Lho kok posting-nya tentang puasa yang melatih kesabaran?

Ya, mumpung masih bulan Ramadhan, bulan suci, diwajibkan untuk berpuasa bagi yang beriman. Terus apa hubungannya dengan amatir radio? Begini ceritanya: setelah seorang calon amatir radio melakukan ujian amatir radio dan kenaikan tingkat bagi amatir radio, rasanya sudah ‘sah’ untuk segera mengudara dengan prefix/callsign baru yang disandangnya dan terkadang melupakan aspek legalitas IAR, alias Ijin Amatir Radio yang dipegang dan dimilikinya. Dan kasus inipun agak ‘hangat’ di milist orari-news.

Karena demikian menderu-derunya keinginan untuk segera memancar di frekuensi, hingga maaf, bisa diistilahkan ‘premature ejaculation’, memancar sebelum saatnya tiba, dan berQSO mempergunakan callsign yang baru walau secara legal IAR belum ditangan.

Dan kayaknya fenomena ini juga menggejala secara umum, dan khawatirnya sudah tidak ada lagi rasa ‘pekewuh’, mempergunakan priviledge yang belum sepenuhnya diterimakan sebagai hak-nya.

Inilah mengapa, seorang amatir radio juga harus sabar. Sabar menunggu waktu dan saat yang tepat untuk mengudara di frekuensi. Sabar pula mempergunakan priveledge yang belum secara sah menjadi hak-nya.

Sekali lagi selamat berpuasa dan semoga ibadah puasa juga memberikan pelajarann untuk bersabar. Bersabar pula mempergunakan prefix/callsign yang baru dan barangkali pula bersabar pula di dalam check-in pada Ramadhan Early Morning Net, yang biasa diselenggarakan pada bulan Ramadhan.

Selamat berpuasa.