Tanggal 16-17 April 2011, ORARI Daerah Jawa Tengah berencana mengadakan rapat kerja yang bertujuan antara lain menyerap ‘aspirasi’ anggota di tingkat lokal untuk dibawa ke tingkat nasional, barangkali apa yang disebut dengan munas alias musyawarah nasional ORARI.

Beberapa rapat panitia, kebetulan ditunjuk jadi seksi sidang, beberapa usulan yang terlontar dari pengurus lokal antara lain masalah ‘law enforcement’ terhadap pengguna frekuensi di band amatir, yang kayaknya semakin menjadi-jadi tanpa terkendali.

Satu lagi yang ditekankan adalah proses perpanjangan IAR yang relatif lama.

Saya sendiri pada tanggal 17 April tidak dapat langsung berinteraksi dengan suasana rakerda, karena ‘family matters’; namun saya cukup beruntung diberi kepercayaan pada tanggal 16 April, di Islamic Centre (venue tempat rakerda diadakan) untuk memberikan ya sekedar ‘sharing’ perihal operating procedure pada even kontesting, dx-ing dan digital mode bersama YB2KM, OM Djatmiko yang diberi slot bersama untuk menyampaikan operating procedure di kegiatan net lokal.

Melihat para peserta yang ‘pelatihan’ yang ditunjuk oleh pengurus lokal, saya percaya bahwa akan banyak antusiasme terhadap materi yang akan ‘di-jual’. Dengan berbekal teknik ‘training’ hasil traning TOT (Training On Trainers) saya coba jualan dengan modal dua buah notebook untuk simulasi digital mode, Kenwood TS450 untuk demo CAT dan elektronik Logger (N1MM Logger). Dan untuk sesi ice-breaking saya uji kemampuan receiving dengan simulasi Pile-Ups SSB contest yang saya comot dari WRTC-2000 dengan iming-iming DVD 3Y0X DX-pedition kiriman OM Wowok, YC0NHO.

Oke, sesi pertama YB2KM menyampaikan dasar-dasar operating kegiatan Net dan tata cara menyelenggarakan kegiatan net di pengurus lokal.

Oke…selesai sudah, akhirnya giliran YB2ECG memberikan sesi repeater, digital kontest, dx-ing dan kontesting. Melihat atensi peserta rasanya cukup interest dengan apa yang ditampilkan, simulasi digital mode dengan MixW, simulasi CAT+N1MM dan berharap pada sesi tanya jawab setelah makan siang akan banyak yang mengajak diskusi.

Pada sesi akhir, sebelum ISOMA, saya berikan kesempatan peserta untuk uji-nyali receiv SSB Pile-ups; dan hasilnya sangat bervariatif. Rata-rata hanya bisa menangkap sebagian, baik prefix dan suffix. Dan setelah dilakukan penilaian bersama terdapat beberapa peserta yang mampu logging dari pile-ups; diperoleh 4 peserta yang mampu logging secara sempurna; 1 orang peserta dengan 2 buah log, 3 peserta yang lain mampu ‘menangkap’ 1 station.

Banyak faktor yang mungkin bisa mempengaruhi; bisa dari kualitas sound-system yang dipergunakan, atau barangkali peserta terlalu terbiasa dengan mode FM dan belum terbiasa mendengarkan ‘irama’ ssb di HF atau pun mungkin belum terbiasa mendengarkan ssb di slot dx-window.

Great, istirahat sholat dan makan selesai, dan saatnya sesi tanya jawab. Saya pribadi berharap banyak pertanyaan yang akan timbul terhadap materi yang saya berikan, namun kayaknya kok nggak terealisir harapan itu. Banyak pertanyaan tertuju ke YB2KM perihal nama panggilan repeater, spelling ICAO, dan seputar aktifitas net.

Ya, bagi saya cukuplah hari itu saya ‘berjualan’; kalau laris ya lumayan kalau nggak laku ya ndak masalah. Namun, sedikit berharap karena ada beberapa peserta yang berniat ‘mencopy’ softcopy materi yang diberikan. Eh, siapa tahu nanti di rumah setelah mengulang dan mendengarkan pile-ups contest bisa termotivasi untuk mengikuti kegiatan dx-ing ataupun kontesting.

ya, namanya jualan bung….!