Beberapa minggu ini, banyak permintaan ‘SOS’, alias berkategory urgent via sms dan telepon; satu di antaranya adalah permintaan untuk mendapatkan memberships di eQSL.cc.

Ya, mungkin karena didesak oleh kebutuhan persyaratan untuk ‘naik kelas’, alias naik tingkat dari Siaga ke Penggalang, dan dari Penggalang/General ke Penegak/Advance. Bayangkan di Jawa Tengah (rencananya di Semarang) ujian kenaikan tingkat direncanakan besok Minggu, 4 Mei 2008. Biasanya untuk persyaratan kenaikan tingkat dipersyaratkan mampu menunjukkan minimal 25 QSL dari negara yang berbeda (untuk ke Advance Class). Kalau terhadang oleh kendala waktu maka solusi yang terbaik adalah mempergunakan service-nya eQSL.cc

Biasanya, dari pengalaman yang pernah dirasakan, masih pro kontra terhadap layanan ini. Memang eQSL belum valid untuk aplikasi ke DXCC award yang memang menghendaki ‘hard’ QSL. Namun kalau toh tujuannya ‘belum’ mengejar award, ya, kenapa tidak mencoba layanan eQSL.cc

Untuk award sendiri eQSL.cc menerbitkan versi mereka sendiri, ada eDXCC, eWAS, eWAC dan beberapa eAWARD yang lain. Kalau toh tujuannya untuk self measure keaktifan dx-ing dan belum menghendaki QSLing secara hard QSL, sah-sah saja eQSL.cc menjadi alternatif, dengan konsekuensi kita tetapkan di depan bahwa kita lebih prefer ke eQSL.cc

Kembali ke ‘permintaan’ di atas, rasanya kok menyedihkan. Padahal begitu mudahnya mendapatkan layanan eQSL. Cukup browsing ke www.eQSL.cc, pilih menu register dan lengkapi data validitas callsign, dan voila, kita sudah menjadi member dan siap menggunakan layanannya. Pengin dapat sertifikat Authentity Guarantee, gampang, scan IAR terus upload, tunggu beberapa waktu dan jadi deh!

Kesulitan lain, yang memang masih memerlukan endorsement adalah pemakaian log book manual. Tidak salah sih, namun dengan berkembangnya jaman, seyogyanya log manual dapat segera digantikan dengan elektronik log. Konversi ke ADIF dan Cabrillo, yang notabene format standar Amatir Radio, akan lebih mudah, sehingga pengiriman eQSL dapat dilakukan secara multiple dan waktu yang singkat.

Memang, tanpa mengikuti perkembangan jaman, lihat dan tengok di tetangga, amatir radio haruslah juga berkembang. Sangat menyedihkan apabila seorang amatir hanya mengandalkan paradigma : ‘saya juga dulu pernah’ tanpa memperhatikan bahwa waktu dan perkembangan jaman terus berjalan.

Semoga!