Beberapa rekan pengin tahu, kayak apa sih station-nya YB2ECG? Ada yang beranggapan bahwa station ini begitu canggihnya, station QRO alias berdaya pancar besar sehingga dianggap wajar-lah bahwa station ini sering ‘memenangi’ beberapa kontes internasional. Walau sebenarnya kalau dikaji lebih dalam station ini adalah termasuk dalam station berkategory dhuafa, ha ha……

Seperti station amatir radio Indonesia yang lain, signboard station saya letakkan di depan rumah, sehingga apabila ada rekan-rekan yang melintas setelah melihat sistem antenna biasanya akan penasaran siapa pemilik station tersebut.

Sistem antenna yang saya pergunakan terdiri atas dua antenna high band dan low band; high band mempergunakan Hy Gain TH3-MKIV, ex YB2EMK, merupakan tiga elemen tiga band yagi terpasang pada guy wired tower setinggi 18m. Di bawahnya terpasang rotary dipole buatan YC1DYU melayani 80m dan 40m band.

Di bawahnya sekitar 21m terpasang vertical antenna untuk 2m/70cm VHF/UHF dari Diamond X30 kiriman OM Fitra, YD0NGA tempo hari.

Untuk HF transceiver mempergunakan Kenwood TS450SAT untuk transceiver utama [ya karena belum punya transceiver backup, maklum dhuafa].

Transceiver dulunya diperoleh dalam kondisi bekas, namun Alhamdulillah masih mampu dioperasikan mengikuti ajang kontesting baik ssb maupun digital mode [rtty, bpsk, feldhell] dan menunjukkan performance yang tidak mengecewakan. Di sebelah kanan beliau adalah Alinco DJ635TA untuk FM Mode dual band di VHF/UHF.

Untuk aktifitas logger normal maupun even kontesting didukung oleh Notebook Acer 4720 dengan memory 2GB under Windows XP, lengkap dengan beberapa software ham, semisal Logger32, MixW, N1MM logger, W6EL propagation prediction, SatScape, Orbitron, UI-View32, WinPack rasanya sudah cukup untuk sebuah station. Foto di samping diambil kemarin saat JARTS WW RTTY 2008, pada kondisi acak adul, ha ha…..

Penginnya kedepan, barangkali ada dermawan yang berkena memberikan donasi, kepingin melengkapi dengan secondary backup transceiver, penginnya sih menjadi SO2R, alias Single Operator 2 Radio, plus melengkapi antenna untuk WARC band [12,17 dan 30m]. Untuk 160m kayaknya sebatas angan-angan karena terbatasnya lahan.

So, demikianlah sedikit tour de station. Tidak ada yang lebih dari sekedar ‘little pestol’. Memenangi kontes tak lebih dari faktor keberuntungan. Terutama masih sedikitnya rekan-rekan dari YB-land yang terjun ke kontesting apalagi di dalam mode digital.