Kira-kira apa persepsi Amatir Radio (baca: ORARI) di mata Breaker?

Sebenarnya tanpa disengaja bertemu dengan suami-istri di warung kelapa muda langganan kalau pas fun bike untuk sekedar melepas dahaga dan mengganti cairan tubuh; nah suami istri ini kebetulan ketemu bareng di acara fun bike; nah karena sang suami membawa perangkat komunikasi HT 2m iseng-iseng tanya:  wah seneng mainan radio ya? Itu radio apa pak? Di frekuensi berapa? Ikutan organisasi apa? Kebetulan beliau-nya membawa HT made in China single band VHF! (Coba kalau bawa Icom IC-2GAT)😀

Nah, iseng-iseng pula tanya ikutan organisasi yang mana? yang berbaju hitjau atau ORARi terus gimana sih ORARI itu? nah, kali ini yang menjawab adalah istrinya: (rada kaget juga sih karena amplitudo-nya jadi meninggi)

ORARI itu :

  1. Anggota-nya orang intelek
  2. Anggota-nya orang-orang kaya
  3. Anggota-nya nggak suka kumpul-kumpul bersilaturahmi nggak segayeng paguyuban.
  4. Kalau dukom suka telat, susah koordinasi-nya!

Saya sendiri nggak habis pikir kenapa jawaban sang istri demikian sewotnya… ha ha…

Nah, saudara-saudara demikianlah first impression  dari mereka yang sama-sama pengguna frekuensi radio di negeri ini. Mungkin ada benarnya kali bahwa anggota ORARI

  1. Intelek, barangkali  karena pakai ujian amatir radio, langganan majalah CQ atau ARRL, suka nulis di buletin semacam BeON, suka bikin blog tentang amatir radio…. dll
  2. Orang-nya kaya-kaya, ya mungkin sesuai priveledge-nya punya all band transceiver tidak sebatas VHF 2m, antenna-nya tentu saja disesuaikan, belum amplifier, tower antenna, komputer, jaringan internet.
  3. Anggota-nya nggak suka kumpul-kumpul bersilaturahmi nggak segayeng paguyuban; nah ini rada susah juga. Beberapa kali pertemuan hamfest, training dan sharin knowledge rasanya lebih ramai tuh ajang jeng-jeng alias keyboard tunggal-nya, he he….
  4. Kalau dukom suka telat, susah koordinasi-nya! Ya rada bingung juga ya rasanya ‘dukom’ lebaran kemarin cukup ramai di VHF, HF 40m dan di layanan VOIP ada eQSO/iQSO dan echo-link.

Ya, apapun itu komentar dan pembelaan rasanya cukup bermanfaat untuk evaluasi diri. Quo Vadis ORARI Quo Vadis Amatir Radio Indonesia di tengah Law Enforcement tentang Radio Regulation dan Pemanfaatan Frekuensi yang sedemikian amburadul-nya?

Nah, mumpung pada mau ber-Munas di Jakarta besok 21-23 Oktober 2011 eh barangkali menjadi bahan pertimbangan ke mana mau dibawa Amatir Radio ini?

Atau barangkali ada yang menambahkan : Apakah persepsi Anda tentang Amatir Radio (baca: ORARI) di Indonesia? Monggo!