Sebaiknya apa yang dibicarakan pada saat eyeball sesama amatir radio? Isue organisasi, atau membahas usulan pembentukan ORARI Lokal Semarang Baru atau apa?

Bagi saya pribadi isu yang menarik adalah sharing experience walau saya buka berkategori expert. Dan yang paling menarik bagi saya adalah sharing experience tentang hamshack; bagaiamana membikin hamshack yang minimalis namun efisien.

Bagaimana dengan digital mode? Ah, sebenarnya rada ‘males’ gitu. Sudah terlanjur patah arang berteriak mengajak ke digital mode di lokal ini. Teman-teman kayaknya lebih tertarik dengan eQSO ataupun iQSO!

Namun, tidaklah mengapa. That’s the real! Dan menanggapi permintaan pengurus ORARI Lokal Semarang, yang diumumkan di kegiatan net lokal diundang seluruh anggota ORARI Lokal Semarang dan sekitarnya untuk ber-eyeball dan sekaligus sharing knowledge tentang dijital mode dan eQSO, akhirnya Minggu,8 Agustus 2010 diagendakan ketemuan di tempat YC2BTW.

Saya berekspektasi, ya karena sudah diumumkan di kegiatan net, banyak yang tertarik. Karena sebelumnya terdengar santer permintaan untuk sosialisasi eQSO karena kepingin membangun satu lagi gateway eQSO di Semarang.

Namun, setelah lebih dari 1 (satu) jam menunggu, akhirnya beberapa rekan yang bisa dihitung dengan jari dua tangan berdatangan. Fasilitas komplit dengan LCD Projector dan fasilitas hotspot dari YC2BTW.

Topiknya? Ya, sebenarnya sudah dipersiapkan PTT-interface untuk membuat gateway, namun sarana hardware PC dan radio belum siap, agenda sharing dialihkan ke materi alternatif : integrasi CAT+Logger+DX-cluster.

Materi dimulai dengan penjelasan individual perihal Logger, CAT dan terakhir perihal DX-cluster dan diakhiri demo intergrasi ketiga-nya. Respons so far sangat menarik, walau peserta minimalis, dari anggukan kepala rekan-rekan saya berharap penjelasan saya cukup mudah untuk dimengerti (ya, minimal mempraktekkan materi training TfT dari kompeni tempo hari).

Puas? Nampaknya belum. Workshop kalau boleh dikatakan begitu, akan sangat dibutuhkan ke depan. Nggak perlu lah peserta yang membludak, cukuplah peserta yang memang benar-benar tertarik di mode ini.

Atau memang ciri khas amatir radio Indonesia kali ya; kalau eyeball nggak ada acara jeng-jeng atau lomba teriak ‘iwak-iwak’ bukanlah sebuah eyeball. Semoga saya keliru.

Credit photo : thanks to YD2DOT!

73!