Pernah ikutan watersporting semacam big-marble, kita naik di atas perahu karet, bulat, biasanya berdua atau bertiga terus ditarik oleh speedboat di laut? Kalau pernah cobalah yang berikut ini…..[lho intro-nya kok malah big marble?].

Ya, sesuai dengan rencana perjalanan yang telah kita sepakati, berangkat Jum’at malam berangkat dari stasiun Tawang dengan Argo Anggrek tujuan Gambir turun di Jatinegara. Nggak habis pikir kenapa kereta api yang tiket-nya mahal ini juga masih standar aja pelayanannya dan Alhamdulillah terlambat lebih dari satu jam di Jatinegara, sorry for OM Fitra, YD0NGA yang sudah terkantuk-kantuk menunggu di peron.

Dijemput dengan daihatsu Taft Rocky yang dulu selalu setia menemani aktifitas after hour jaman ‘kuliah’ di Semarang akhirnya meluncur ke Pondok Bambu, home QTH YD0NGA, sempet terpikir kok nggak diganti tuh si Rocky dengan Fortuner atau Pajero Sport, ha ha…..

Istirahat sebentar, mandi-mandi dan sarapan sempat check-in di repeater 146.720MHz sudah ramai aktifitas rekan-rekan yang menuju ke kota Bandung menghadiri HAMFest.

Dipandu dengan dua buah personal navigation device dari Garmin, Nuvi 205W dan Nuvi 710 perjalanan darat asyik dimulai, sampai-sampai YD0NGA sempat salah…ha ha…loh kok bisa.

Perjalanan sudah mencapai km-60 sesaat YD0NGA bilang kok rasanya tercium bau nggak sedap di mobil, akhirnya menepilah di bahu jalan tol, dan olala….ternyata setelah dibuka kap mesin sebagian ruang mesin telah tersemprot oleh pelumas, dan setelah diperiksa ada saluran olie yang bocor karena tekananan tinggi. Emergency situation [yang pertama] saudara-saudara.

Keputusan-nya adalah call layanan darurat jalan tol dan akhirnya di-tow sampai ujung tol di daerah Cikopo ke bengkel terdekat untuk penggantian selang olie dan ganti olie plus sholat jama’ dhuhur dan ashar.

Oke, lanjut perjalanan ke Bandung dengan sedikit was-was berbekal do’a setelah sholat dhuhur. Kira-kira sampai km-70 rasanya kok si Rocky kekurangan daya dan indikator olie berkedip-kedip dan terdengar suara aneh semacam knocking…..blaik nih [kata OM Fitra] pull over dan buka kap mesin tampak normal namun dari symtom yang ada rasanya sangat berat kalau dipaksakan ke Bandung. Dilematis nih kalau di-tow ke ujung tol Purbaleunyie cukup jauh dan pengerjaan perbaikan mesti lama, minimal dua hari. Calling emergency toll akhirnya diputuskan di-tow kembali arah Jakarta ke bengkel langganan di Jl. Dewi Sartika. That’s it emergency situation number-two. Dan inilah yang dimaksudkan dengan naik big-marble tersebut. Kami berdua akhirnya duduk manis di belakang si Rocky ditarik lagi kembali, reset, ke Jakarta dengan kecepatan 60-70 km/jam….fantastis.

Lihatlah ekspresi OM YD0NGA saat menunggu jasa derek di tol Purbaleunyi, nyengir kuda ya OM? ha ha…. Hadapilah dunia ini, apapun dengan senyum dan cengir….

Mobil derek langsung kembali ke Jakarta, dan Alhamdulillah bengkel masih buka karena sebelumnya sudah bikin janji dulu…dan nampaknya kondisi si Rocky rada mengkhawatirkan dan perlu opname minimal dua hari…..

Kami berdua saling pandang mata [wuih….what’s next?] ya mumpung hari Sabtu dan ngapain di rumah YD0NGA memutuskan tetap ke Bandung dengan sarana transportasi yang lain, travel Cipaganti menjadi pilihan karena di ujung jalan depan jalan Dewi Sartika ada agen dan drop-zone Cipaganti. Di Cipaganti pun masih pada kondisi conditional. Jam berangkat 15.30WIB sudah fully booked dan berharap ada dua penumpang yang membatalkan. Alhamdulillah akhirnya batal tuh dua orang dan kami bisa ke Bandung dengan Cipaganti.

Opps…ternyata ada yang kelupaan. Om Rosihan Kriswantono ak Congli our old friend di ujung kota Bandung ternyata sudah stay di siang hari-nya di masjid IPTN dan kami nggak sempet memberikan informasi, sory my old friend.

Dan godaan ke Bandung pun belum surut saudara-saudara. Selepas masuk tol Purbaleunyi, melewati dua buah TKP perjalanan disambut dengan hujan deras, waduh berharap kota Bandung akan ramah menyambut kami.

Alhamdulillah kami akhirnya bikin janji dijemput Om Congli di dropzone Cipaganti di Giant dan langsung meluncur ke arena HAMFest saat Maghrib menjelang.

Benar-benar luar biasa hari itu. Kami masih berprasangka positif. Sempet terpikir apakah ini ‘karma’ yang kami terima karena ‘seeorang’ left behind dan sedikit ‘nggak rela’ kami berdua bersenang-senang [rencana awal sih kami bertiga dengan YB3TD, ha ha….sorry pal], atau mungkin om Rocky sempet ngambeg, karena selepas turun Jatinegara sempet terlontar kok masih setia dan kok nggak diganti tuh mobil, ha ha….

to YD0NGA…thanks pal, for such a great moments: naik big-marble di jalan tol dua kali, seharian menempuh ratusan km di jalan tol Jakarta-Bandung…..

………….continue to part-2