Sudah hampir dua bulan ini, di QTH Plamongan Indah sudah terpasang layanan internet dari Speedy Telkom, ya betul, perkembangan jaman sudah sedemikian pesatnya berkembang, dan kalau boleh ber-flash-back ke masa silam, sekitar tahun 1996-1997 perkenalan dengan dunia internet dimulai dengan merebaknya layanan BBS, Bulletin Board System via rumah YD0NGA di Jl. Semeru, kemudian berkembang dengan mengikuti satu presentasi dari satu provider internet dari Jakarta kalau nggak salah RadNet, di sebuah hotel di Jalan Arteri dekat dengan PRPP. Saat itu mungkin terpikir ini gila barangkali provider memberikan demo akses internet dengan NatScape di siang hari, bisa dibayangkan biaya pulsa telepon Semarang-Jakarta untuk akses server RadNet di Jakarta. Kemudian, muncul beberapa provider yang sempat kita ikuti semacam VisionNet di Jl. MT. Haryono, dan diikuti provider dari sebuah BUMN, Wasantara namanya. Wasantara ini awalnya cukup agresif, bahkan menyediakan semacam warnet di sebelah kantor pos besar di Johar dan barangkali mungkin warnet pertama kali di Semarang.

Saat itu jelas biaya akses internet masih bisa dikatakan mahal, dibandingkan sekarang. Sebab, selain biaya invest modem dial-up, saat itu biaya akses dipisahkan atas biaya langganan jasa provider (abonemen), abonemen telepon dan biaya pulsa telepon. Jadinya terpaksa kami, saat itu berpatungan untuk menutup biaya langganan internet, saya yang menanggung langganan ke provider, satu teman menanggung biaya line-telepon-nya.

Nah, lihat sekarang sekali telepon ke marketing Speedy, apalagi kalau pas ada program promo, dapat tuh modem ADSL dengan gratis, pelanggan langsung dapat menikmati layanan dengan santai.

Untuk apa sebenarnya berpayah-payah mengeluarkan waktu dan tenaga; berbekal akses BBS dan internet model SKDP/Sistim Komuniasi Data Paket yang yang lemot? Ya, semuanya bermuara kepinginnya kita mengakses informasi yang tersedia, mencari freeware yang dibutuhkan, jangan bayangkan akses dengan modus web yang kaya dan berwarna-warni untuk saat itu.

Muncul kemudian layanan web-base, dengan layanan yahoo dan hotmail yang menawarkan fasilitas search engine dan layanan email gratis. Disusul pula fenomena membuat website pribadi (belum blog) pada halaman geocities.com yang sekarang sudah almarhum (dulu sempet punya http://www.geocities.com/yd2ecg). Ya, karena kita memiliki hoby amatir radio isi website statis tersebut lebih ke arah paparan narsistik kegiatan amatir radio; semacam tampilan ham-shack, radio dan sistim antenna yang dipergunakan dan lain-lain.

Nah, dengan perkembangan teknologi, internet relatif sangatlah lebih murah dan mudah dan cepat, layanan tidak sebatas berselancar di halaman, namun berkembang pula teknologi yang dilatarbelakangi atau didukung oleh teknologi internet.

Sebelum berpaling ke layanan ADSL dari Speedy, akses mempergunakan layanan wireless  dari Flash, cuma sayang di sekitar QTH masih belum memungkinkan mendapatkan layanan 3G, kurang tahu apakah daerah Plamongan sekitar Mranggen, yang notabene remote dari Semarang belum bisa menikmati layanan ini. Makanya pas ada tawaran promo Speedy langsung  tidak usah berpikiran panjang langsung meng-iyakan.

Ya, tentunya dibandingkan dengan jaman doeloe tahun 1996-an, biaya ini fantastis lebih murah dengan kecepatan layanan yang lebih memuaskan. Nggak tanggung-tanggung, agar akses internet bisa dinikmati seluruh keluarga, dipasanglah wifi router (see posting sebelumnya di sini)

Nah, layanan internet sudah terpasang, kira-kira layanan sehat macam apa yang bisa diaplikasikan oleh seorang amatir radio dan tentunya bisa pula diaplikasikan oleh masyarakat awam?

  • Browsing, gunakan browser untuk menjelajah dan menggali informasi yang positif dan mendukung kegiatan amatir radio; website semacam eHAM, QRZ sangat dianjurkan untuk mengetahui perkembangan dunia amatir radio secara internasional. Website yang sangat direkomendasikan antara lain contest calendar-nya Bruce, WA7BNM yang secara rutin mengupdate jadual kontes internasional. Nggak terbayang betapa susahnya amatir radio pada jaman pra-internet mengakses jadual kontes internasional dan mengirimkan log hasil kontes dengan snail-mail/pos biaya ke luar negeri dengan perangko mahal dan waktu yang lama, atau barangkali pengin menikmati jasa eQSL-ing (pengiriman QSL card online, yang meng-klaim bisa menghemat ratusan juta dolar untuk menekan biaya perangko dan biaya cetak QSL Card) bisa ditengok di sini.
  • Mailing-list atau reflector; bergabunglah dengan forum/mailing-list yang berkaitan dengan bahasan amatir radio, seperti contoh mailing list khusus membahas antenna, digital mode, bahkan khusus tersedia pula mailing list perihal kontesting.
  • Blog; share your knowledge! Era website statis sudah berlalu, berkembang weblog atau blog sebagai website pribadi yang dinamis; buatlah sebuah blog, selain melatih kemampuan mengekspresikan pendapat secara tertulis kegiatan nge-blog juga bisa digunakan untuk berbagi pengetahuan, seberapa kecil-nya pengetahuan itu pasti akan bermanfaat untuk orang lain.
  • Aplikasi VOIP/Voice Over Internet Protocol. Pada awalnya layanan VOIP ditawakan semacam Internet Telephoni, dan amatir radio yang progresif tidak pula ketinggalan di dalam mengaplikasikan teknologi VOIP ini.  Tersedia layanan VOIP untuk amatir radio semacam eQSO/iQSO yang memungkinkan  seorang amatir radio dapat memperluas rentang komunikasi. Dengan teknologi ini bahkan bisa dimungkinkan komunikasi DX (komunikasi long houl/jarak jauh) cukup dengan mempergunakan handy transceiver/HT atau lewat PC-client. Dengan mudah dan murahnya akses internet dapat dimungkinkan pembangunan gateway pada daerah-daerah blank-spot sehingga komunikasi yang awal-nya point-to-point secara terestrial tidak mungkin dapat diatasi dengan teknologi ini. Selain aplikasi berbasis kegiatan amatir radio bisa pula dipergunakan aplikasi-aplikasi semacam Skype, Yahoo Messenger dan Telepon Internet dari VOIPRakyat. Apa keuntungan dengan menggunakan aplikasi VOIP ini, yang jelas membikin kantong keuangan sehat, karena dengan aplikasi ini komunikasi jarak jauh dapat terjalin bahkan dengan video-conferencing tanpa mempergunakan fasilitas telepon alias nggak membayar bea pulsa!
  • Layanan APRS/Automatic Position Reporting System yang dikembangkan oleh Bob Bruniga, WB4APR, merupakan teknologi yang menggabungkan perangkat radio amatir, gps, mapping dan akses internet. Dengan layanan APRS dapat di-track posisi dan pergerakan seorang amatir radio. Tidak hanya melihat posisi seorang amatir radio informasi semacam gempa bumi bahkan dapat diamati karena badan geologi Amerika Serikat (USGS) menyalurkan pula informasi aktifitas gempa, waktu dan lokasi gempa serta kekuatan gempa ke server APRS sehingga informasi dapat secara cepat diperoleh pada layar APRS. Gambar di bawah adalah aplikasi APRS menggunakan software UI-View dan menggunakan akses layanan internet. Terlihat pada layar UI-view terdapat spot pada daerah Jayapura dengan ID: 181854g46 dengan simbol lingkaran; ini adalah spot yang menginformasikan telah terjadi gempa bumi di daerah Jayapura! Layanan semacam APRS juga sudah dinikmati oleh masyarakat umum dengan aplikasi gpstracker+layanan GSM/CDMA dan digabungkan dengan aplikasi web-tracker; dengan aplikasi ini seseorang dapat mengikuti pergerakan seseorang yang sudah dipasangi tracker, kendali pusat armada taksi dapat mengamati sebaran armada taksi sehingga apabila terdapat panggilan taksi dapat dilayani oleh unit yang terdekat, dan masih banyak pengembangan web-base yang lain. T

  • Integrasi akses telnet dx-cluster, CAT dan logger : dengan layanan akses yang murah dan cepat, seorang amatir radio akan lebih mampu mengoptimalkan stasiun radio-nya  lebih mudah dan efektif. Dengan fasilitas telnet akses dx-cluster amatir radio akan lebih mudah memonitor aktifitas amatir radio seluruh dunia. Mengetahui kondisi propagasi pada daerah tertentu dan pada band frekuensi tertentu. Dengan integrasi layanan berbasis internet pula dapat ditarik informasi secara cepat perihal lawan bicara kita pada saat QSO tanpa perlu kita menanyakannya  melalui radio.
  • SSTV via internet; SSTV/ Slow Scan Television adalah bentuk komunikasi yang mempertukarkan informasi berupa gambar/picture pada komunikasi amatir radio. Bagi amatir radio yang kebetulan memiliki keterbatasan perangkat HF transceiver dapat memanfaatkan layanan InterACE, layanan komunikasi SSTV dengan berbasis akses internet antar amatir radio di seluruh dunia, dan dijamin pertukaran gambar/picture akan selalu sempurna tidak terpengaruh oleh faktor propagasi gelombang radio.
  • Perpaduan Google Earth dan GPS; dengan akses ke server google earth dimungkinkan menggabungan trip log rekaman GPS dengan google earth hingga didapatkan track hasil perjalanan yang terekam oleh GPS dapat divisualisasikan ke dalam peta.

Sebenarnya masih banyak layanan yang berbasis internet yang bisa dipaparkan, namun dari beberapa contoh di atas terbukti bahwa akses internet yang sekarang tersedia secara murah, mudah dan cepat dapat di-utilisasi-kan secara penuh tidak sekedar layanan browsing, fasilitas email (browsing dan email adalah layanan generik) namun bisa dipergunakan untuk layanan lain yang dapat memberikan nilai tambah.

Dengan layanan yang murah, mudah dan cepat, dan unlimited, bandingkan dengan era awal layanan internet masuk ke Indonesia pada tahun 1995-an yang relatif lebih mahal semestinya dapat dimanfaatkan untuk keperluan dan kepentingan yang lebih baik.

Nah, itulah barangkali yang dimaksud dengan internet sehat. Bukan saatnya lagi menggunakan layanan  untuk melihat dan menggali garbage-information. Akses Internet Sehat seyogyanya dimaknai sebagai upaya mengoptimasi dan meningkatan utilisasi layanan internet untuk aktifitas yang murah, efektif dan akhirnya mendorong ke arah kehidupan yang lebih baik.

Semoga!