Apa yang terpikirkan dengan istilah HamFest? Secara lateral mungkin yang terpikir adalah tempat berkumpulnya kawanan amatir radio; acara workshop, sharing knowledge perihal ke-amatiranradio, seminar, flea-market dan tentu saja rag-chew secara langsung alias eyeball sesama amatir radio.

Nah, gambaran itulah yang mendorong kaki ini melangkah dan menerbangi jarak Semarang-Jakarta (walau masih agak trauma dengan namanya penerbangan di musim hujan) dengan harapan akan bertemu dan menikmati ragam acara Amatir Radio Hamfest. Lho bukannya hamfest kali ini diselenggarakan di ibukota dan berbarengan dengan even nasional Musyawarah Nasional ORARI yang akan menentukan arah kemana ORARI akan dibawa?

Okelah setelah berdiskusi dengan sohib, YB3TD dan tuan rumah YD0NGA akhirnya terbelilah two-way tickets Semarang-Jakarta-Semarang; walau akhirnya si OM Rivai nggak jadi berangkat ke Jakarta.

Sabtu pagi dengan penerbangan pagi akhirnya nyampai dan dijemput OM Fitra di Soetta dan langsung meluncur ke venue hamfest di lapangan parkir IRTI Monas (saya pikir pelaksanaannya di Monas itu sendiri).

Nah, arena hamfest itu sendiri akhirnya terdiri atas beberapa stand/booth yang berbentuk huruf  ‘U’ dengan centre point panggung yang terpasang organ/keyboard tunggal.

Titik temu pertama adalah booth dari YBDX-club alias club DX-ing dari YB-land yang secara spontan terbentuk via forum Blackberry Messenger; booth yang lain yang menarik adalah antena amatir radio produksi OM Nur, YB1DYU dan stand lokal Jatinegara yang menampilkan eQSO. Stand/booth yang lain tampak peminat Echo-Link dan booth 7.070Mhz. Booth selebihnya adalah booth para aktifis flea-market dan penyedia acesories yang lain; dari tee-shirt, pin, topi dan pelayanan bordir.

Adakah acara workshop? Ya, tertampil pada tenda peleton di ujung arena ada semacam sarasehan lebih tepatnya dibanding acara workshop adalah sarasehan mengenai ORARI Nusantara Net (ONN); sebenarnya cukup menarik sarasehan ini untuk memotret gambaran kegiatan net di Nusantara.

Ada lagi booth yang menarik?

Ya, jelas di ujung tengah/centre point arena adalah panggung gembira yang diisi dengan keyboard/organ tunggal dan diisi partisipasi dari rekan-rekan amatir seluruh Nusantara. Dan, nampaknya yang masih tergiang-ngiang di telinga ini adalah lagu yang lagi booming di Indonesia oleh mbak Ayu Ting-Ting – Alamat Palsu!

Kemana Kemana Kemana………….

Ya, kemana ORARI akan melangkah dan dibawa arah oleh Nakhoda yang baru? Let’s wait and see….~