM Victor, R3BB yang telah menyediakan add-on khusus kontes ini. Dengan add-on ini dapat dilayani fitur statistik kontes, serta yang palin menarik tombol untuk switching mode antara cw-ssb-rtty-bpsk63. Dengan modul ini perpindahan mode akan berjalan lancar, smooth dan seketika. Jangan cerita ya… kalau Anda pemakai demo version (pemakai abadi) dan tidak pernah registrasi pastilah selalu menemui waiting time saat switching dari satu mode ke mode yang lain. Minimal 1 menit lah, bayangin kalau waktu switching yang lama ini terjadi pada even kontes, bisa gemes dah….hi hi….

Sekali lagi, OM Victor menunjukkan kebaikan hati-nya dengan membantu para duafa kontester yang menikmati the Swiss Army Knife Digital Mode software dengan gratis.

Kembali ke hasil kontes, band yang ‘hidup’ kayaknya cuma dua: 15m dan 10m, 20m jangan diharap dah beberapa waktu ini jadi ‘dead-band’; terkadang heran juga ya, beberapa tahun yang lampau 20m selalu ramai dengan QSO baik phone, cw dan digital mode, dan menjadi satu alasan upgrade ke level Penegak. BPSK63 lebih cepet dibandingkan dengan BPSK31 namun rasanya kurang stabil dibanding rtty. Banyak kejadian S/P dijawab, namun setelah itu hilang entah kenapa. Berbeda dengan RTTY stabil QSO-nya dari awal hingga closed-log.

Beberapa station menjawab CQ-ing walaupun ybs tidak mengikuti kontes, he he… ya biarlah sekalian mengisi kredit LoTW.

DSC_0891As team member YE2C on CQ WPX SSB 2014

bartg hf rtty 2014

Sebenarnya ada dua agenda kontes pada akhir minggu ini: di kategori phone ada Russian DX Contest dan di segmen digital khususnya RTTY ada BARTG HF RTTY contest. Dua kontes yang cukup menarik, namun mengingat target DXCC via LoTW yang masih rendah di band 10m rasanya akan optimis kalau mengikuti BARTG contest. Ya sudah, keputusan diambil untuk mengikuti BARTG sementara via group BBM rekan-rekan Semarang akan aktif pada Russian DX Contest.

Seperti kontes-kontes sebelumnya, kondisi propagasi sangat aneh. Di saat 10m membuka dengan baik band andalan 15m dan 20m nampaknya jadi kuburan, kata orang Semarang… Sepi Nda. Dan bagi YB2ECG itu merupakan sebuah anugrah karena memang fokus pada 10m dan band yang lain biarlah sebagai pelengkap.

Benar saja, fokus pada 10M dan hasilnya adalah seperti statistik yang tertampil di sebelah kanan layar. Beberapa YB-land stasiun terdengar namun hanya OM Iwan, YE1NZ yang akhir logged QSO pada 15m walau dengan susah payah pada awalnya.

Kontesting yang penting adalah have fun, ya kalau capek atau ngantuk bolehlah istirahat atau closed-log. Nah, pada saat closed-log lumayan dah cukup mendapatkan jumlah QSO di atas 100 yang sementara merupakan batas psikologi dalam mengikuti kontes.

cqwpxrtty karirYa, mengikuti kontes RTTY di seri CQ-WPX merupakan satu event besar di kegiatan kontes amatir dunia. Diselenggarakan dan dimanajemi oleh sebuah team yang profesional dengan nama besar CQ Magazines dan dijalankan oleh amateur radio yang nggak kalah tenarnya, memberikan nilai kontes ini sangat menyenangkan pada post-contest.

Selama karir mengikuti kontes ternyata saya pribadi sudah mulai aktif sejak 2004 di CQ-WPX-RTTY ini dengan YC2ECG. Masih bersemangat kala itu hingga mampu mendapatkan perolehan di atas 300 Q’s; hal yang sekarang mungkin kalau dilakoni sekarang mungkin terasa berat, bukan arah enduro namun lebih kepada optimasi waktu. Ya, waktu yang terkadang diselingi dengan berbagai kegiatan keluarga yang tidak bisa ditinggalkan.

Cukup rajin ternyata, sejak 2004 beberapa tahun yang bolong antara lain 2005, 2011 dan 2012. Nah, saatnya sekarang 2014 YB2ECG fight back.

cqwpxrtty 2014Tetep setia dengan menggunakan MixW (demo) kali ini upgrade ke 3.11 cukup lumayan dan menyenangkan. Alokasi pemilihan kategori tentu Single Operator Single band di 10m, kenapa? ya karena arah kontesting sekarang lebih diarahkan ke side-effect untuk mendapatkan DXCC award kategori 10m, di samping 15m, 20m (done), digital (on progress) dan mixed (done).

DXCC 10m masih perlu mencari tambahan kredit untuk pemenuhan kredit LoTW, dan semoga saja even ini bisa memberikan kontribusi perolehan via LoTW dengan cukup signifikan.

Karena even ini termasuk even akbar di dunia per-rtty-an, banyak bermunculan pendekar-pendekar RTTY semacam AA5AU, AD1C dan GU0SUP yang sering memberikan elmering di internet.

Cukup menyenangkan kontes di 10m, beberapa kali mendapatkan pile -up dr JA dan beberapa dari EU.

Semoga saja dengan closed-log pada 265 QSO’s mampu memberikan kontribusi perolehan kredit LoTW.

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 59,891 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});