You are currently browsing the category archive for the ‘Elmering’ category.

Ashampoo_Snap_2014.11.01_07h02m52s_001_JT65-HF HB9HQX-Edition Version 0-9-82-0   - YB2ECG OI52FX -Dari ‘tabungan’ kredit Work All State di LoTW, Nevada state salah satu dari 5 negara bagian yang belum saya dapatkan. Nah, pagi ini kok iseng-iseng nyalain radio dan nyalain pula JT-65. Tiba-tiba kok ada K2ANT yang CQ-ing dan kesempatan manis nih mesti dicoba.

Pembaca, lhaiske, agak lama vacuum mengupdate blog tercinta ini, biasa-lah selesai hiruk pikut CQ WW RTTY dan CQ WW SSB 2014 di YE2C fokus perhatian jadi kurang untuk update blog ini.

Baiklah kembali ke JHT-65.

Anda sudah bermain dengan mainan satu ini JT-65? nggak baen-baen lho istilah semarangan. JT-65 nih didevelop khusus oleh seorang ham Amerika, OM Joe Tayor, K1JT seorang ilmuwan dan pemenang hadiah Noble.

Untuk bermain dengan JT-65 sudah tersedia software secara gratis; perkenalan pertama dengan JT65HF namun rasanya rada pusing menggunakan software ini, disusul dengan WSJT besutan OM Joe Taylor sendiri. Nah, terakhir jatuh cinta dengan JT65-nya HB9HQX. Software yang terakhir secara pribadi lebih mudah interfacing-nya dan sudah dilengkapi dengan Internet Time Synch serta link ke spot-reporter.
Apa yang membikin dx-ing no longer impossible adalah kemampuan software untuk mendecode weak signal, dan sangat mangkus untuk daya pancar yang lebih kecil. Kalau anda termasuk kategori A-mild, How Low You can Go? mode ini memberikan kesempatan yang bagus, di samping karakteristik mode ini memancar selama 47 detik… bisa-bisa panas tuh final amplifier-nya. Cobalah set maksimum power output 15Watt dan cobalah untuk CQ-ing. Dan temukan stasiun di belahan bumi lain yang mungkin kalau mempergunakan phone atau rtty Anda harus gunakan power maksimal dan beam antenna ada kemungkinan dapat terjaring dengan mode ini.

K2ANT bisa logged dengan menggunakan daya maksimal 15Watt dan berharap dapat menambah kredit WAS di LoTW saya.

Berani coba ? How Low Can You Go?

10375896_10203260520048804_59748011418457634_nKayaknya sudah jadi agenda rutin Iedul Fitrie. Acara saling berkunjung, dan tahun ini Alhamdulillah gerombolan si Kenthier bisa berkumpul lagi, banyak tawa, banyak canda, banyak pamer gigi dan yang pasti perut jadi kenceng, makan-makan dan menahan tawa.

Thanks guys.

YD0NGA/NS2F, YE3AA/N1IP, YB2ECG/N2ECG

1910408_10203167871732654_4861642356580010270_nYB2TX, OM Agus Wibisino, ex YC2BYC kebetulan ada acara menengok saudara yang mukim di W-land, tepatnya di Texas, seorang amatir juga, kalau nggak salah WA5WA. Selayaknya menengok kerabat dan kebetulan berbarengan dengan HamFest di Plano, Texas kunjungan kekeluargaan dimanfaatkan untuk menikmati dan melihat hamfest di W-land.

Nah, apa yang menjadi manfaat kita-kita yang belum mampu berkunjung secara pribadi ke hamfest-nya W-land adalah titip…titip dibelikan dan ditalangi dulu asesories yang barangkali dijual di flea-market mungkin via BBM (enak ya…).

Nah, beberapa tahun ini saya ngesir mikropon, lebih tepatnya boom mic set, dan jujur saja ngesir Heil Proset jadilah iseng-iseng titip pesan via BBM ke YB2TX kalau nemukan di flea-market. Eh, lha kok kebetulan ada… ya sudah proset yang didapat nggak tanggung-tanggung lho. Heil Proset Elite.

Nah, pekerjaan terakhir adalah membuat bagaiamana HeilPRoset dapat disambungkan dengan 2 radio dengan koneksi microphone yang berbeda; TS450S dengan koneksi 8 pin dan FT450D dengan koneksi RJ45 dan ditambah PTT foot switch.

Ya mudah saja toh. Socket dari HeilProset terdiri atas jack mono untuk dynamic mic dan stereo untuk headphone. PTT foot switch dan mic dikoneksikan dengan kabel RJ45 dan di-cramp untuk menyesuaikan koneksi dengan koneksi microphone FT450D. Nah untuk koneksi ke TS450S cukup dibuatkan adapter RJ45 dengan 8 pin konektor. Dan untuk menyambungkan HeilProset disambungkan dengan adapter RJ45.Praktis kalau mau berpindah-pindah.

So, dengan HeilProset dan foot PTT switch kedua tangan bisa bebas untuk menggunakan keyboard dan ajang kontes yang menjadi test case adalah Jakarta Barat Sprint Contest di band 40m.

Lumayan… nggak perlu beli lagi adapter aseli dari Heil.

Cukup lama juga dari kirim email ke redaktur QST hingga bisa muncul di kolom strays.  Ceritanya iseng saja nih, masih terbawa eforia mengikuti ujian FCC, gimana kalau pengalaman itu dituangkan dan dikirimkan ke Majalah QST, majalah resmi-nya dari ARRL?

Oke dah, gambaran utama mungkin bisa ditaruh di kolom up-front-nya QST, namun kayaknya cukup sulit, nggak tahu dasar pertimbangan redaktur untuk menaruh di halaman tengah, no problem lah yang penting bisa narsis di majalah keren.

Jadilah hari ini pas terima kiriman edisi Maret, saya coba cari di kolom up-front ternyata nggak ada, ah pastilah mungkin edisi April barangkali, iseng-iseng buka halaman per halaman, oila….akhirnya muncul juga di halaman tengah pada kolom strays

Wow, judul-nya cukup menyentak : By Indonesian, For Indonesians… Silakan ditengok!

qst march 2014

dxcc merge
Hasil merge dengan akun YC2ECG akhirnya dapat juga tuh dxcc untuk dijital dan 15M melengkapi kategori Mixed dan 20M.
Apakah sudah perlu diproses aplikasi-nya? Yup.
DXCC application for digital edit
Now…do not call yourself as a dxer before earning this qualification!

DXCC 20MNow, finally after some short of delay since October 4, 2013 now received safely on my hand.

ARRL MEMBER

Menjadi member ARRL tidak ada urusannya dengan harus jadi warga negara US atau memiliki sertifikat FCC; cukup bayar $39 atau $62 bagi International, Anda sudah mendapatkan membership plus langganan majalah QST selama satu tahun.
Ya, ARRL dan majalah QST siapa yang nggak kenal di kalangan Amatir Radio.
ARRL sepanjang pengetahuan saya dapat menjadi contoh sebuah organisasi Amatir Radio; yang bener-bener memperhatikan ‘nasib’ amatir radio di sono! Dan majalah QST adalah salah satu publikasi yang nggak lekang ditelan masa.
Apakah $62 cukup worthy? Relatif bung, kalau toh langganan koran lokal per bulan Rp 75.000- langganan QST $5 tidaklah percuma dibandingkan informasi/pengetahuan yang didapatkan.

Saya pribadi suka membaca, apalagi majalah ini, beberapa kurun waktu terdahulu sempet ‘mengemis’ untuk pinjam koleksi Majalah QST yang dimiliki oleh senoior yang sudah tidak aktif lagi, begitu sulitnya, bahkan sampai ybs SK keinginan untuk membeli pun tidak kesampaian.
Ya sudah, kenapa tidak beli sendiri? Hobby ini memang sedikit membutuhkan totalitas…

WJTX Satu lagi mode varian JT-65 dan JT-9 dipersembahkan oleh OM Joe Taylor. JT-9 diklaim lebih efisien 10% pemakaian bandwidth-nya dan lebih sensitive 20db dibandingkan JT-65A.

Bagi saya pribadi Interfacing dan pengoperasian WSJT-X  lebih menyenangkan dan lebih mudah dibandingkan software ada sebelumnya, WSJT-9 ataupun JT-65HF.

Yang perlu dilakukan adalah segera unduh di web-site-nya OM Joe Taylor, silakan tengok di sini. Sesuaikan instalasi dengan operating system yang Anda pergunakan.

Lakukan setup station dengan mengisikan Callsign dan tentu saja setting untuk PTT melalui port-serial yang bersesuaian.

Nah, setelah itu tune di frekuensi kerja JT-X dan segera akan terdengar alunan modulasi digital yang mendayu-dayu. Uji coba pertama langsung QSO dengan minimal power output/ 5 Watt.

Komunikasi pertama berhasil mendapatkan dua buah station JA-land, dan akhirnya pula dapat tambahan 3 Q’s dengan W-land; upload direct ke LoTW langsung dapat QSL dan confirm via LoTW. Ah, WSJT-X bisa pula dipergunakan untuk menambah kredit point DXCC 😀

Mau coba? Siapa takut!

963982_10201031478447414_1211068164_oSebenarnya kegiatan ini sangat bagus; sementara di mailing list dan perbincangan di radio perihal ‘stratafikasi’ tingkat kecakapan amatir radio antara Siaga/YD, Penggalan/YC dan Penegak/YB (termasuk YE lho ya) terpolarisasi, yang menyudutkan pemegang kecakapan Penegak harus, baca ditutuntut secara moral lebih ‘cakap’ dibandingkan dengan tingkatan di ‘bawah’-nya, dan Penegak diwajibkan harus memberi pencerahan sokor-sokor kalau menjadi teladan yang baik, praktis even ini sangat sepi dari peserta.

Peserta seminar praktis bisa dihitung dengan jari dari kalangan amatir, itupun yang hadir cuma pemateri, sisanya mahasiswa teknik fisika UGM angkatan 2012 alias panitia.

Dominan, kalau saya katakan, peserta TecnoAntenna Fair lebih suka ikutan lomba antenna, baca kekuatan sinyal,  dengan teriak-teriak roti-roti, bahkan ada peserta YL, yang teriak pakai password: luna-luna….luna maya kali ye…..

Tapi ya sudahlah, the show must go on. Dapat jatah dari YB-land DX club via OM Dani, YB2TJV, untuk menyampaikan Contesting Strategi….wow. Judul-nya hebat euy! Dan dalam hati ketawa.. karena beberapa kali dapat sertifikat juara ya karena nggak ada peserta-nya saja dari YB-land atau Oceania, jhahaha….. atau pakai strategi mas bro YE3AA, sharing management…..

DSC_9712 Nah, gambar di samping adalah tukang obat yang nggak laku jualannya.

Saya cuma menampilkan definisi kontest, detail juklak atau contest rule, penggunaan logger, convert cabrillo, itu saja. Dijamin dah nggak berbobot, dan persepsi peserta paling biasa saja; ya karena peserta para pemateri yang lain: YB2WB, YB2WBF, YB2VTO dan YB2UTX yang lebih mumpuni, dan peserta dari mahasiswa Fisika yang saya jamin mesti nggak mudheng…jhahahaha….

Namun, yang penting adalah menjadi pemateri di kampus UGM, memberikan nilai batin yang lain. Dulu kampus ini menolak lamaran saya via UMPTN, nah sekarang rasanya, kata mas Tukul, puas-puas….bisa kasih materi power point di kampus ini.

Dan, rasanya kegiatan ini cukup memberikan bukti. Janganlah mempolarisasi tingkat kecakapan amatir radio. Semua tingkatan memiliki kekuatan dan kelemahan. Ya, kalau sudah diberikan media sharing knowledge kayak begini oleh, yang kebetulan dari Penegak, dan nyatanya banyak yang nggak interest, janganlah di-stigma-kan bahwa penegak tidak mau berbagi ilmu.

Apapun tingkat kecakapan Anda, yang namanya belajar, IMHO, kayak kita mengambil air di sumur: timba/ember harus mendekati sumur-nya. Siapa yang mau belajar ya harus mencari sumber ilmu itu!Ya, jangan sumur-nya yang suruh mendatangi ember-nya.

Have a nice week end!

Kalau kita pernah melihat sebuah pertandingan atau sebuah kontes, mestinya orang lain atau peserta kontes pengin mengetahui kondisi persaingan yang ada; berapa skor team satu dengan team  yang lain, team kompetitor ikut dalam kelas apa, berapa pencapaian-nya. Nah, demikian pula di ‘dunia’ kontes amatir radio, selayaknya ditampilkan pula kondisi skore yang ada; pertama kali saya lihat fitur ini diaplikasikan pada kegiatan WRTC sehingga peserta, pemerhati kontes bisa mengikuti perkembangan secara real time.

Nah, untuk amatir radio, team dari R4W, menyediakan server dan dedikasi-nya untuk memberikan layanan server Live Contest Score; bisa ditengok di sini. Registrasi-nya pun cukup mudah, berikan alokasi Callsign, email addresse dan password itu saja.

live scoreNah, LiveContestScore ini mendukung beberapa major logger: N1MM, MixW, TR4W, WriteLog, AATest, 5MContest, WinTest, QARTest, dan saya yakin Anda sebagai kontester mesti mempergunakan satu atau dua logger tersebut.

Cara aktifasi cukup mudah; unduh terlebih dahulu LiveCQContest.ru Score poster, dengan nama file : unipost5.zip pada menu option; ekstrak dan jalankan. Akan muncul interface untuk setting kontes yang akan diikuti.

live score2Nah, kebetulan ada even ARI Contest, saya mengikuti kelas RTTY, dan tentu akan Anda duga saya akan pergunakan MixW. Betul, nah pengaturan LiveScore Poster-nya mendukung secara penuh MixW.

Hal yang penting adalah setting Callsigtn, Contest yang akan diikuti, category, transmitter, band, power dan mode yang dipergunakan. Satu lagi yang tidak boleh keliru adalah link file MixW log yang dipergunakan harus diberikan link dengan benar.

Atur periode autopost-nya; bisa tiap 3 menit atau 10 menit, terus tekan RUN.

Nah, silakan Anda beroperasi dengan normal pada MixW; LiveScore poster akan update mengirimkan posting score-nya.

Kalau diperiksa di websitenya, akan terseleksi kelas dan hasil perolehan secara live; bisa dilihat kondisi persaingan yang ada; berapa skore lawan bahkan pada kelas yang sama.

Mau mencoba? Tentu syarat yang utama adalah tersedianya akses internet. Hey, hari gini…..Have a nice contesting………!

Me Myself

Last My tweet

Free counters!

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 65,374 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

The Guest

Visitor Clusters

iklan nih

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});