Seperti kita ketahui bersama, seorang amatir radio yang sah, akan mendapatkan sebuh callsign sebagai nama panggil dirinya di dunia amatir dan di sepanjang perjalanan hobby amatir radio-nya. Callsign terdiri atas prefix dan suffix; prefix+number mencitrakan alokasi negara, tingkat kecakapan dan area dari bagian negara mana dia berasal, sedangkan suffix adalah individual, dan biasanya memiliki alokasi berdasarkan daerahnya.

Dan sesungguhnya sebuah callsign adalah unique; artinya tidak akan ada, teorinya, sebuah callsign dialokasikan ke lebih dari satu orang; mungkin sebaiknya ide single id-number yang sempat dikumandangkan pemerintah bisa mengacu ke dunia amatir ini, he he….

Kembali ke suffix tadi, yang notabene merupakan urutan berdasarkan abjad pada alokasi suffix daerah tertentu, yang biasanya berjumlah dua/tiga huruf adalah menjadi sangat menarik apabila suffix tersebut dari kombinasi hurufnya dapat terbaca.

Orang akan bangga, seperti pemilik plat mobil, apabila suffix-nya bisa langsung berasosiasi dengan nama pribadi, nama anaknya, nama istri/suami, nama institusi dia bekerja, atau bahkan mungkin nama suatu dinas rahasia, biar keren semacam CIA, atau KGB? Atau sekarang sedang marak-maraknya kampanye Pemilu 2009, suffix berasosiasi dengan nama partai? Menarik sekali bukan, bahasa jawanya ngiras-ngirus, sambil menyelam minum air, sambil QSO secara implisit berkampanye? He he….

IMHO, itulah yang namanya hobby, sepanjang memang sesuai dengan aturan dan secara transparan cara mendapatkan alokasi suffix tersebut ya please go on; ini khan jaman merdeka, jaman reformasi lagi?

IMHO pula, suffix yang menarik atau lah boleh dikatakan vanity call, akan sangat berfungsi di amatir radio, lebih dari sekedar gagah-gagah-an apabila:

  • Suffix tersebut apabila diketuk dengan isyarat morse akan mudah, cepat dan tidak menimbulkan persepsi yang lain,
  • Suffix tersebut apabila pada pada saat pile-ups dapat segera terkenali, mungkin kombinasi dua suku kata akan lebih sangkil dan mangkus.
  • Prefix dan suffix atau callsign tersebut didaftarkan pada callbook internasional, database-nya AF4Z, terupdate di Country File-nya AD1C dan pula partial database contest international. Akan sangat mubazir, alokasi suffix yang gagah, didapatkan dengan biaya yang ‘mahal’ ternyata nggak memiliki ‘nilai’ aktifitas dunia amatir itu sendiri.

Kalau boleh usil, sebagai amatir radio dhuafa, akan lebih baik apabila alokasi dana untuk mendapatkan suffix, yang menarik tersebut, digunakan untuk upgrade ham gear, kalau toh ham gear-nya sudah komplit boleh dong di-soft loan-kan ke kita-kita, ha ha……

Namun, toh akan kembali lagi, ini khan namanya hobby, ya semau gue dong…………. EGP.