Susahnya kalau kita bertemu, berteman dan bersohib sesama penggila gadget………. siap-siaplah bakal keratjoenan. Demikian juga yang sekarang terjadi. Pada even kunjungan ke Jakarta kemarin dalam rangka Jakarta Ham Festival, secara penuh transportasi dan akomodasi ditanggung oleh sahibul bait YD0NGA alias OM Fitra di Pondok Bambu; menyadari bahwa even Jakarta Ham Fest kurang lengkap dengan techno-workshop akhirnya kami bersepakat untuk nyempal dan berkunjung ke pusat gadget dan hamshop di Glodok.

Selain survey perkembangan teknologi, eh, harga hamshack di Jakarta, menyempatkan pula survey gadget secara langsung di pasar-nya. Yang menjadi perhatian adalah gadget ber-basis droid alias Android; dan beranalogi di QTH-nya YD0NGA ternyata sudah terpasang Android-TV ex SuperSpring dan tablet Android seukuran 7″ ber-stempel Tabulet Octa; nah yang menarik dari dua droid ini adalah konektivitas ke TV LCD/LED via sambungan HDMI, sehingga bisa dirasakan surfing dan akses internet dengan layar lebar 32″ he he…..

Nah, sebenarnya satu minggu setelah HamFest di JCC berlangsung event yang pasti bikin kepala cenat-cenut; IndoComtech 2011 yang salah satu-nya adalah launching produk android dari TabuletPC berukuran 8″ dengan produk Tabulet Octa.

Nah, mumpung hari besar, November 5th segera disusun strategi untuk mengajukan proposal ke XYL dan Alhamdulillah indescent proposal ini langsung di-approve alias disetujui. Segera kirim pesan ke YD0NGA untuk order satu buah Tabulet Octa dari Jakarta; karena store Semarang yang di-rekomendasikan oleh TabuletPC ternyata belum ada stock sama sekali.

Nah, akhirnya dengan layanan sekelas courier internasional dengan selamat Octa sampai di Jl. Simongan.

Dengan layanan YES, Yakin Esok Sampai….ya memang ke-esokan hari-nya si Octa baru nongol setelah bolak-balik menanyakan ke front-office. Mirip bener menunggu kedatangan seseorang yang dirindu….wow!

 Nah, kesan pertama memang bener-bener stylish, dengan casing leather-case kulit aseli bikinan Indonesia,  walau relatif agak berat, lk 600 gram, berlayar 8″ memberikan ruang layar yang relatif lebih lebar dibandingkan pendahulunya tab-troy yang pernah ditimang-timang di QTH YD0NGA. Walau processor agak beda Cortex A8 1 GHz, sudah dilengkapi dengan SD 4 GB, dengan multi-touch dan android Ginger Bread alias Roti Jahe.

Oke dah si Octa sudah di tangan, langkah awal adalah charge full minimal 4 jam rekomendasinya dan pulang dr kompeni langsung mampir ke toko komputer di Semarang walau sempet kehujanan dan kebanjiran dan sempet pula menitipkan si RedPulse ke tempat teman karena macet kena banjir🙂 si Octa langsung didandani dengan screen-guard dan tambahan external SD Card 16GB… Mantap dah.

Sebuah android-gadget tanpa akses internet ibarat pria yang terkena syndrome disfungsi ereksi; langsung dah dicoba koneksi dengan wifi di rumah yang mempergunakan Linksys WRT54GL. Opps olala….ternyata si Octa bisa berkoneksi dengan Linksys namun tidak bisa masuk ke internet untuk browse ataupun masuk ke android-market. Setelah konsultasi dengan the expert alias YD0NGA dapat diyakinkan bahwa problem utama mesti pada sektor DNS. Dan lucunya kalau kita google dengan keyword “can connect to router but can not browse internet’ akan muncul banyak sekali problem yang dialami oleh gadget berbasis android! dan kalau dikompilasi bisa terkumpul lebih 15 solusi saran dari yang sederhana menghidup-matikan router, ganti |IP static, install AppShare dan rekomendasi rooting.

Akhirnya dengan trial error dengan mengubah setting di router Linksys WRT54GL ke mode G-only, channel-6 , security  single (TKIP/AES only), dan set DNS router di set ke Google PublicDNS  8.8.8.8 dan 8.8.4.4 akhirnya si Octa dapat terkoneksi dan akses internet untuk browse dan install aplikasi di market.

 Nah, sisi menarik dari Octa yang lain adalah kelengkapan fitur 3G di samping layanan Wifi. Nah, uji coba pertama adalah dengan menggunakan layanan dari provider yang menyatakan dirinya operator GSM yang baik dengan paket internet untuk rakyat; AXIS-Pro, dikarenakan coverage di sekitar rumah dan kantor cukup memuaskan.

Uji coba dengan browse dan market tanpa masalah lanjut dengan uji coba aplikasi Ham Radio dengan aplikasi EchoLink untuk akses Indonesia Network di fasilitas EchLink. Dari gambar di sebelah terlihat bisa terkoneksi lancar dengan salah satu link Echolink di Jakarta via YB0DNY dan dapat mengikuti komunikasi dengan lancar.

QSO dapat lancar dengan layanan 3G; tinggal aplikasi lain saja yang perlu diinstal semacam aprs; semacam APRSDroid atau U2APRS yang masih macet.

Sisi kurang dari Octa adalah masalah berat badan yang berkisar 600 gram alias lebih dari setengah kilogram, selebihnya worth to buy apalagi kalau ditenteng dengan leather case-nya. Mantap!

Saya tidak ada interest dengan Tabulet, namun bagi rekan-rekan yang sedang memilah dan memilih tabulet Octa secara pribadi dapat menjadi alternatif mendapatkan gadget tablet berbasis android dengan reasonable-price. Tapi barangkali selepas membaca post-ingan ini omzet tabulet meningkat di kalangan amatir radio; tidak menolak lah kalau dapat tawaran Tabulet-Beat dengan harga menggoda! Hi hi……

Thanks to komendan YD0NGA yang telah bersusahpayah mencarikan Octa di Jakarta serta men-deliver ke Semarang dengan sehat wal afiat.

Mak…aku punya android baru mak!