Akhir minggu ini, 7-8 Juni 2008, sebagai agenda contest tahunan diselenggarakan SeaNet Contest. Ada beberapa perbedaan yang agak mendasar dibandingkan kontes tahun-tahun kemarin. Secara pribadi, berdasar beberapa kali mengikuti SeaNet contest, memang perlu pembenahan dan sosialisasi yang lebih lanjut untuk mengangkat popularitas SeaNet contest. Masih tersimpan medali hasil SeaNet 2002 di mode digital dengan 7 QSO’s dan sertifikat terakhir dengan 1 QSO’s (as country winner, weleh weleh).

Beberapa perubahan, yang dianggap signifikan, antaran lain (saya copy paste dari sitenya langsung)

  1. Tightening up of the definition of “SEANET Station”;
  2. Simplified scoring to allow for logging using any computer contest logging program;
  3. Combined single and multi-band entries (all entrants may use any or all bands 10 – 80m);
  4. Combined mode entries (all entrants may use any or all modes, CW, SSB and / or RTTY; ini mungkin menyangkut pengalaman yang sudah-sudah, tertalu banyak klas walaupun tidak optimum (sebagai contoh kali country winner hanya dengan 1 QSO he he….)
  5. Each station only to be worked once per band (not once on each mode on each band) so that single-mode entrants are no longer at a disadvantage;
  6. No 160m.

Sebenarnya, IMHO, perubahan rule no-5 semestinya tidak perlu diberlakukan. Seberapa besar sih aktifasi kontester area SeaNet yang aktif di rtty? Sebenarnya dengan penambahan point pada mode yang berbeda bisa menambah probabilitas aktifasi kontesting/QSO di mode RTTY bagi SeaNet station.

Penginnya Sabtu malam ini ikutan di SeaNet walau bersamaan dengan Kramat Jati Contest di 80m, Digital Pentathlon, DigiFest (yang layak pula dicoba) dan rapat RT rutin di kampoeng (ya habis jadi sekretaris RT sih).

No matter the contest rule, enjoy the contest!