You are currently browsing the category archive for the ‘Gadget’ category.

1910408_10203167871732654_4861642356580010270_nYB2TX, OM Agus Wibisino, ex YC2BYC kebetulan ada acara menengok saudara yang mukim di W-land, tepatnya di Texas, seorang amatir juga, kalau nggak salah WA5WA. Selayaknya menengok kerabat dan kebetulan berbarengan dengan HamFest di Plano, Texas kunjungan kekeluargaan dimanfaatkan untuk menikmati dan melihat hamfest di W-land.

Nah, apa yang menjadi manfaat kita-kita yang belum mampu berkunjung secara pribadi ke hamfest-nya W-land adalah titip…titip dibelikan dan ditalangi dulu asesories yang barangkali dijual di flea-market mungkin via BBM (enak ya…).

Nah, beberapa tahun ini saya ngesir mikropon, lebih tepatnya boom mic set, dan jujur saja ngesir Heil Proset jadilah iseng-iseng titip pesan via BBM ke YB2TX kalau nemukan di flea-market. Eh, lha kok kebetulan ada… ya sudah proset yang didapat nggak tanggung-tanggung lho. Heil Proset Elite.

Nah, pekerjaan terakhir adalah membuat bagaiamana HeilPRoset dapat disambungkan dengan 2 radio dengan koneksi microphone yang berbeda; TS450S dengan koneksi 8 pin dan FT450D dengan koneksi RJ45 dan ditambah PTT foot switch.

Ya mudah saja toh. Socket dari HeilProset terdiri atas jack mono untuk dynamic mic dan stereo untuk headphone. PTT foot switch dan mic dikoneksikan dengan kabel RJ45 dan di-cramp untuk menyesuaikan koneksi dengan koneksi microphone FT450D. Nah untuk koneksi ke TS450S cukup dibuatkan adapter RJ45 dengan 8 pin konektor. Dan untuk menyambungkan HeilProset disambungkan dengan adapter RJ45.Praktis kalau mau berpindah-pindah.

So, dengan HeilProset dan foot PTT switch kedua tangan bisa bebas untuk menggunakan keyboard dan ajang kontes yang menjadi test case adalah Jakarta Barat Sprint Contest di band 40m.

Lumayan… nggak perlu beli lagi adapter aseli dari Heil.

IMG-20131003-01522Recently received direct from BY-land. Specification please ask the google!

DSC_0203Seperti biasanya; tiap liburan mudik, Iedul Fitrie, anggota Three Mustkenthir selalu berselisih tatap muka. YD0NGA pulang ke Semarang, YE3AA mampir sebentar Semarang lanjut ke Cilacap, sedangkan YB2ECG mudik ke kampung mewah, mepet sawah di Klaten sono.

Namun, Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan eye-ball, walau tidak penuh dalam satu pertemuan, AA sudah kadung pulang ke ngGresik pada Selasa, jadilah hanya kami berdua yang bisa melaksanakan eye-ball.

Kunjungan NGA ke OI52fx diawali dengan pembicaraan via VHF dengan menggunakan masing-masing Yaesu VX-8DR, cuma herannya kok malah nggak bisa 59 ya?

Seperti biasa NGA bikin ngiler dengan mainan rf yang terbaru; kali ini Uniden Digital Trunk yang khusus untuk mendengarkan komunikasi di saluran trunking digital.

Cukup menarik, namun sayang radio ini tidak dilengkapi dengan tombol PTT dan lagian relatif masih mahal…..

No picture = Hoax; kesempatan kunjungan dipergunakan untuk menginspeksi ham-shack; lihat-lihat mana yang masih kurang, mana yang masih perlu diperbaiki.

Sokor-sokor ada yang mau ditambahkan dan dipindahkan dari statiun Pondok Bambu; sangat sayang kalau ham-shack di Pondok Bambu sangat rendah utilisasi-nya.

Thanks bro YD0NGA atas kunjungannya……….. tenan lho!

VX-8DR_thumbAda keluarga baru di yb2ecg, my dream handy transceiver: Yaesu VX-8DR.

Itu dulu sementara ya…… masih asyik nih menimang-nimang si submersible, triple band!

pcc YAESU ft450dSudah beberapa kali, pengin mencoba PCC untuk FT450D, namun baru kali ini bisa terealisir, ya karena terlalu tertarik dengan fungsi CAT pada N1MM atau pada Ham Radio Deluxe. Ya, PCC-450D adalah Personal Computer Controller, atau PCC versi resmi dari Yaesu.

Kalau Anda pengguna Yaesu FT-450D (sorry yang pakai FT-897, atau FT-857), Anda bisa ungguh PCC450D di sini.

Nah, apaan tuh added-value-nya dengan PCC ini? Ya, yang namanya Personal Computer Controller mestinya dapat diartikan software yang bener-bener mengendalikan FT-450D. Include fungsi ON-OFF semuanya controlled by your mouse! Yang Anda butuhkan cuma koneksi serial port, atur baud dan voila, Yaesu Anda sudah sepenuhnya Anda kendalikan via mouse dan keyboard.

mic equalizerSeluruh fungsi tombol pada FT-450D dapat digantikan dengan nilai tambah opsi kemudahan pengendalian, semisal pengaturan Mic-EQ memberikan keleluasan dibandingkan pengaturan dengan true-knob pada radio. Jangan berharap equalizer microphone seperti equalizer untuk dung-dung-pret.

Fungsi repeater atau fungsi beacon CW juga semakin lebih intuitif, dengan optional, karena dimungkinkan memasukan frekuensi secara direct entry melalui input keyboard.

Fungsi beacon CW tinggal dimasukkan text yang akan di-fungsikan sebagai text beacon.

PCC-450D juga memungkinkan untuk memberikan direct-command ke radio melalui fungsi text dilanjutkan dengan ekseskusi via tombol Enter. Untuk menggunakan fungsi ini mengacu kepada command-send untuk FT-450D.

Nah, Anda pengguna FT450D? Opsi PCC-450D kayaknya layak untuk dilirik. Radio Anda sepenuhnya Anda bisa remote tanpa menyentuh panel dan tombol di radio, jadi diharapkan mengurangi risiko lecet.

Jadi, tak perlu  Anda takut radio lecet dengan tetap mengoperasikannya secara aktif digunakan, jangan takut lecet Anda simpan radio dan pajang thok di ham-shack Anda!

Nah, apakah Yaesu Anda bisa begini?

Pernah ngalamin pada saat kontes dengan N1MM logger; tiba-tiba mendapatkan panggilan dari non-contester dan kebetulan rare-staion dan mau tidak mau harus log di logger? Ah, mungkin nanti mengganggu performance contest? dan harus di log pakai Logger yang lain?

Atau Anda seorang sosialita yang tidak mau melepas sedikitpun akses ke facebbok atau twitter bahkan saat contest? ah siapa tahu anda pengin mem-post recent contest result di wall Anda, eh siapa tahu ada rekan yang pengin gabung ikutan kontest juga?

Sebenarnya OS yang ada dari keluarga Jendela memiliki fitur multitasking yang bisa berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi yang lain; cuma kadang agak merepotkan kalau satu aplikasi harus di-minimize; agak repot kalau aplikasi terdiri atas bebera jendela, semacam N1MM.

Nah, kenapa nggak pakai dual monitor. Kebetulan acer aspire 4720 yang dipakai di hamshack sudah tersedia external monitor dr keluarga Samsung. Jadi output VGA port Acer langsung diterima monitor Samsung sementar monitor notebook ditutup tanpa diaktifkan.

Nah, berkaitan dengan kondisi di atas dipergunakanalah trik menggunakan dual monitor; satu monitor besar digunakan untuk menampung N1MM yang multi window dan full CAT terhadap radio, sedangkan monitor dari notebook digunakan untuk membuka Logge32 atau aplikasi yang lain, barangkali pengin akses ke facebook.

Untuk setting di yb2ecg mempergunakan setting pada gambar ke-dua; laptop dan monitor setup; output VGA Acer diumpankn ke external monitor dan sisanya dengan minitor laptop. Atur resolusi sedemikian hingga didapatkan layout yang paling sesuai.

Switching antar aplikasi cukup mudah; gerakkan saja mouse ke arah monitor yang lain, otomatis aplikasi akan berpindah.

Untuk CAT ya karena hanya tersedia satu port-COM yang digunakan hanya satu aplikasi yang bisa mengendalikan radio; kecuali kalau memiliki virtual port atau port yang lain.

Nah, kalau Anda pengin tetap terkoneksi dengan jaring social sambil dx-ing dan contesting pergunakan dual monitor.

Lama sudah tidak update blog ini, ya karena ‘kesibukan’ bulan Ramadhan dan sempet jatuh cinta ke tempat tidur harus bed-rest karena trombosit-nya under the edge! ditambah dengan sariawan yang merata di mulut, lidah dan rongga mulut atas, jadi komplit nikmat-nya, saat lebaran pada enak makan opor ayam terpaksa dengan sedikit meringis menahan sakit.

Postingan kali ini tidak terkait  ham related namun masih dalam lingkung radio frekuensi dan gps.

Nah, apabila Anda pemakai smartphone jenis Blackberry ada layanan yang sangat menarik dan patut dicoba (walau agak telat, tapi saya pikir no problem). Layanan yang ditawarkan RIM adalah fasilitas BlackBerry Protect yang konon tempo hari belum bisa dinikmati di Indonesia namun sekarang sudah free service.

Tujuan Blackberry protect sebenarnya adalah untuk memproteksi smartphone BB dan data yang tersimpan di dalam BB tersebut seandainya handset hilang entah ketlisut atau memang dicuri orang.

Nah, layanan yang ditawarkan adalah view location posisi BB (tentu saja BB yang memiliki fitur GPS), Playsound (fasilitas ini digunakan untuk membunyikan BB dengan suara walaupun barangkali modus BB pada silent atau vibrate), Display Message untuk menampilkan pesan kepada penemu BB agar mengembalikan handset ke pemilik (kalau mau :) ), layanan backup data (backup data BB), Lock device (mengunci BB) dan wipe device (untuk menghapus seluruh data di BB kalau toh sang pencuri nggak mau mengembalikan handset).

Nah, untuk menikmati layanan ini mutlak diperlukan koneksi yang full service, pergunakan paket BB full service. Install terlebih dulu di handset via APP World dan tentu saja harus inget ID BB yang dipergunakan. Next step adalah login  ke layanan web di sini http://us.blackberry.com/apps/blackberry-apps/protect.html dan pergunakan login dan password Id-BB Anda.

Nah, apabila sudah tersambung di layar akan tampil jenis handset yang dipergunakan, kondisi batterey dan kualitas level signal.

Nah layanan yang paling menarik adalah fasilitas View Location yang bisa dipergunakan sebagai GPS tracker handset suami/istri/anak-anak (berharap saja mereka nggak baca postingan ini) secara on the fly tanpa disadari (bandingkan dengan layanan GPSTracker dari InstaMapper yang terkadang program akan pop-up ke layar utama).

Nah, Anda pemakai blackberry yang smart? Semoga tulisan ini mampu memberikan optimasi fitur yang  memang harus diexplorasi untuk gadget yang dikategorikan smartphone!

Kebetulan YF mau berulangtahun, dan menjadi bagian dari take and give, sudah selayaknya di-kado dengan sesuatu yang menarik. Apalagi barusan menyetujui proposal FT450D, he he…..

Sebelumnya sudah minta approval untuk dibelikan semacam MP3 player untuk kebutuhan menghapalkan Juz Amma, he he…beda banget khan hobby-nya dengan suaminya, he he…..

Nah, saatnya berburu mp3 player. Dari forum kaskus terekomendasikan beberapa produk Cowon, dan wow ternyata banyak bener varian-nya. iPod? ah, nggak lah, rasanya ribet bener pengaturannya. Dan ternyata banyak yang claim produk Korea ini mampu disejajarkan dengan seri iPod.

Beberapa opsi yang cukup mencuri perhatian adalah Cowon type S9, J3 dan terbaru D3 Plenue yang ber-gingerbread. Wow, media player pun sudah pakai robot ijo. Nah, akhirnya dipilihlah Cowon S9, dan untuk mengantisipasi kebutuhan kapasitas dipilih 8GB (S9 tidak memiliki slot memory card). Order tentu lewat online, kali ini ke headphoneku.com yang ada di Surabaya.

Awalnya OM Fadly, owner Headphoneku.com rada susah dihubungi, namun akhirnya ketemu OM Adhi, saling bertukar pin-BBM jadi dah deal Cowon S9 8GB black siap dikirim.

Wow, first impresion S9 cukup ringan namun curving-nya berkesan mewah. Turning-ON wow, langsung dihadapkan vivid color dari Amoled! Untuk kualitas audio nggak mau kalah. Pulang rumah nangkring dah Sade the greatest hit, Sting, dan Roxette wow….menggelegar cing di samping tentunya pesanan istri : Murotal!

Transfer media cukup mudah dengan koneksi USB langsung drag dan drop. Tampilan video cukup menyakinkan, diisi dengan film The Message (ingat ini milik Istri, nggak boleh diisi yang neko-neko) cukup menyenangkan.

Kalau memerlukan media player selain dari Apple, Cowon merupakan altrnatif yang menjanjikan….

Sedikit terlambat juga review terhadap new-radio-shack di YB2ECG. Ceritanya begini, kebetulan di kompeni dapat giliran rotasi untuktour of dutyke fungsi lain walau masih dalam satu unit departemen. Nah, di ruang kerja yang baru ini sangat sepi membutuhkan pengisi suara pemecah keheningan, dibandingkan unit sebelumnya yang noise dan bising.

Pilihan tentu radio FM; sempet terbersit membeli MP3 player desktop yang bisa memperdengarkan MP3 via USB dan FM Station namun rasa-rasanya kok nggak banget dah. Nah, googling akhirnya menemukan Tecsun PL660.

Tecsun sendiri sebenarnya Made In China (nggak tahu ya kok selalu minor ya dengan made in China atau India); namun dari beberapa review, include di eHam.net cukup positif. Tecsun awalnya mengeluarkan type PL600 dan terakhir PL660.

Telpon komendan YD0NGA, siapa tahu di Jakarta ada yang jual. Eh, ternyata rantai distribusi cuma via eBay ataupun online. Akhinya ketemu mbah Paidjo (wow, nama kebangganku sudah ada yang claim) alias YD2ICO untuk order 1 biji Tecsun PL660.

Oleh mbah Paidjo diorderkan via Hongkong, dan penasaran tiap hari cek tracking via EMS Pos Indonesia. Dan akhirnya dapat panggilan ke kantor pos besar di Jl. Imam Bardjo, samping UNDIP. Alamak alamat kena charge Bea Masuk nih dari BC, hallo OM NGA! Bener juga kena Rp. 120.ooo,- ha ha…. walau informasi dari mbah Paidjo tidak selamanya pengiriman Tecsun terkena BM.

Apa yang menarik dari Tecsun PL660? Nah, komplit nda. PL660 mampu mereceive all band radio, dari FM stereo, AM, dan SW (include LW dan MW) dan tambahan Air Band plus mode SSB baik USB/LSB, PLL Synthesized receiver. Mantap neh…..800 memories dan fitur BFO dan direct entry frekuensi via keypad.

Memiliki Tecsun PL660 mampu memflashback-kan ke jaman kecil, saat mulai suka mendengarkan VOA, BBC dan ABC di radio SW punya Bapak. Dan selalu kemecer melihat teman, saat kuliah, memiliki Sony ICF series dibawa ke kampus. Nah, Alhamdulillah dengan sedikit rejeki akhirnya bisa memeluk si Tecsun ini.

Nah, di kantor secara lokasi deket dengan A. Yani; dan rasanya seneng banget mendengarkan pembicaraan tower-pilot di segmen Air Band, apalagi barusan ada kecelakaan Sukhoi SuperJet 100…..

Minat? Beli dong….!

Late report dan late review, tapi no problem dah, biar sekalian komplit. Nah, hari Rabu-Legi, tanggal 2 Mei 2012, akhirnya yang ditunggu datang juga. BNIB, alias Brand New In the Box, Yaesu FT450D, kiriman agan Fitra, YD0NGA dari Versakom.

 Nah, baru seumur-umur inilah memiliki HF transceiver yang bener-bener gres; kalau flashback memori, HF transceiver pertama yang dimilikia adalah dari ICOM type IC-720A (dulu dibeli 2.5jt) yang sedikit banyak memberikan warna dan kenangan yang tentu tidak terlupakan. Ikutan kontes nasional dan internasional dan perkenalan dengan digimode juga dengan radio ini. Walaupun cukup berisik saat berpindah band, katanya lebih mirip mesin jahit, namun cukup powerful baik mode phone dan digimode. Sayang 720A sekarang sudah SK dan terpaksa sekedar jadi pajangan di room-shack.

Radio kedua, kondisi second alias bekas  seharga sesuai type-nya (4.5jt) akhirnya menggantikan IC-720A. Dari Kenwood TS450S cukup membanggakan. Kualitas audio yang lumayan mengiringi langkah ber-QSO baik phone maupun digimode.

Kondisi terakhir, nggak tahu kenapa fungsi CAT-nya ngambek. Dan teryata ada problem di interface TTL-nya (kata teknisi) sehingga fungsi CAT tidak sepenuhnya dapat dioperasikan. Dan rasanya, setelah terbiasa dengan fungsi CAT, akan sangat menderita lah kalau mengikuti kontes, persis seperti posting sebelumnya, ikutan contest EU Sprint yang high rate QSY-nya tanpa CAT. Bener dah!

Nah, dengan cerita yang sedikit bombastis ke YF, akhirnya mengajukan proposal untuk ‘pengadaan’ HF transceiver baru. Ya, baru aja dah, sesuai arahan sohib YB3TD, ngapain beli bekas yang nggak jelas kondisi radio-nya dan perlakuan pemilik sebelumnya, he he….

Nah, beberapa pertimbangan sebenarnya dan beberapa kandidat pertama yang dipilih dari keluarga Kenwood TS480 atau Yaesu FT857D dan FT450D. Nah, karena didorong pengin merasakan YaeComWood, akhirnya opsi diarahkan ke Yaesu (marketing banget dengan tag line : The DX-er choice) he he……

Nah, sisi menarik comparing FT857D vs FT450D sejatinya antara IF-DSP vs AF-DSP.  Dan dari beberapa review, ternyata lebih mengunggulkan teknologi IF-DSP, nah marilah kita coba. Untuk AF-DSP pada FT857D silakan tanya ke YB3TD.

FT450 sendiri ada beberapa varian: FT450, FT450AT dan akhirnya per tanggal 25 April 2012 dapat khabar dari Versakom akan datang FT450D menarik nih. Kalau dilihat dari website Yaesu mereka nyatakan FT450 dan FT450AT sudahdiscontinueddan digantikan oleh FT450D dengan sedikit improvement. Tetep dengan IF-DSP dan ditambahkan filter untuk CW dan glowing in the dark-nya panel control dan foot-stand.

Nah, jadilah pilihan ke FT450D yang terpaut 300 rb dibandingkan FT450AT (sssttt harga pasti via japri ya, takut YF); melengkapi trah 450 dari keluarga yang berbeda, dari Kenwood TS450S dan FT450D, ha ha…..

Ham-shack mesti di-relayout. Dibandingkan dengan TS450S ukuran FT450D lebih mungil, jadinya kombinasi yang mungkin adalah FT450D ditangkringkan di atas TS450 jadi manis dah; di samping LED monitor dan keyboard di depannya.

Testing pertama adalah dengan mengikuti ONN 40m; dan ternyata AutoTuner-nya FT450D nggak bisa ngejar nih rotary dipole yang ada. Jadi mesti dicek dulu ada apa dengan rotary dipole di band-40m; sementara kalau bekerja di 80m nggak masalah.

Uji dengar dengan alignment countour, dsp, dnr, notch, dan shift memang membutuhkan adaptasi yang lebih, karena terbiasa dengan kualitas ‘hifi’ Kenwood TS450S. Saya pribadi memberikan nilai kurang terhadap speaker internal Yaesu FT450D; namun apabila didengerin dengan headphone, wow, rasanya adem banget, dijamin dah bisa berlama-lama operate.

Nah, tantangan berikutnya adalah koneksi ke PC untuk fungsi CAT; nah menariknya FT450D sudah dilengkapi dengan male socket DB9 jadi tidak perlu neko-neko beli CAT cable yang lain; cukup sediakan straight serial cable atau kalau pakai USB langsung saja pakai USB to Serial converter.  Beberapa review mengatakan chip Prolific (kebetulan pakai BAFO USB-Serial converter) akan bermasalah, namun tadi malam dengan setting sedikit langsung dah dengan tambahan mini gender changer sudah bisa dikoneksikan dengan PC.

Software pertama yang diuji adalah HamRadioDeluxe versi terbaru; beberapa pengaturan yang perlu antara lain :

  • Sisi Radio FT450D
    • CAT RTS enable
    • CAT TOT 10
    • CATE RATE set ke 38400
  • Serial Port
    • Data bits 8
    • Parity None
    • Stop Bits 2
    • Flow control None
  • Sisi HRD
    • Pilih Yaesu
    • Pilih FT450
    • Select COM Port yang dipergunakan
    • Set Speed (sesuaikan 38400)
    • Check RTS

Sudah dah, akhirnya tersambung juga FT450D dengan HRD; dan yang lebih menarik hampir semua fungsi kontrol radio dapat dilakukan dari panel kontrol HRD termasuk tombol-tombol yang harus diaktifkan lewat tombol menu; fungsi DSP, volume AF, Mic Gain, Level Power Transmit tinggal digeser pada slider. Fully controlled by your mouse and your keyboard.

Nah, tantangan berikutnya adalah N1MM logger; nah dengan mengatur configurasi port sesuaikan dengan setting com port-nya, otosmatis, he he….N1MM connected dan fungsi logger berjalan dengan sempurna; hal yang belum ditemukan, sementara ini, untuk program MixW!

Next challenge adalah mengexplore untuk digimode….so stay tune postingan berikutnya!

Ini Yaesu-ku mana radio-mu…..ha ha…..

 

Me Myself

Last My tweet

Ubuntu+Ham

The Ubuntu Counter Project - user number # 23986

Blog Stats

  • 47,237 hits

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6 other followers

The Guest

Top Rated

Visitor Clusters

Free counters!
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.