IAR selayaknya dokumen penting yang lain semacam SIM adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara dan sepatutnya merupakan dokumen yang secara hati-hati dipersiapkan oleh pihak yang berkepentingan. Tak tanggung-tanggung format IAR baru ini diatur secara khusus pada lampiran Permenkominfo No-33/2009.

Aturan sangat detail bahkan sampai ukuran point dan font yang digunakan, ukuran logo yang dipergunakan dan komposisi warna yang ditetapkan.

Dan, sebagai warga negara dan amatir radio yang baik IAR, alias Ijin Amatir Radio merupakan syarat mutlak secara legal untuk mempergunakan frekuensi radio dengan baik dan benar.

Tapi cobalah kita lihat dengan seksama dan hasil diskusi semakin kelihatan beberapa hal yang memperlihatkan IAR, sebagai dokumen resmi dikelola dengan sangat terbatas dan kurang profesional :

  1. Directorate General of Post and Telekommunications; awalnya rada bingung apakah ini tulisan bahasa Belanda atau Perancis, namun kalau melihat ada -of- nya dapat dipastikan ini adalah tulisan English: beberapa IAR rekan lain POST tertulis POSTS, dan TELEKOMMUNICATIONS tertulis dengan –C-.
  2. Amateur Radio License; beberapa kepunyaan rekan mempergunakan tulisan LICENCE; saya nggak tahu apakah kita lebih ke British English atau American English.
  3. Pada lembar sebalik, tertulis ketentuan pada butir no-2 : Izin Amatir Radio ini berlaku bagi pemegang sesuai nama dan tanda tangan; saya jadi heran di mana pemilik IAR membutuhkan tanda tangan, yang bertanda tangan cuma Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio. Sebenarnya akan tidak bermasalah kalau butir no-2 tersebut mempergunakan atau ; yang secara logika (eh, dulu pernah dapat pelajaran teknik logika) akan berlaku benar apabila salah satu bernilai benar. Hal lain akan bernilai lain kalau operator logika-nya dengan DAN (AND) artinya pernyataan akan bernilai benar apabila seluruh syarat terpenuhi.
  4. Format masa berlaku juga tidak seragam; kalau melihat IAR di atas dapat disimpulkan mempergunakan format DD/MM/YYYY namun ada yang menginformasikan format yang dipakai MM/DD/YYYY😀

Nampaknya memang harus segera dilakukan tindakan perbaikan. Terlalu sayang apabila dokumen yang merupakan lampiran dari sebuah Peraturan Menteri direalisasikan dengan sembarangan, dan mestinya ORARI Pusat selayaknya dapat menginformasikan hal ini ke pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika.