Akhir bulan Oktober ini salah satu gunung api teraktif di Indonesia kembali bergeliat dan sampai tulisan ini dibuat masih menyemburkan ‘wedhus gembel’ yang banyak memakan korban.

Nah, akhir oktober adalah saatnya perhelatan kontes akbar CQ WW SSB dan mengulang tahun kemarin 2009, YE2R akan turun lagi di kelas yang sama pada kategori Multi-Two alias Multi Operator Two Transceiver.

Kali ini susunan team agak berbeda dan diikuti oleh dx-er/kontester dari berbagai daerah di Indonesia (alphabetical order) ; tersebut YB1TJ, YB1WR, YB2CPO, YB2DX, YB2ECG, YB2TJV, YB2VTO, YB3KM, YB3MM, YB3PXF, YB9ZWJ dan YC2BBY. Di situs-nya Bill, NG3K kayaknya akan terjadi ‘perang saudara’ di kelas M/2. Kenapa tidak, ternyata YE0X juga turun di kelas yang sama dengan YE2R dan segeralah ramai arus komentar baik di milist orari-news maupun via sms…. Tapi no problem, terkadang kita harus memiliki ‘competitor’ untuk mendorong performance yang lebih baik.

Sabtu, 30 Oktober 2010 00.00Z hingga Minggu, 31 Oktober 2010, 23.59Z perhelatan itu-pun dimulai. Namun karena mendapatkan tugas men-deliver beberapa bahan obat dan kebutuhan untuk pengungsi di posko Pakem dan Magelang, terpaksa dah ikutan YE2R yang diaktifkan di stasiun YB2DX pada minggu pagi hingga closing the log, Senin pagi WIB (ambil cuti dong guys).

Persiapan kali ini lebih matang terbukti dengan pemasangan antenna-antena baru serta kontingensi plan, genset 60KW apabila pln ‘black-out’ karena nggak kepingin mengulang pengalaman pahit terdahulu.

Di-support dengan layanan dx-cluster via dxsummit.fi dan W6EL propagation tools serta VOACap memberikan panduan terhadap pemilihan band frekuensi dan arah beaming (sayang YB2DX belum melengkapi dengan rotator) dengan bantuan YC2PQW sebagai otot’er. Log tentu saja dengan the fabulous logger: N1MM lengkap dengan country files AD1C yang terbaru.

More detail tentang YE2R silakan mampir ke ‘official blog’ YE2R pada http://www.ye2r.wordpress.com