postelWaktu berjalan dan kemajuan teknologi pula berkembang, namun our ultimate hobby ini, Radio Amatir, masih terus berkembang dan mungkin orang awam akan bertanya : lho masih ada hoby ‘break-break’-an ya?

Dan satu-satunya hobby, CMIIW, yang secara internasional diatur tata caranya adalah radio amatir, dan Indonesia yang ‘mengikatdirikan’ ke Radio Regulation ini juga harus taat peraturan dan pula individu-individu penggiat hobby.

Melalui website postel.go.id ada Siaran Pers yang menarik, dapat dilihat di sini perihal rancangan Peraturan Menteri Kominfo tentang penyelenggaran Amatir Radio. Sebelum diputuskan menjadi sebuah keputusan kepada khalayak umum, terutama penggiat Radio Amatir dapat memberikan masukan terhadap rancangan ini dari tanggal 11-18 Maret 2009. Rancangan permenkominfo ini akan menggantikan KM49/2002 tentang penyelenggaraan Amatir Radio.

Secara sepintas dari rancangan ini adalah bahwa Organisasi Amatir Radio yang diakui masih ORARI, rancangan kartu IAR yang cukup menarik dan nampaknya cukup atraktif menggantikan kartu IAR yang dilaminating jadul. IAR terbuat dari PVC semacam kredit card lengkap dengan barcode nomor ijin-nya dan dibedakan atas warna sebagai pembeda klas/previledge-nya.

Untuk rancangan perihal bandplan ada yang menarik :

  • Pemula : boleh bekerja di rentang 1.300  – 2.450.
  • Siaga : boleh bekerja di rentang 7.00-7.10 mode suara
  • Penggalang & Penegak : ada alokasi rentang 7.000-7.300Mhz, eh ini bener nggak ya, bukannya 7.00-7.200MHz?

Karena organisasi yang dirujuk dalam Rancangan ini adalah ORARI maka desain signboard pula ditambahkan logo ORARI di sebelah kiri Nama Panggilan Pemilik IAR, ehm….. senyum simpul sendiri nih, kemarin ada temen yang pesen signboard model begini kayaknya ‘rada’ kuciwa ha ha….

Secara umum kalau boleh usul saran, mestinya via email ya, bolehlah nanti menyusul, rancangan permen yang niscaya nantinya jadi permen, terutama pada alokasi band plan, harusnya tidak multi-interpretasi terhadap mode/emisi yang dipergunakan.

IMHO, beberapa catatan :

  • Segment 7.000-7.300MHz [international hanya pada rentang 7.00-7.200MHz]
  • Moda pancaran masih plain text dan multi-interpretasi;  contoh [lagi] di rentang 7 MHz disebutkan mode kode morse, suara dan Narrow Band Data; lebih baik diberikan rentang frekuensi dan kelas emisi yang di-ijinkan. Nggak terbayang deh beberapa mode tumplek blek pada frekuensi yang sama.

So, mumpung masih ada waktu 11 s/d 18 Maret 2009, silakan penggiat Amatir Radio mengirimkan input/feedback terhadap rancangan peraturan yang mengatur hobby kita ini. Silakan kirim input ke pak Ketut ketut@postel.go.id atau ke pak Gatot di gatot_b@postel.go.id.